Cari disini...
Seputar Kaltim
LPG 12 Kilogram yang berada di salah satu pangkalan di Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Harga Liquefied Petroleum Gas (LGP) nonsubsidi 12 Kilogram (Kg) di Paser meningkat tajam dari harga Rp222 ribu menjadi Rp262 ribu per tabung.
Kenaikan harga salah satu kebutuhan pokok rumah tangga itu berdampak terhadap masyarakat yang terkejut dengan kenaikan harga tabung gas di Paser.
Petugas Penyalur LPG nonsubsidi di Tanah Grogot, Ely menyebut penyesuaian harga tabung LPG telah diberlakukan sejak 18 April 2026 lalu.
"Sudah sekitar lima hari diberlakukan penyesuaian harga sejak 18 April kemarin," kata Ely, Kamis (23/4/2026).
Selain itu, harga tabung LPG 5 Kg juga diketahui melonjak cukup tajam, sebelumnya Rp107 ribu menjadi Rp125 ribu per tabungnya. Meskipun mengalami kenaikan harga ia mengaku kondisi penjualan masih relatif stabil dan tidak mengalami penurunan yang signifikan.
"Mungkin karena salah satu kebutuhan pokok ya buat dapur. Makanya kalau penurunan penjualan tidak signifikan sampai saat ini,” tuturnya.
Kenaikan harga LPG tersebut juga berpotensi mengoreksi harga produk pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang kemungkinan akan menaikkan harga dagangan mereka untuk menjaga margin produksi dan penjualan produk.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

LPG 12 Kilogram yang berada di salah satu pangkalan di Paser. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Harga Liquefied Petroleum Gas (LGP) nonsubsidi 12 Kilogram (Kg) di Paser meningkat tajam dari harga Rp222 ribu menjadi Rp262 ribu per tabung.
Kenaikan harga salah satu kebutuhan pokok rumah tangga itu berdampak terhadap masyarakat yang terkejut dengan kenaikan harga tabung gas di Paser.
Petugas Penyalur LPG nonsubsidi di Tanah Grogot, Ely menyebut penyesuaian harga tabung LPG telah diberlakukan sejak 18 April 2026 lalu.
"Sudah sekitar lima hari diberlakukan penyesuaian harga sejak 18 April kemarin," kata Ely, Kamis (23/4/2026).
Selain itu, harga tabung LPG 5 Kg juga diketahui melonjak cukup tajam, sebelumnya Rp107 ribu menjadi Rp125 ribu per tabungnya. Meskipun mengalami kenaikan harga ia mengaku kondisi penjualan masih relatif stabil dan tidak mengalami penurunan yang signifikan.
"Mungkin karena salah satu kebutuhan pokok ya buat dapur. Makanya kalau penurunan penjualan tidak signifikan sampai saat ini,” tuturnya.
Kenaikan harga LPG tersebut juga berpotensi mengoreksi harga produk pelaku Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang kemungkinan akan menaikkan harga dagangan mereka untuk menjaga margin produksi dan penjualan produk.
(Sf/Lo)