Cari disini...
Seputar Kaltim
Upacara tabur bunga dilaksanakan di atas KRI HIU-634 TNI Angkatan Laut, untuk mengenang pertempuran Laut Aru dan gugurnya pahlawan nasional Komodor Yos Sudarso. (Foto: Humas/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Peringatan Hari Dharma Samudera di perairan Teluk Balikpapan dimanfaatkan sebagai momentum untuk merefleksikan jasa dan pengorbanan para pahlawan laut yang telah meletakkan dasar bagi kemerdekaan dan pembangunan Indonesia.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menyampaikan hal tersebut usai mengikuti upacara dan tabur bunga di atas KRI HIU-634, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Dharma Samudera yang diperingati setiap 15 Januari untuk mengenang pertempuran Laut Aru dan gugurnya pahlawan nasional Komodor Yos Sudarso.
Menurut Bagus, peringatan tersebut menjadi pengingat kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia tidak terlepas dari pengorbanan besar para prajurit TNI Angkatan Laut.
“Upacara ini adalah bentuk penghormatan kepada para pahlawan, khususnya Komodor Yos Sudarso yang gugur dalam pertempuran Laut Aru. Hingga hari ini jasa mereka tetap kami hargai dan kenang,” ucap Bagus usai upacara.
Ia menegaskan tugas generasi penerus bukan hanya mengenang, tetapi juga melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui kerja nyata dan pembangunan berkelanjutan.
“Kami patut bersyukur atas kondisi bangsa saat ini. Tugas kami adalah melanjutkan perjuangan itu dengan membangun dan memajukan Indonesia,” tambahnya.
Upacara tabur bunga dilaksanakan di atas KRI HIU-634, kapal perang TNI Angkatan Laut produksi PT PAL Indonesia. Keberadaan kapal tersebut dinilai menjadi simbol kemajuan industri pertahanan nasional, sekaligus kesiapan Indonesia dalam menjaga kedaulatan laut.
“KRI HIU-634 merupakan kapal produksi dalam negeri. Ini menunjukkan kemampuan bangsa dalam mengembangkan alutsista untuk menjaga keamanan negara,” paparnya.
Selain sebagai penghormatan kepada pahlawan, kegiatan ini juga mencerminkan sinergi dan kebersamaan antara Pemerintah Kota Balikpapan dan TNI Angkatan Laut dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Sementara Komandan Lanal Balikpapan, Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono mengatakan, Teluk Balikpapan dipilih sebagai lokasi upacara karena memiliki nilai sejarah penting bagi TNI Angkatan Laut.
“Peringatan Hari Dharma Samudera ini merupakan bentuk penghormatan atas gugurnya Komodor Yos Sudarso. Teluk Balikpapan sendiri memiliki catatan sejarah besar bagi TNI AL,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, di perairan tersebut pernah terjadi peristiwa tenggelamnya KRI Hang Tuah akibat serangan pesawat pemberontak Permesta yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa.
“Sejarah ini kami sampaikan agar dapat terus dikenang dan ke depan bisa diangkat sebagai bagian dari sejarah penting Kota Balikpapan,” pungkasnya.
Peringatan Hari Dharma Samudera diharapkan mampu menumbuhkan semangat nasionalisme serta memperkuat komitmen generasi saat ini dalam menjaga persatuan, kedaulatan dan pembangunan bangsa.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Upacara tabur bunga dilaksanakan di atas KRI HIU-634 TNI Angkatan Laut, untuk mengenang pertempuran Laut Aru dan gugurnya pahlawan nasional Komodor Yos Sudarso. (Foto: Humas/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Peringatan Hari Dharma Samudera di perairan Teluk Balikpapan dimanfaatkan sebagai momentum untuk merefleksikan jasa dan pengorbanan para pahlawan laut yang telah meletakkan dasar bagi kemerdekaan dan pembangunan Indonesia.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menyampaikan hal tersebut usai mengikuti upacara dan tabur bunga di atas KRI HIU-634, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Dharma Samudera yang diperingati setiap 15 Januari untuk mengenang pertempuran Laut Aru dan gugurnya pahlawan nasional Komodor Yos Sudarso.
Menurut Bagus, peringatan tersebut menjadi pengingat kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia tidak terlepas dari pengorbanan besar para prajurit TNI Angkatan Laut.
“Upacara ini adalah bentuk penghormatan kepada para pahlawan, khususnya Komodor Yos Sudarso yang gugur dalam pertempuran Laut Aru. Hingga hari ini jasa mereka tetap kami hargai dan kenang,” ucap Bagus usai upacara.
Ia menegaskan tugas generasi penerus bukan hanya mengenang, tetapi juga melanjutkan perjuangan para pahlawan melalui kerja nyata dan pembangunan berkelanjutan.
“Kami patut bersyukur atas kondisi bangsa saat ini. Tugas kami adalah melanjutkan perjuangan itu dengan membangun dan memajukan Indonesia,” tambahnya.
Upacara tabur bunga dilaksanakan di atas KRI HIU-634, kapal perang TNI Angkatan Laut produksi PT PAL Indonesia. Keberadaan kapal tersebut dinilai menjadi simbol kemajuan industri pertahanan nasional, sekaligus kesiapan Indonesia dalam menjaga kedaulatan laut.
“KRI HIU-634 merupakan kapal produksi dalam negeri. Ini menunjukkan kemampuan bangsa dalam mengembangkan alutsista untuk menjaga keamanan negara,” paparnya.
Selain sebagai penghormatan kepada pahlawan, kegiatan ini juga mencerminkan sinergi dan kebersamaan antara Pemerintah Kota Balikpapan dan TNI Angkatan Laut dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Sementara Komandan Lanal Balikpapan, Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono mengatakan, Teluk Balikpapan dipilih sebagai lokasi upacara karena memiliki nilai sejarah penting bagi TNI Angkatan Laut.
“Peringatan Hari Dharma Samudera ini merupakan bentuk penghormatan atas gugurnya Komodor Yos Sudarso. Teluk Balikpapan sendiri memiliki catatan sejarah besar bagi TNI AL,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, di perairan tersebut pernah terjadi peristiwa tenggelamnya KRI Hang Tuah akibat serangan pesawat pemberontak Permesta yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan bangsa.
“Sejarah ini kami sampaikan agar dapat terus dikenang dan ke depan bisa diangkat sebagai bagian dari sejarah penting Kota Balikpapan,” pungkasnya.
Peringatan Hari Dharma Samudera diharapkan mampu menumbuhkan semangat nasionalisme serta memperkuat komitmen generasi saat ini dalam menjaga persatuan, kedaulatan dan pembangunan bangsa.
(Sf/Lo)