Cari disini...
Seputar Kaltim
Suasana sejumlah lapak penjual makanan di Pasar Tangga Arung (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Spanduk promosi makanan ringan tradisional khas Makassar yakni Jalangkote yang terpampang di Lapak Coto Makassar Legend di Pasar Tangga Arung Square, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) kini hanya menjadi pajangan saja.
Hal itu dikarenakan harga minyak gorengan eceran belakangan ini sedang melonjak naik, sehingga membuat penjual terpaksa tidak memasukan nama makanan ringan tersebut dalam daftar menu.
Aliya yang merupakan penjual Soto Makassar dan Jalangkote di Pasar Tangga Arung Square memilih untuk tidak kembali menjual Jalangkote karena biaya produksi naik seiring meningkatnya harga minyak goreng.
Menurutnya, jalangkote merupakan makanan yang proses pembuatannya membutuhkan cukup banyak minyak goreng, sehingga keuntungan yang diperoleh dinilai semakin menipis akibat naiknya harga bahan baku tersebut.
“Makanya saya belum ada jualan Jalangkote karena terasa dari sisi penggunaan minyaknya,” ujar Aliya, Selasa (9/6/2026).
Kini di lapak miliknya, ia hanya menjual Soto Makassar dan Pisang Ijo. Meski harga beras juga ikut naik dan memberatkan pelaku usaha makanan, Aliya memilih untuk tidak menaikan harga dagangannya karena dikhawatirkan akan mengurangi minat pembeli.
“Terakhir saya beli dua liter minyak goreng sekitar Rp46 ribu tapi memang kualitas yang tinggi. Memang saat ini harga bahan pokok semakin naik, berbeda dengan dulu,” ungkap Aliya.
“Tapi kami tetap berusaha mempertahankan harga karena kami ingin mempertahankan pelanggan juga meski keuntungan yang diperoleh tipis,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menekan harga bahan pokok, khususnya minyak goreng agar pelaku usaha makanan skala kecil tidak semakin terbebani tingginya biaya produksi.
“Harapannya pemerintah bisa memperhatikan harga bahan pokok karena kenaikan harga ini sangat membebani pelaku usaha, terutama bagi pedagang kecil,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Suasana sejumlah lapak penjual makanan di Pasar Tangga Arung (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Spanduk promosi makanan ringan tradisional khas Makassar yakni Jalangkote yang terpampang di Lapak Coto Makassar Legend di Pasar Tangga Arung Square, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar) kini hanya menjadi pajangan saja.
Hal itu dikarenakan harga minyak gorengan eceran belakangan ini sedang melonjak naik, sehingga membuat penjual terpaksa tidak memasukan nama makanan ringan tersebut dalam daftar menu.
Aliya yang merupakan penjual Soto Makassar dan Jalangkote di Pasar Tangga Arung Square memilih untuk tidak kembali menjual Jalangkote karena biaya produksi naik seiring meningkatnya harga minyak goreng.
Menurutnya, jalangkote merupakan makanan yang proses pembuatannya membutuhkan cukup banyak minyak goreng, sehingga keuntungan yang diperoleh dinilai semakin menipis akibat naiknya harga bahan baku tersebut.
“Makanya saya belum ada jualan Jalangkote karena terasa dari sisi penggunaan minyaknya,” ujar Aliya, Selasa (9/6/2026).
Kini di lapak miliknya, ia hanya menjual Soto Makassar dan Pisang Ijo. Meski harga beras juga ikut naik dan memberatkan pelaku usaha makanan, Aliya memilih untuk tidak menaikan harga dagangannya karena dikhawatirkan akan mengurangi minat pembeli.
“Terakhir saya beli dua liter minyak goreng sekitar Rp46 ribu tapi memang kualitas yang tinggi. Memang saat ini harga bahan pokok semakin naik, berbeda dengan dulu,” ungkap Aliya.
“Tapi kami tetap berusaha mempertahankan harga karena kami ingin mempertahankan pelanggan juga meski keuntungan yang diperoleh tipis,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menekan harga bahan pokok, khususnya minyak goreng agar pelaku usaha makanan skala kecil tidak semakin terbebani tingginya biaya produksi.
“Harapannya pemerintah bisa memperhatikan harga bahan pokok karena kenaikan harga ini sangat membebani pelaku usaha, terutama bagi pedagang kecil,” tandasnya.
(Sf/Lo)