Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim
Puluhan pedagang meramaikan hari pertama Pasar Ramadan di Jalan Sudirman, Sangatta Utara. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Memasuki hari pertama penjualan takjil Ramadan, puluhan pedagang mulai membuka lapak di Jalan Jenderal Sudirman, Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim).
Berbagai jenis kuliner, mulai dari makanan berat, aneka kue, minuman segar hingga gorengan berjajar di sepanjang jalan. Aktivitas jual beli sudah terlihat sejak sore, warga berdatangan membeli menu berbuka puasa.
Sejumlah stan menawarkan ragam pilihan takjil dan hidangan berbuka puasa. Mulai dari jajanan tradisional, camilan kekinian, hingga menu sehat turut meramaikan pasar musiman tersebut.
Salah satu pedagang, Elsa Depiana, pemilik Dapur Shuka Juice turut berpartisipasi dengan menjual produk minuman sehat.
“Saya jualan Cold Press Juice. Ini tanpa air, gula dan bahan pengawet. Harganya Rp25 ribu per botol. Selain itu ada juga overnight dan biasanya saya bikin salad sayur, cuma kebetulan sekarang tidak buat. Produk saya lebih ke healthy,” ujar Elsa.
Ia menjelaskan sehari-hari dirinya biasa berjualan setiap Sabtu dan Minggu pagi mulai pukul 07.30-10.00 WITA. Namun selama Ramadan, ia berjualan di depan kantor BPU setiap sore menjelang waktu berbuka puasa.
Sementara pedagang lainnya, Mulyana memilih menjajakan makanan kukus seperti jagung rebus, ubi rebus, telur rebus, labu dan pisang rebus.
“Saya jual yang kukus-kukusan. Selain itu ada juga Quesillo dari Venezuela, terbuat dari susu dan keju. Namanya Kue Silo, harganya Rp23 ribu,” jelasnya.
Untuk Pasar Ramadan, dirinya mulai berjualan sejak pukul 15.00 WITA. Terkait pengelolaan stan, para pedagang menyebut kegiatan tersebut dikoordinir oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Setiap pedagang dikenakan kontribusi sebesar Rp400 ribu per stan untuk 25 hari selama Ramadan.
“Rp400 ribu per stan selama 25 hari. Itu untuk kebersihan, tenda dan lain-lain,” tutupnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com-Lisda -
Seputar Kaltim

Puluhan pedagang meramaikan hari pertama Pasar Ramadan di Jalan Sudirman, Sangatta Utara. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Memasuki hari pertama penjualan takjil Ramadan, puluhan pedagang mulai membuka lapak di Jalan Jenderal Sudirman, Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim).
Berbagai jenis kuliner, mulai dari makanan berat, aneka kue, minuman segar hingga gorengan berjajar di sepanjang jalan. Aktivitas jual beli sudah terlihat sejak sore, warga berdatangan membeli menu berbuka puasa.
Sejumlah stan menawarkan ragam pilihan takjil dan hidangan berbuka puasa. Mulai dari jajanan tradisional, camilan kekinian, hingga menu sehat turut meramaikan pasar musiman tersebut.
Salah satu pedagang, Elsa Depiana, pemilik Dapur Shuka Juice turut berpartisipasi dengan menjual produk minuman sehat.
“Saya jualan Cold Press Juice. Ini tanpa air, gula dan bahan pengawet. Harganya Rp25 ribu per botol. Selain itu ada juga overnight dan biasanya saya bikin salad sayur, cuma kebetulan sekarang tidak buat. Produk saya lebih ke healthy,” ujar Elsa.
Ia menjelaskan sehari-hari dirinya biasa berjualan setiap Sabtu dan Minggu pagi mulai pukul 07.30-10.00 WITA. Namun selama Ramadan, ia berjualan di depan kantor BPU setiap sore menjelang waktu berbuka puasa.
Sementara pedagang lainnya, Mulyana memilih menjajakan makanan kukus seperti jagung rebus, ubi rebus, telur rebus, labu dan pisang rebus.
“Saya jual yang kukus-kukusan. Selain itu ada juga Quesillo dari Venezuela, terbuat dari susu dan keju. Namanya Kue Silo, harganya Rp23 ribu,” jelasnya.
Untuk Pasar Ramadan, dirinya mulai berjualan sejak pukul 15.00 WITA. Terkait pengelolaan stan, para pedagang menyebut kegiatan tersebut dikoordinir oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Setiap pedagang dikenakan kontribusi sebesar Rp400 ribu per stan untuk 25 hari selama Ramadan.
“Rp400 ribu per stan selama 25 hari. Itu untuk kebersihan, tenda dan lain-lain,” tutupnya.
(Sf/Lo)