Seputar Kaltim

    Hari Pertama PPDB di Samarinda Sepi, ini Alasannya

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    10 Juni 2024 pukul 15:18 WITA

    Prosesi pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 9 Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Hari pertama pelaksanaan pendaftaran tahap I Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA dan SMK di Samarinda sepi. Belum masifnya pendaftaran ini dikarenakan siswa/siswa SMP baru menerima pengumuman kelulusan pada hari ini, Senin (10/6/2024).

    Hal ini disampaikan oleh Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA di Samarinda, Abdul Rozak. Kepala SMA Negeri 16 ini juga mengakui masih belum banyaknya pendaftar di sekolahnya.

    "Ini hari pertama belum sebanyak yang kita harapkan, karena SMP hari ini juga baru pengumuman," ungkap Rozak di SMAN 16 Samarinda. Walaupun baru pengumuman, tadi beberapa siswa langsung ke lokasi pendaftaran. "Mungkin yang pengumumannya pagi tadi langsung mendaftar," tambahnya.

    Diketahui, dalam tahap pertama ini pendaftaran PPDB diperuntukkan bagi pendaftar melalui jalur prestasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua atau wali, anak kandung guru dan tenaga kependidikan, jalur bina lingkungan untuk SMK, dan zonasi prioritas atau RT prioritas untuk SMK. Pendaftaran tahap I ini akan berlangsung dari tanggal 10 - 14 Juni 2024. 

    Pelaksanaan ini, kata dia, sudah dipersiapkan dengan matang, beberap staf sudah ditugaskan untuk menerima pendaftaran PPDB ini. Mereka akan bertugas selama jam operasional yang ditentukan.

    "Waktu pelayanan kami sudah buka sejak pukul 08.00 WITA pagi ini hingga 13.00 WITA, sedangkan untuk Verifikasi staf kami akan masih melanjutkan pekerjaan sampai pukul 16.00 WITA," jelasnya.

    Baru hari pertama ini, Rozak belum menemukan kendala yang berarti. Karena tingkat peserta yang mendaftar juga belum terlalu banyak dan masalah yang lebih variatif. Namun, ia sudah mengantisipasi beberapa kendala yang terjadi di tahun sebelumnya.

    "Kalau server down, kami sudah berkoordinasi dengan pihak Telkom sebagai partner dalam pelaksanaan PPDB ini. Untuk pencocokan berkas, kami benar-benar akan croscheck," paparnya.

    Pada waktu yang sama, Dewan Pendidikan juga melakukan sejumlah pemantauan di beberapa sekolah, termasuk di SMAN 16 ini. Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Kaltim, Adjrin mengatakan kunjungannya ini dalam rangka memastikan peralatan online untuk pendaftaran sudah bisa beroperasi. 

    "Peralatan yang digunakan untuk online ini memang sudah fit apa belum, ternyata dari tempat yang kita kunjungi tiga SMK dan dua SMA semua sudah stand by. Kemudian kedua kami juga melihat tata ruang, seperti pelayanan informasi, membantu orang tua yang tidak bisa mendaftar sendiri, dan layanan verifikasi," jelas Adjrin.

    Adjrin mengaku dari beberapa sekolah yang dikunjunginya itu, ada sekolah yang tata ruangnya kurang tepat sehingga mengakibatkan terganggu dalam prosesi pendaftaran. "Kami mengaharapkan dan menyarankan beberapa sekolah untuk mengubah, dan menyiapkan ruang sendiri. Hal ini penting untuk keberlangsungan PPDB," tegasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Hari Pertama PPDB di Samarinda Sepi, ini Alasannya

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    10 Juni 2024 pukul 15:18 WITA

    Prosesi pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 9 Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Hari pertama pelaksanaan pendaftaran tahap I Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SMA dan SMK di Samarinda sepi. Belum masifnya pendaftaran ini dikarenakan siswa/siswa SMP baru menerima pengumuman kelulusan pada hari ini, Senin (10/6/2024).

    Hal ini disampaikan oleh Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA di Samarinda, Abdul Rozak. Kepala SMA Negeri 16 ini juga mengakui masih belum banyaknya pendaftar di sekolahnya.

    "Ini hari pertama belum sebanyak yang kita harapkan, karena SMP hari ini juga baru pengumuman," ungkap Rozak di SMAN 16 Samarinda. Walaupun baru pengumuman, tadi beberapa siswa langsung ke lokasi pendaftaran. "Mungkin yang pengumumannya pagi tadi langsung mendaftar," tambahnya.

    Diketahui, dalam tahap pertama ini pendaftaran PPDB diperuntukkan bagi pendaftar melalui jalur prestasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua atau wali, anak kandung guru dan tenaga kependidikan, jalur bina lingkungan untuk SMK, dan zonasi prioritas atau RT prioritas untuk SMK. Pendaftaran tahap I ini akan berlangsung dari tanggal 10 - 14 Juni 2024. 

    Pelaksanaan ini, kata dia, sudah dipersiapkan dengan matang, beberap staf sudah ditugaskan untuk menerima pendaftaran PPDB ini. Mereka akan bertugas selama jam operasional yang ditentukan.

    "Waktu pelayanan kami sudah buka sejak pukul 08.00 WITA pagi ini hingga 13.00 WITA, sedangkan untuk Verifikasi staf kami akan masih melanjutkan pekerjaan sampai pukul 16.00 WITA," jelasnya.

    Baru hari pertama ini, Rozak belum menemukan kendala yang berarti. Karena tingkat peserta yang mendaftar juga belum terlalu banyak dan masalah yang lebih variatif. Namun, ia sudah mengantisipasi beberapa kendala yang terjadi di tahun sebelumnya.

    "Kalau server down, kami sudah berkoordinasi dengan pihak Telkom sebagai partner dalam pelaksanaan PPDB ini. Untuk pencocokan berkas, kami benar-benar akan croscheck," paparnya.

    Pada waktu yang sama, Dewan Pendidikan juga melakukan sejumlah pemantauan di beberapa sekolah, termasuk di SMAN 16 ini. Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Kaltim, Adjrin mengatakan kunjungannya ini dalam rangka memastikan peralatan online untuk pendaftaran sudah bisa beroperasi. 

    "Peralatan yang digunakan untuk online ini memang sudah fit apa belum, ternyata dari tempat yang kita kunjungi tiga SMK dan dua SMA semua sudah stand by. Kemudian kedua kami juga melihat tata ruang, seperti pelayanan informasi, membantu orang tua yang tidak bisa mendaftar sendiri, dan layanan verifikasi," jelas Adjrin.

    Adjrin mengaku dari beberapa sekolah yang dikunjunginya itu, ada sekolah yang tata ruangnya kurang tepat sehingga mengakibatkan terganggu dalam prosesi pendaftaran. "Kami mengaharapkan dan menyarankan beberapa sekolah untuk mengubah, dan menyiapkan ruang sendiri. Hal ini penting untuk keberlangsungan PPDB," tegasnya.

    (Sf/Rs)