Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim
Pencarian korban tenggelam di Kecamatan Tenggarong Seberang masih berlanjut. (Foto: Tangkapan Layar)
Tenggarong - Pencarian seorang pria yang tenggelam di perairan Sungai Mahakam Kecamatan Tenggarong Seberang hingga hari kedua masih berlanjut.
Pusaran air yang besar membuat pencarian sulit dilakukan. Tim gabungan Badan Sar Nasional Provinsi (Basarnas) Kalimantan Timur (Kaltim), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan), Badan Penanggulan Bencanan Daerah (BPBD), Satpolairud serta relawan saat kini masih berusaha.
Berbagai metode pencarian seperti menyisir dan merawaikan mata pancing berukuran besar pun telah dilakukan. "Kami belum temukan pemancing itu, tapi pencarian masih berlangsung sampai saat ini, kami terus berusaha," kata Petugas Disdamkar Matan Kukar, Ardi Ramadani, Kamis (12/6/2025).
Ardi menjelaskan pencarian belum bisa dilakukan dengan cara menyelam karena di beberapa titik terdapat pusaran air yang kuat. Dikhawatirkan, penyelam bisa tersedot oleh arus tersebut
"Meski tak dilakukan penyelaman kita tetap pantau setiap sisi sungai, kita lihat sikonnya juga. Pusaran air juga menyulitkan tim di lapangan, karena ulak dan arus di bawah pun deras. Kami melihat TKP tidak memungkinkan untuk dilakukan penyelaman," ujarnya.
Sampai berita ini ditayangkan, proses pencarian korban masih terus berlangsung.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -
Seputar Kaltim

Pencarian korban tenggelam di Kecamatan Tenggarong Seberang masih berlanjut. (Foto: Tangkapan Layar)
Tenggarong - Pencarian seorang pria yang tenggelam di perairan Sungai Mahakam Kecamatan Tenggarong Seberang hingga hari kedua masih berlanjut.
Pusaran air yang besar membuat pencarian sulit dilakukan. Tim gabungan Badan Sar Nasional Provinsi (Basarnas) Kalimantan Timur (Kaltim), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar Matan), Badan Penanggulan Bencanan Daerah (BPBD), Satpolairud serta relawan saat kini masih berusaha.
Berbagai metode pencarian seperti menyisir dan merawaikan mata pancing berukuran besar pun telah dilakukan. "Kami belum temukan pemancing itu, tapi pencarian masih berlangsung sampai saat ini, kami terus berusaha," kata Petugas Disdamkar Matan Kukar, Ardi Ramadani, Kamis (12/6/2025).
Ardi menjelaskan pencarian belum bisa dilakukan dengan cara menyelam karena di beberapa titik terdapat pusaran air yang kuat. Dikhawatirkan, penyelam bisa tersedot oleh arus tersebut
"Meski tak dilakukan penyelaman kita tetap pantau setiap sisi sungai, kita lihat sikonnya juga. Pusaran air juga menyulitkan tim di lapangan, karena ulak dan arus di bawah pun deras. Kami melihat TKP tidak memungkinkan untuk dilakukan penyelaman," ujarnya.
Sampai berita ini ditayangkan, proses pencarian korban masih terus berlangsung.
(Sf/Lo)