Seputar Kaltim

    Harga TBS Naik, Kepala Disbun Berau Harap Tak Ada Permainan Harga 

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    24 Desember 2024 pukul 15:43 WITA

    Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Petani sawit kini sedang berbahagia karena harga tandan buah segar (TBS) terus mengalami kenaikan hal ini di pengaruhi dari kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global.

    Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini saat dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan, secara global harga minyak kelapa sawit tertimbang saat ini berada di angka Rp 17.000 per kilogram. Angka tersebut, tentu langsung berdampak kepada harga TBS di pabrik maupun petani.

    "Di pabrik jika mengikuti harga dari pemerintah, berada di harga Rp 3.200 sedang di tingkat petani TBS yang diterima di kebun Rp 2.000 per kilogram. Itu sudah angka yang luar biasa, mudah-mudahan angka ini menggemberikan para petani. Kalau harga segitu di tingkat petani itu sudah luar biasa," kata Kepala Disbun Berau, Lita Handini.

    Selain itu, ia menyampaikan karena harga jual sedang naik maka ia mengingatkan agar semua pihak, mulai dari tengkulak, pengepul, hingga perusahaan, tetap konsisten mengikuti trend harga di pasaran.

    "Kita berharap semua konsisten memberi harga yang bagus, tanpa ada permainan harga di lapangan. Karna memang harga di pasaran sedang bagus," ujarnya.

    Dirinya pun mengatakan, dengan adanya kabar ini, ia meminta para petani mandiri tetap menjaga kualitas kebun sawit agar produksi tetap stabil dengan lebih aktif melakukan pemupukan serta perawatan secara berkala.

    "Karena kelapa sawit itu kalau tidak di pupuk buahnya kecil. Jadi kita berharap dengan kenaikan harga ini bisa menyisihkan sebagian untuk pemupukan, sehingga produksi yang dihasilkan juga bagus," pungkasnya.

    Lita pun berharap dengan kabar gembira kenaikan harga ini dapat memberikan kesejahteraan bagi para petani sawit di Kabupaten Berau. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Harga TBS Naik, Kepala Disbun Berau Harap Tak Ada Permainan Harga 

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    24 Desember 2024 pukul 15:43 WITA

    Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Petani sawit kini sedang berbahagia karena harga tandan buah segar (TBS) terus mengalami kenaikan hal ini di pengaruhi dari kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global.

    Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Lita Handini saat dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan, secara global harga minyak kelapa sawit tertimbang saat ini berada di angka Rp 17.000 per kilogram. Angka tersebut, tentu langsung berdampak kepada harga TBS di pabrik maupun petani.

    "Di pabrik jika mengikuti harga dari pemerintah, berada di harga Rp 3.200 sedang di tingkat petani TBS yang diterima di kebun Rp 2.000 per kilogram. Itu sudah angka yang luar biasa, mudah-mudahan angka ini menggemberikan para petani. Kalau harga segitu di tingkat petani itu sudah luar biasa," kata Kepala Disbun Berau, Lita Handini.

    Selain itu, ia menyampaikan karena harga jual sedang naik maka ia mengingatkan agar semua pihak, mulai dari tengkulak, pengepul, hingga perusahaan, tetap konsisten mengikuti trend harga di pasaran.

    "Kita berharap semua konsisten memberi harga yang bagus, tanpa ada permainan harga di lapangan. Karna memang harga di pasaran sedang bagus," ujarnya.

    Dirinya pun mengatakan, dengan adanya kabar ini, ia meminta para petani mandiri tetap menjaga kualitas kebun sawit agar produksi tetap stabil dengan lebih aktif melakukan pemupukan serta perawatan secara berkala.

    "Karena kelapa sawit itu kalau tidak di pupuk buahnya kecil. Jadi kita berharap dengan kenaikan harga ini bisa menyisihkan sebagian untuk pemupukan, sehingga produksi yang dihasilkan juga bagus," pungkasnya.

    Lita pun berharap dengan kabar gembira kenaikan harga ini dapat memberikan kesejahteraan bagi para petani sawit di Kabupaten Berau. 

    (Sf/Rs)