Seputar Kaltim

    Hari ke-2 Pencarian Bocah 7 Tahun yang Tenggelam di Sungai Mahakam, Tim SAR Fokus Sisir Tumpukan Sampah hingga 2 KM

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    27 Januari 2026 pukul 20:54 WITA

    Tim SAR Gabungan bergerak menyisir sungai Mahakam untuk melakukan pencarian bocah 7 tahun. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Nasib malang menimpa Azam Arahan, bocah berusia tujuh tahun yang dilaporkan tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Samarinda.

    Hingga hari kedua pencarian, Selasa (27/1/2026), keberadaan murid kelas 1 Sekolah Dasar (SD) tersebut masih belum diketahui.

    Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo, area pertigaan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda.

    Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, mengungkapkan bahwa operasi pencarian hari ini menghadapi tantangan yang cukup berat.

    Tim SAR memfokuskan penyisiran di area permukaan sungai yang dipenuhi hambatan alami.

    "Tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian ataupun penyisiran baik di TKP maupun 2 km ke arah hilir," ujar Mardi Sianturi kepada awak media di lokasi kejadian.

    Mardi menjelaskan, strategi pencarian hari ini secara khusus menyasar tumpukan sampah dan rintangan (obstacle) yang mengapung di air.

    Hal ini dilakukan karena ada kemungkinan tubuh korban tersangkut di antara material tersebut.

    Dalam proses pencarian, tim di lapangan menemui sejumlah kendala. Selain banyaknya sampah, arus Sungai Mahakam yang deras turut menyulitkan pergerakan tim penyelamat.

    "Adapun hambatan-hambatan yang kita temui di lapangan yaitu derasnya arus sama adanya obstacle ataupun sampah-sampah yang banyak," tambahnya.

    Operasi pencarian di hari kedua ini telah dimulai sejak pukul 07.00 WITA dan direncanakan akan berlangsung hingga pukul 17.30 WITA sore nanti.

    Metode yang digunakan adalah penyisiran, baik di area tepian sungai maupun di area tengah tempat sampah menumpuk.

    "Nanti kita tinjau kembali, kalau memang korban tidak diketemukan kita akan tutup operasi sementara dan kita lanjut untuk besok pagi. Tapi besar harapan kami, dengan doa warga dan masyarakat Samarinda, korban cepat ditemukan," harapnya.

    Diberitakan sebelumnya, peristiwa nahas ini terjadi pada Senin (26/1/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WITA.

    Seorang saksi mata, Sarinem, mengaku melihat detik-detik memilukan saat korban berjuang di permukaan air.

    Menurut kesaksian Sarinem, korban terlihat berenang sendirian setelah diduga terjun dari sebuah perahu kecil.

    Bocah malang tersebut sempat terlihat melambaikan tangan meminta pertolongan sebelum akhirnya hilang ditelan arus Sungai Mahakam.

    "Sekitar jam 10-an saya lihat anak itu minta tolong. Tangannya sudah begini-begini, kayak melambai. Nggak lama kemudian tenggelam," ungkap Sarinem.

    Warga yang mendengar teriakan minta tolong sempat berdatangan ke lokasi, namun sayangnya tubuh korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air.

    Hingga berita ini diturunkan, tim SAR bersama warga sekitar masih terus menyisir sungai dengan harapan Azam dapat segera ditemukan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Hari ke-2 Pencarian Bocah 7 Tahun yang Tenggelam di Sungai Mahakam, Tim SAR Fokus Sisir Tumpukan Sampah hingga 2 KM

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    27 Januari 2026 pukul 20:54 WITA

    Tim SAR Gabungan bergerak menyisir sungai Mahakam untuk melakukan pencarian bocah 7 tahun. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Nasib malang menimpa Azam Arahan, bocah berusia tujuh tahun yang dilaporkan tenggelam di perairan Sungai Mahakam, Samarinda.

    Hingga hari kedua pencarian, Selasa (27/1/2026), keberadaan murid kelas 1 Sekolah Dasar (SD) tersebut masih belum diketahui.

    Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian, tepatnya di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo, area pertigaan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda.

    Koordinator Pos SAR Samarinda, Mardi Sianturi, mengungkapkan bahwa operasi pencarian hari ini menghadapi tantangan yang cukup berat.

    Tim SAR memfokuskan penyisiran di area permukaan sungai yang dipenuhi hambatan alami.

    "Tim SAR Gabungan telah melakukan pencarian ataupun penyisiran baik di TKP maupun 2 km ke arah hilir," ujar Mardi Sianturi kepada awak media di lokasi kejadian.

    Mardi menjelaskan, strategi pencarian hari ini secara khusus menyasar tumpukan sampah dan rintangan (obstacle) yang mengapung di air.

    Hal ini dilakukan karena ada kemungkinan tubuh korban tersangkut di antara material tersebut.

    Dalam proses pencarian, tim di lapangan menemui sejumlah kendala. Selain banyaknya sampah, arus Sungai Mahakam yang deras turut menyulitkan pergerakan tim penyelamat.

    "Adapun hambatan-hambatan yang kita temui di lapangan yaitu derasnya arus sama adanya obstacle ataupun sampah-sampah yang banyak," tambahnya.

    Operasi pencarian di hari kedua ini telah dimulai sejak pukul 07.00 WITA dan direncanakan akan berlangsung hingga pukul 17.30 WITA sore nanti.

    Metode yang digunakan adalah penyisiran, baik di area tepian sungai maupun di area tengah tempat sampah menumpuk.

    "Nanti kita tinjau kembali, kalau memang korban tidak diketemukan kita akan tutup operasi sementara dan kita lanjut untuk besok pagi. Tapi besar harapan kami, dengan doa warga dan masyarakat Samarinda, korban cepat ditemukan," harapnya.

    Diberitakan sebelumnya, peristiwa nahas ini terjadi pada Senin (26/1/2026) pagi sekitar pukul 10.00 WITA.

    Seorang saksi mata, Sarinem, mengaku melihat detik-detik memilukan saat korban berjuang di permukaan air.

    Menurut kesaksian Sarinem, korban terlihat berenang sendirian setelah diduga terjun dari sebuah perahu kecil.

    Bocah malang tersebut sempat terlihat melambaikan tangan meminta pertolongan sebelum akhirnya hilang ditelan arus Sungai Mahakam.

    "Sekitar jam 10-an saya lihat anak itu minta tolong. Tangannya sudah begini-begini, kayak melambai. Nggak lama kemudian tenggelam," ungkap Sarinem.

    Warga yang mendengar teriakan minta tolong sempat berdatangan ke lokasi, namun sayangnya tubuh korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air.

    Hingga berita ini diturunkan, tim SAR bersama warga sekitar masih terus menyisir sungai dengan harapan Azam dapat segera ditemukan.

    (Sf/Rs)