Seputar Kaltim

    Harga Rumah di Balikpapan Melandai, Properti Komersial Turun

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    03 April 2026 pukul 17:12 WITA

    Harga rumah baru di Balikpapan pada triwulan IV 2025 mengalami perlambatan. (Foto: Freepik)

    Balikpapan – Harga rumah baru di Balikpapan pada triwulan IV 2025 mengalami perlambatan, sementara harga properti komersial mencatat penurunan. Hal ini berdasarkan survei yang dirilis Bank Indonesia Balikpapan.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi menyebut Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tumbuh 0,43 persen, lebih rendah dari triwulan sebelumnya sebesar 0,67 persen.

    “Perlambatan terjadi pada seluruh tipe rumah. Tipe besar tumbuh 1,27 persen, tipe menengah 0,07 persen dan tipe kecil 0,14 persen,” ucap Robi dalam keterangan resminya, Jumat (3/4/2026).

    Menurut Robi kondisi ini dipengaruhi permintaan yang belum kuat seiring selesainya sejumlah proyek strategis, seperti RDMP dan pembangunan IKN tahap satu, serta masih terbatasnya lanjutan proyek IKN yang berdampak pada mobilitas pekerja.

    Dari sisi penjualan, volume rumah baru tercatat 119 unit atau turun 42,79 persen, meski tidak sedalam penurunan triwulan sebelumnya.

    “Penjualan rumah tipe besar justru naik signifikan secara triwulanan menjadi 27 unit, sementara tipe kecil dan menengah menurun,” lanjutnya.

    Pembelian rumah masih didominasi skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar 78 persen. Penyaluran KPR mencapai Rp4,97 triliun atau tumbuh 4,16 persen dengan rasio kredit bermasalah tetap terjaga di bawah lima persen.

    Sementara Indeks Harga Properti Komersial (IHPK) turun 0,36 persen. Penurunan terjadi pada sektor perkantoran, hotel dan apartemen, sedangkan ritel relatif stabil.

    “Penurunan ini dipicu lemahnya permintaan, terutama pada sektor hotel akibat kebijakan efisiensi pemerintah, serta berkurangnya aktivitas pekerja proyek yang turut menekan permintaan apartemen dan perkantoran,” paparnya.

    Meski demikian, prospek sektor properti di Balikpapan dinilai tetap positif, didukung rencana operasional industri hilirisasi dan kelanjutan pembangunan IKN pada 2026.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Harga Rumah di Balikpapan Melandai, Properti Komersial Turun

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    03 April 2026 pukul 17:12 WITA

    Harga rumah baru di Balikpapan pada triwulan IV 2025 mengalami perlambatan. (Foto: Freepik)

    Balikpapan – Harga rumah baru di Balikpapan pada triwulan IV 2025 mengalami perlambatan, sementara harga properti komersial mencatat penurunan. Hal ini berdasarkan survei yang dirilis Bank Indonesia Balikpapan.

    Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi menyebut Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) tumbuh 0,43 persen, lebih rendah dari triwulan sebelumnya sebesar 0,67 persen.

    “Perlambatan terjadi pada seluruh tipe rumah. Tipe besar tumbuh 1,27 persen, tipe menengah 0,07 persen dan tipe kecil 0,14 persen,” ucap Robi dalam keterangan resminya, Jumat (3/4/2026).

    Menurut Robi kondisi ini dipengaruhi permintaan yang belum kuat seiring selesainya sejumlah proyek strategis, seperti RDMP dan pembangunan IKN tahap satu, serta masih terbatasnya lanjutan proyek IKN yang berdampak pada mobilitas pekerja.

    Dari sisi penjualan, volume rumah baru tercatat 119 unit atau turun 42,79 persen, meski tidak sedalam penurunan triwulan sebelumnya.

    “Penjualan rumah tipe besar justru naik signifikan secara triwulanan menjadi 27 unit, sementara tipe kecil dan menengah menurun,” lanjutnya.

    Pembelian rumah masih didominasi skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar 78 persen. Penyaluran KPR mencapai Rp4,97 triliun atau tumbuh 4,16 persen dengan rasio kredit bermasalah tetap terjaga di bawah lima persen.

    Sementara Indeks Harga Properti Komersial (IHPK) turun 0,36 persen. Penurunan terjadi pada sektor perkantoran, hotel dan apartemen, sedangkan ritel relatif stabil.

    “Penurunan ini dipicu lemahnya permintaan, terutama pada sektor hotel akibat kebijakan efisiensi pemerintah, serta berkurangnya aktivitas pekerja proyek yang turut menekan permintaan apartemen dan perkantoran,” paparnya.

    Meski demikian, prospek sektor properti di Balikpapan dinilai tetap positif, didukung rencana operasional industri hilirisasi dan kelanjutan pembangunan IKN pada 2026.

    (Sf/Lo)