Seputar Kaltim

    Harga Sawit Meroket, Petani Kaltim Semringah

    Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kabar baik, harga TBS sawit di Kaltim melonjak drastis. Kenaikan ini membawa angin segar bagi pendapatan para petani di Benua Etam. (Ilustrasi TBS Kolase oleh Seputarfakta)

    Seputar Fakta - Kabar gembira datang bagi para petani kelapa sawit di Kalimantan Timur. Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kembali melejit secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir, membawa angin segar bagi pendapatan para pekebun.

    Kenaikan harga ini disambut dengan suka cita, terutama bagi para petani yang telah menjalin kemitraan dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS). Momen ini menjadi bukti nyata dampak positif dari penguatan harga di tingkat global.

    Imbas Penguatan CPO Global

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Andi M. Siddik, menjelaskan bahwa tren positif ini didorong oleh beberapa faktor. Faktor utamanya adalah penguatan harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global serta meningkatnya permintaan komoditas.

    Untuk periode 1 hingga 15 Oktober 2025, harga rata-rata tertimbang CPO telah ditetapkan sebesar Rp 14.336,38 per kilogram. Sementara itu, harga kernel atau inti sawit berada di angka Rp 12.937,69 per kilogram, dengan Indeks K sebesar 89,06 persen.

    Data tersebut menjadi acuan dalam penetapan harga TBS di tingkat petani. Kenaikan harga ini berlaku untuk semua kelompok umur tanaman sawit, mulai dari yang baru menghasilkan hingga yang sudah berada di puncak produktivitas.

    "Untuk TBS yang dipanen dari pohon umur 3 tahun dengan harga Rp 2.965,44 per kg," ucap Andi M. Siddik dalam keterangan resminya, Jumat (17/10/25).

    Ia merinci lebih lanjut, untuk kelapa sawit umur 4 tahun dihargai Rp 3.160,20 per kilogram, dan umur 5 tahun seharga Rp 3.181,31 per kilogram. Harga terus menanjak seiring dengan bertambahnya usia tanam.

    Menurutnya, daftar harga ini menjadi standar bagi petani yang sudah bermitra, khususnya para pekebun plasma. Adanya kerjasama ini diharapkan dapat melindungi petani dari permainan harga tengkulak dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka.

    “Selanjutnya umur 6 tahun Rp 3.216,07 per kg,” sebutnya.


    Seputar Kaltim

    Harga Sawit Meroket, Petani Kaltim Semringah

    Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kabar baik, harga TBS sawit di Kaltim melonjak drastis. Kenaikan ini membawa angin segar bagi pendapatan para petani di Benua Etam. (Ilustrasi TBS Kolase oleh Seputarfakta)

    Seputar Fakta - Kabar gembira datang bagi para petani kelapa sawit di Kalimantan Timur. Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit kembali melejit secara signifikan dalam beberapa pekan terakhir, membawa angin segar bagi pendapatan para pekebun.

    Kenaikan harga ini disambut dengan suka cita, terutama bagi para petani yang telah menjalin kemitraan dengan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS). Momen ini menjadi bukti nyata dampak positif dari penguatan harga di tingkat global.

    Imbas Penguatan CPO Global

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Andi M. Siddik, menjelaskan bahwa tren positif ini didorong oleh beberapa faktor. Faktor utamanya adalah penguatan harga Crude Palm Oil (CPO) di pasar global serta meningkatnya permintaan komoditas.

    Untuk periode 1 hingga 15 Oktober 2025, harga rata-rata tertimbang CPO telah ditetapkan sebesar Rp 14.336,38 per kilogram. Sementara itu, harga kernel atau inti sawit berada di angka Rp 12.937,69 per kilogram, dengan Indeks K sebesar 89,06 persen.

    Data tersebut menjadi acuan dalam penetapan harga TBS di tingkat petani. Kenaikan harga ini berlaku untuk semua kelompok umur tanaman sawit, mulai dari yang baru menghasilkan hingga yang sudah berada di puncak produktivitas.

    "Untuk TBS yang dipanen dari pohon umur 3 tahun dengan harga Rp 2.965,44 per kg," ucap Andi M. Siddik dalam keterangan resminya, Jumat (17/10/25).

    Ia merinci lebih lanjut, untuk kelapa sawit umur 4 tahun dihargai Rp 3.160,20 per kilogram, dan umur 5 tahun seharga Rp 3.181,31 per kilogram. Harga terus menanjak seiring dengan bertambahnya usia tanam.

    Menurutnya, daftar harga ini menjadi standar bagi petani yang sudah bermitra, khususnya para pekebun plasma. Adanya kerjasama ini diharapkan dapat melindungi petani dari permainan harga tengkulak dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka.

    “Selanjutnya umur 6 tahun Rp 3.216,07 per kg,” sebutnya.