Cari disini...
Seputar Kaltim
Kegiatan operasi timbang serentak 2026 di Kota Bontang targetkan 9.840 balita. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Pelaksanaan Operasi Timbang Serentak 2026 di Kota Bontang langsung mencatat capaian signifikan pada hari pertama. Hingga hari pertama kegiatan yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026), sebanyak 5.060 balita telah ditimbang dari total target 9.840 balita, atau setara 51,81 persen cakupan.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kesehatan ini melibatkan 125 posyandu dan 984 kader di seluruh wilayah kota, dengan pelaksanaan serentak di tingkat kelurahan.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan Operasi Timbang ini merupakan langkah strategis dalam upaya percepatan penurunan stunting di daerah. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bersifat rutin, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi tumbuh kembang balita terpantau secara akurat dan berkelanjutan.
“Operasi Timbang bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting memastikan seluruh balita tumbuh sehat, terpantau gizinya, dan mendapatkan intervensi tepat sejak dini,” ujar Neni.
Data hasil penimbangan akan dihimpun melalui aplikasi E-PPGBM sebagai dasar intervensi gizi serta evaluasi kebijakan kesehatan daerah. Pemkot Bontang menargetkan pelaksanaan ini dapat menghasilkan data valid untuk memperkuat program percepatan penurunan stunting menuju target zero stunting.
Kegiatan yang berlangsung hingga 13 Juni 2026 ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan penimbangan sekaligus memperkuat sinergi antara puskesmas, kelurahan, kader posyandu, dan masyarakat dalam pemantauan kesehatan balita.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kegiatan operasi timbang serentak 2026 di Kota Bontang targetkan 9.840 balita. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Pelaksanaan Operasi Timbang Serentak 2026 di Kota Bontang langsung mencatat capaian signifikan pada hari pertama. Hingga hari pertama kegiatan yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026), sebanyak 5.060 balita telah ditimbang dari total target 9.840 balita, atau setara 51,81 persen cakupan.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kesehatan ini melibatkan 125 posyandu dan 984 kader di seluruh wilayah kota, dengan pelaksanaan serentak di tingkat kelurahan.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan Operasi Timbang ini merupakan langkah strategis dalam upaya percepatan penurunan stunting di daerah. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bersifat rutin, tetapi menjadi bagian penting dalam memastikan kondisi tumbuh kembang balita terpantau secara akurat dan berkelanjutan.
“Operasi Timbang bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting memastikan seluruh balita tumbuh sehat, terpantau gizinya, dan mendapatkan intervensi tepat sejak dini,” ujar Neni.
Data hasil penimbangan akan dihimpun melalui aplikasi E-PPGBM sebagai dasar intervensi gizi serta evaluasi kebijakan kesehatan daerah. Pemkot Bontang menargetkan pelaksanaan ini dapat menghasilkan data valid untuk memperkuat program percepatan penurunan stunting menuju target zero stunting.
Kegiatan yang berlangsung hingga 13 Juni 2026 ini diharapkan dapat meningkatkan cakupan penimbangan sekaligus memperkuat sinergi antara puskesmas, kelurahan, kader posyandu, dan masyarakat dalam pemantauan kesehatan balita.
(Sf/Lo)