Seputar Kaltim

    Hari Anak Nasional 2026, Bupati dan Bunda PAUD Kutim Kompak Ingatkan Orang Tua Jangan Bentak Anak

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    26 Juli 2026 pukul 12:25 WITA

    Peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) di halaman Kantor Camat Sangatta Utara. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Larangan membentak anak menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). 

    Bunda PAUD Kutim, Siti Robiah dan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman sama-sama mengingatkan orang tua agar menerapkan pola asuh yang penuh kasih sayang demi mendukung tumbuh kembang anak.

    Siti Robiah mengatakan salah satu bentuk kasih sayang yang dapat diterapkan orang tua maupun guru ialah menghindari membentak anak.

    "Bentuk kasih sayang salah satunya adalah tidak membentak anak, sehingga anak-anak merasa nyaman dan juga merasa terlindungi," ujar Robiah. 

    Selain pola asuh, Ia menilai pendidikan sejak usia dini juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa depan anak. Ia mengapresiasi dukungan orang tua terhadap pelaksanaan wajib belajar 13 tahun di Kutim yang dimulai dari pendidikan TK. 

    Pendidikan sejak tersebut membantu membentuk karakter dan mental anak, sehingga lebih siap mengikuti pendidikan di jenjang berikutnya. 

    Siti Robiah juga mengingatkan pentingnya pemenuhan gizi sebagai penunjang pertumbuhan anak. Asupan gizi yang sesuai standar, kata dia, diperlukan agar tumbuh kembang anak berjalan optimal.

    "Kita juga harus mengawal tumbuh kembangnya yaitu dengan memberikan asupan gizi yang baik, asupan gizi yang memenuhi standar sehingga anak-anak kita tumbuh dan berkembang sesuai kartu perkembangannya," katanya. 

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman juga meminta para orang tua memahami cara mendidik anak tanpa memberikan tekanan psikologis.

    "Saya menggarisbawahi apa yang disampaikan Bunda PAUD, jangan bentak anak. Cari cara yang paling baik agar anak tidak mengalami tekanan psikologis," jelas Ardiansyah. 

    Ia mengatakan anak-anak yang saat ini masih berusia dini akan memasuki usia produktif saat Indonesia menyongsong Indonesia Emas 2045.

    "Indonesia memiliki bonus demografi yang luar biasa. Oleh karenanya sejak saat ini kita berikan kepada mereka kesempatan untuk hadir di tengah-tengah masyarakat," pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Hari Anak Nasional 2026, Bupati dan Bunda PAUD Kutim Kompak Ingatkan Orang Tua Jangan Bentak Anak

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    26 Juli 2026 pukul 12:25 WITA

    Peringatan Hari Anak Nasional 2026 yang digelar Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) di halaman Kantor Camat Sangatta Utara. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Larangan membentak anak menjadi salah satu pesan yang mengemuka dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). 

    Bunda PAUD Kutim, Siti Robiah dan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman sama-sama mengingatkan orang tua agar menerapkan pola asuh yang penuh kasih sayang demi mendukung tumbuh kembang anak.

    Siti Robiah mengatakan salah satu bentuk kasih sayang yang dapat diterapkan orang tua maupun guru ialah menghindari membentak anak.

    "Bentuk kasih sayang salah satunya adalah tidak membentak anak, sehingga anak-anak merasa nyaman dan juga merasa terlindungi," ujar Robiah. 

    Selain pola asuh, Ia menilai pendidikan sejak usia dini juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa depan anak. Ia mengapresiasi dukungan orang tua terhadap pelaksanaan wajib belajar 13 tahun di Kutim yang dimulai dari pendidikan TK. 

    Pendidikan sejak tersebut membantu membentuk karakter dan mental anak, sehingga lebih siap mengikuti pendidikan di jenjang berikutnya. 

    Siti Robiah juga mengingatkan pentingnya pemenuhan gizi sebagai penunjang pertumbuhan anak. Asupan gizi yang sesuai standar, kata dia, diperlukan agar tumbuh kembang anak berjalan optimal.

    "Kita juga harus mengawal tumbuh kembangnya yaitu dengan memberikan asupan gizi yang baik, asupan gizi yang memenuhi standar sehingga anak-anak kita tumbuh dan berkembang sesuai kartu perkembangannya," katanya. 

    Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman juga meminta para orang tua memahami cara mendidik anak tanpa memberikan tekanan psikologis.

    "Saya menggarisbawahi apa yang disampaikan Bunda PAUD, jangan bentak anak. Cari cara yang paling baik agar anak tidak mengalami tekanan psikologis," jelas Ardiansyah. 

    Ia mengatakan anak-anak yang saat ini masih berusia dini akan memasuki usia produktif saat Indonesia menyongsong Indonesia Emas 2045.

    "Indonesia memiliki bonus demografi yang luar biasa. Oleh karenanya sejak saat ini kita berikan kepada mereka kesempatan untuk hadir di tengah-tengah masyarakat," pungkasnya.

    (Sf/Lo)