Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat memantau harga di pasar Tamrin. (Foto: Diskominfo Bontang)
Bontang - Harga kebutuhan bahan pokok di Kota Bontang terpantau relatif stabil menjelang Hari Raya Idulfitri. Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah di tiga pasar utama, tidak ditemukan lonjakan signifikan sejak awal Ramadan.
Sejumlah komoditas utama masih berada dalam kisaran harga yang terkendali. Beras medium dijual sekitar Rp15.400 per kilogram, sementara beras premium Rp16.100 per kilogram. Gula pasir berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp19.000 per kilogram, dan minyak goreng kemasan Rp24.000–Rp26.000 per liter.
Untuk komoditas protein, daging sapi tercatat sekitar Rp160.000 per kilogram, daging ayam Rp58.000 per ekor, serta telur ayam Rp2.000–Rp2.400 per butir atau sekitar Rp60.000 per piring.
Meski demikian, beberapa bahan masih tergolong tinggi, khususnya cabai yang berada di kisaran Rp90.000–Rp100.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah dijual Rp45.000–Rp50.000 per kilogram dan bawang putih Rp40.000–Rp45.000 per kilogram.
Pemerintah daerah menilai stabilnya harga ini dipengaruhi oleh distribusi yang lancar serta ketersediaan stok yang masih mencukupi di pasaran.
“Masalah harga ada kenaikan tapi tidak signifikan,” ujar Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan bahan pokok di tiga pasar, Selasa (17/3/2026) pagi.
Selain itu, intervensi melalui program Gerakan Pangan Murah turut membantu menjaga daya beli masyarakat. Dalam program tersebut, harga beberapa komoditas bisa lebih rendah, seperti beras SPHP sekitar Rp60 ribu per 5 kilogram dan gula pasir Rp17.900 per kilogram.
Ke depan, pemerintah memastikan pengawasan akan terus dilakukan, terutama untuk mengantisipasi potensi penimbunan dan lonjakan harga yang tidak wajar menjelang Lebaran.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat memantau harga di pasar Tamrin. (Foto: Diskominfo Bontang)
Bontang - Harga kebutuhan bahan pokok di Kota Bontang terpantau relatif stabil menjelang Hari Raya Idulfitri. Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah di tiga pasar utama, tidak ditemukan lonjakan signifikan sejak awal Ramadan.
Sejumlah komoditas utama masih berada dalam kisaran harga yang terkendali. Beras medium dijual sekitar Rp15.400 per kilogram, sementara beras premium Rp16.100 per kilogram. Gula pasir berada di kisaran Rp18.000 hingga Rp19.000 per kilogram, dan minyak goreng kemasan Rp24.000–Rp26.000 per liter.
Untuk komoditas protein, daging sapi tercatat sekitar Rp160.000 per kilogram, daging ayam Rp58.000 per ekor, serta telur ayam Rp2.000–Rp2.400 per butir atau sekitar Rp60.000 per piring.
Meski demikian, beberapa bahan masih tergolong tinggi, khususnya cabai yang berada di kisaran Rp90.000–Rp100.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah dijual Rp45.000–Rp50.000 per kilogram dan bawang putih Rp40.000–Rp45.000 per kilogram.
Pemerintah daerah menilai stabilnya harga ini dipengaruhi oleh distribusi yang lancar serta ketersediaan stok yang masih mencukupi di pasaran.
“Masalah harga ada kenaikan tapi tidak signifikan,” ujar Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga kebutuhan bahan pokok di tiga pasar, Selasa (17/3/2026) pagi.
Selain itu, intervensi melalui program Gerakan Pangan Murah turut membantu menjaga daya beli masyarakat. Dalam program tersebut, harga beberapa komoditas bisa lebih rendah, seperti beras SPHP sekitar Rp60 ribu per 5 kilogram dan gula pasir Rp17.900 per kilogram.
Ke depan, pemerintah memastikan pengawasan akan terus dilakukan, terutama untuk mengantisipasi potensi penimbunan dan lonjakan harga yang tidak wajar menjelang Lebaran.
(Sf/Rs)