Seputar Kaltim

    Hari Kedua Pencarian, Pemuda yang Hanyut di Sungai Melenyu Kutim Belum Ditemukan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    03 Juni 2026 pukul 10:43 WITA

    Tim SAR melakukan operasi pencarian. (Foto: BASARNAS)

    Samarinda - Operasi pencarian terhadap seorang pemuda yang dilaporkan terseret arus di Sungai Melenyu 2, Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, masih terus berlangsung.

    Hingga hari kedua pelaksanaan operasi SAR pada Selasa (2/6/2026) belum ada tanda-tanda korban atas nama Rifki (23) ditemukan.

    Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Balikpapan, Dody Setiawan menjelaskan, korban dilaporkan hanyut pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. 

    Insiden nahas tersebut terjadi saat korban berenang bersama rekan-rekannya untuk menyeberangi sungai.

    “Saat hendak kembali menuju tenda, korban diduga terseret derasnya arus sungai. Rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun kuatnya arus membuat korban tidak dapat diselamatkan,” jelas Dody dalam keterangan tertulisnya.

    Memasuki hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan telah melaksanakan briefing pada pukul 07.00 WITA sebelum memulai pergerakan.

    "Tim kemudian melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dengan area pencarian sejauh kurang lebih 2 kilometer dari lokasi kejadian awal," tambahnya.

    Operasi kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Kutai Timur, Brimob Polda Kalimantan Timur, Polsek Muara Wahau, Tim Rescue PT DSN Group, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

    Berbagai kelengkapan SAR juga turut dikerahkan untuk memaksimalkan penyisiran. Peralatan tersebut meliputi Rescue Car, Rubber Boat, perahu ketinting, perlengkapan selam, alat komunikasi, hingga peralatan medis.

    Setelah melakukan pencarian sepanjang hari, Tim SAR Gabungan akhirnya melaksanakan debriefing pada pukul 18.00 WITA. 

    Berdasarkan hasil evaluasi hari kedua, korban belum berhasil ditemukan. Dody mengungkapkan kondisi medan menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

    “Kendala utama yang dihadapi oleh tim di lapangan selama proses pencarian adalah derasnya arus Sungai Melenyu. Hal ini cukup menyulitkan proses penyisiran di sejumlah titik, meskipun kondisi cuaca di lokasi operasi dilaporkan cerah dan mendukung,” ungkapnya.

    Saat ini, seluruh personel ditarik untuk beristirahat dan berposko di Mess PT DSN guna mempersiapkan operasi lanjutan.

    "Tim SAR Gabungan akan melanjutkan operasi pencarian pada Rabu (3/6/2026). Rencananya kami akan memperluas area pencarian dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar korban dapat segera ditemukan," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Hari Kedua Pencarian, Pemuda yang Hanyut di Sungai Melenyu Kutim Belum Ditemukan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Lodya A
    03 Juni 2026 pukul 10:43 WITA

    Tim SAR melakukan operasi pencarian. (Foto: BASARNAS)

    Samarinda - Operasi pencarian terhadap seorang pemuda yang dilaporkan terseret arus di Sungai Melenyu 2, Desa Muara Wahau, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, masih terus berlangsung.

    Hingga hari kedua pelaksanaan operasi SAR pada Selasa (2/6/2026) belum ada tanda-tanda korban atas nama Rifki (23) ditemukan.

    Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Balikpapan, Dody Setiawan menjelaskan, korban dilaporkan hanyut pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. 

    Insiden nahas tersebut terjadi saat korban berenang bersama rekan-rekannya untuk menyeberangi sungai.

    “Saat hendak kembali menuju tenda, korban diduga terseret derasnya arus sungai. Rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun kuatnya arus membuat korban tidak dapat diselamatkan,” jelas Dody dalam keterangan tertulisnya.

    Memasuki hari kedua operasi, Tim SAR Gabungan telah melaksanakan briefing pada pukul 07.00 WITA sebelum memulai pergerakan.

    "Tim kemudian melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dengan area pencarian sejauh kurang lebih 2 kilometer dari lokasi kejadian awal," tambahnya.

    Operasi kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Kutai Timur, Brimob Polda Kalimantan Timur, Polsek Muara Wahau, Tim Rescue PT DSN Group, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

    Berbagai kelengkapan SAR juga turut dikerahkan untuk memaksimalkan penyisiran. Peralatan tersebut meliputi Rescue Car, Rubber Boat, perahu ketinting, perlengkapan selam, alat komunikasi, hingga peralatan medis.

    Setelah melakukan pencarian sepanjang hari, Tim SAR Gabungan akhirnya melaksanakan debriefing pada pukul 18.00 WITA. 

    Berdasarkan hasil evaluasi hari kedua, korban belum berhasil ditemukan. Dody mengungkapkan kondisi medan menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.

    “Kendala utama yang dihadapi oleh tim di lapangan selama proses pencarian adalah derasnya arus Sungai Melenyu. Hal ini cukup menyulitkan proses penyisiran di sejumlah titik, meskipun kondisi cuaca di lokasi operasi dilaporkan cerah dan mendukung,” ungkapnya.

    Saat ini, seluruh personel ditarik untuk beristirahat dan berposko di Mess PT DSN guna mempersiapkan operasi lanjutan.

    "Tim SAR Gabungan akan melanjutkan operasi pencarian pada Rabu (3/6/2026). Rencananya kami akan memperluas area pencarian dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia agar korban dapat segera ditemukan," tutupnya.

    (Sf/Lo)