Cari disini...
Seputar Kaltim
Apel Gabungan di hari pertama kerja Neni-Agus Haris. (Dok.Prokompim Bontang)
Bontang - Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni-Agus Haris memulai hari kerja pertamanya dengan menggelar apel gabungan di Auditorium Wali Kota Bontang, Senin (3/3/2025).
Neni mengaku akan fokus pada persoalan stunting. Sebab, persoalan stunting tidak hanya manjadi tugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes), tapi menjadi tanggung jawab bersama.
Kini, permasalahan stunting di Kota Bontang masih cukup tinggi. Bahkan pada akhir 2024 lalu, Bontang dinobatkan sebagai kota dengan penanganan stunting paling buruk di Kalimantan Timur (Kaltim).
“Kita tidak bisa bicara Indonesia Emas, kalau tidak diawali dengan Kota Bontang yang rendah stuntingnya,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh pihak, baik masyarakat dan perusahaan dapat sama-sama berkomitmen membantu Pemkot Bontang untuk menyukseskan penurunan angka stunting di Bontang.
Tak hanya itu, keduanya juga akan berfokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Bontang. Di mana, dalam 100 masa kerja permasalahan tersebut optimis akan dituntaskan.
“Kami ingin berfokus untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem, serta meningkatkan pendidikan dan infrastruktur di Kota Bontang,” lanjutnya.
Ini sejalan dengan komitmennya dalam mewujudkan Kota Bontang sebagai kota jasa dan industri yang maju dan berkelanjutan, dengan ekonomi yang dinamis menuju era masyarakat yang sejahtera sebagai mitra Ibu Kota Negara (IKN) baru.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Apel Gabungan di hari pertama kerja Neni-Agus Haris. (Dok.Prokompim Bontang)
Bontang - Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni-Agus Haris memulai hari kerja pertamanya dengan menggelar apel gabungan di Auditorium Wali Kota Bontang, Senin (3/3/2025).
Neni mengaku akan fokus pada persoalan stunting. Sebab, persoalan stunting tidak hanya manjadi tugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes), tapi menjadi tanggung jawab bersama.
Kini, permasalahan stunting di Kota Bontang masih cukup tinggi. Bahkan pada akhir 2024 lalu, Bontang dinobatkan sebagai kota dengan penanganan stunting paling buruk di Kalimantan Timur (Kaltim).
“Kita tidak bisa bicara Indonesia Emas, kalau tidak diawali dengan Kota Bontang yang rendah stuntingnya,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh pihak, baik masyarakat dan perusahaan dapat sama-sama berkomitmen membantu Pemkot Bontang untuk menyukseskan penurunan angka stunting di Bontang.
Tak hanya itu, keduanya juga akan berfokus pada pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Bontang. Di mana, dalam 100 masa kerja permasalahan tersebut optimis akan dituntaskan.
“Kami ingin berfokus untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem, serta meningkatkan pendidikan dan infrastruktur di Kota Bontang,” lanjutnya.
Ini sejalan dengan komitmennya dalam mewujudkan Kota Bontang sebagai kota jasa dan industri yang maju dan berkelanjutan, dengan ekonomi yang dinamis menuju era masyarakat yang sejahtera sebagai mitra Ibu Kota Negara (IKN) baru.
(Sf/By)