Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu, Pemkot Bontang Gelar Gerakan Pangan Murah

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    11 Maret 2026 12:56 WIB

    Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat meninjau barang pada kegiatan GPM yang digelar DKP3. (Foto: Diskominfo Bontang)

    Bontang - Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasaran mendorong Pemerintah Kota Bontang menggelar Gerakan Pangan Murah di Lapangan Bola Tanjung Laut, Rabu (11/3/2026). Melalui kegiatan ini, berbagai komoditas pangan dijual dengan harga lebih rendah dari harga pasar untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

    Berdasarkan pantauan di pasar, harga cabai saat ini mencapai sekitar Rp100 ribu per kilogram. Namun dalam kegiatan tersebut, cabai dijual lebih murah yakni Rp80 ribu per kilogram.

    Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang, Debora Kristiani, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk menekan inflasi, terutama pada komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga.

    “Harga cabai saat ini 100 ribu di pasar. Di sini kami juga membawa cabai, kami membeli di petani 80 ribu. Jadi nanti bapak ibu juga bisa membeli seharga 80 ribu,” ujarnya.

    Selain cabai, beberapa komoditas lain juga dijual dengan harga lebih murah berkat subsidi pemerintah. Telur ayam ukuran medium yang di pasaran dijual sekitar Rp65 ribu per piring, dalam kegiatan ini bisa dibeli masyarakat dengan harga Rp60 ribu. DKP3 sendiri membeli telur dari peternak seharga Rp63 ribu, sementara selisih harga ditanggung melalui subsidi pemerintah.

    Sementara itu, beras premium yang di pasaran dijual sekitar Rp77 ribu dapat dibeli masyarakat dengan harga Rp75 ribu. Pemerintah Kota Bontang juga memfasilitasi biaya transportasi distribusi beras dari Bulog Samarinda agar harga jual tetap lebih terjangkau.

    Untuk beras SPHP, yang di pasaran berkisar Rp65.500, pada kegiatan tersebut dijual Rp60 ribu dengan batas maksimal pembelian lima sak per orang. Selain itu, tersedia pula minyak goreng produk lokal Saro yang turut dipasarkan kepada masyarakat.

    Debora juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk lokal yang diproduksi di daerah.

    “Kami juga menyediakan minyak goreng lokal Saro. Kami mengajak masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk lokal,” katanya.

    Dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah kali ini, Perum Bulog Cabang Samarinda turut mendukung dengan menyediakan 800 sak beras SPHP serta 400 sak beras premium Punokawan. Selain itu, distribusi komoditas pangan dengan total sekitar enam ton juga difasilitasi melalui dukungan pembiayaan dari APBD Kota Bontang.

    Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris dan turut dihadiri Kepala DKP3 Bontang Ahmad Aznem serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bontang.

    Agus Haris berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

    “Saya berharap kegiatan ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, membantu memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di Kota Bontang menjelang Idulfitri 1447 Hijriah,” ujarnya.

    Gerakan Pangan Murah ini juga melibatkan sejumlah distributor dan pelaku usaha, di antaranya PT Segar Harum Kalimantan, PT Indofood Tbk, PT Ramayana Lestari Sentosa, PT Graha Bumi Hijau, CV Mazaya Jaya Gemilang, petani sayuran, peternak telur, UMKM pangan lokal binaan DKP3, serta Dharma Wanita Persatuan DKP3.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu, Pemkot Bontang Gelar Gerakan Pangan Murah

    Seputarfakta.com - Nuraini -

    Seputar Kaltim

    11 Maret 2026 12:56 WIB

    Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat meninjau barang pada kegiatan GPM yang digelar DKP3. (Foto: Diskominfo Bontang)

    Bontang - Kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasaran mendorong Pemerintah Kota Bontang menggelar Gerakan Pangan Murah di Lapangan Bola Tanjung Laut, Rabu (11/3/2026). Melalui kegiatan ini, berbagai komoditas pangan dijual dengan harga lebih rendah dari harga pasar untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.

    Berdasarkan pantauan di pasar, harga cabai saat ini mencapai sekitar Rp100 ribu per kilogram. Namun dalam kegiatan tersebut, cabai dijual lebih murah yakni Rp80 ribu per kilogram.

    Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Bontang, Debora Kristiani, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk menekan inflasi, terutama pada komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga.

    “Harga cabai saat ini 100 ribu di pasar. Di sini kami juga membawa cabai, kami membeli di petani 80 ribu. Jadi nanti bapak ibu juga bisa membeli seharga 80 ribu,” ujarnya.

    Selain cabai, beberapa komoditas lain juga dijual dengan harga lebih murah berkat subsidi pemerintah. Telur ayam ukuran medium yang di pasaran dijual sekitar Rp65 ribu per piring, dalam kegiatan ini bisa dibeli masyarakat dengan harga Rp60 ribu. DKP3 sendiri membeli telur dari peternak seharga Rp63 ribu, sementara selisih harga ditanggung melalui subsidi pemerintah.

    Sementara itu, beras premium yang di pasaran dijual sekitar Rp77 ribu dapat dibeli masyarakat dengan harga Rp75 ribu. Pemerintah Kota Bontang juga memfasilitasi biaya transportasi distribusi beras dari Bulog Samarinda agar harga jual tetap lebih terjangkau.

    Untuk beras SPHP, yang di pasaran berkisar Rp65.500, pada kegiatan tersebut dijual Rp60 ribu dengan batas maksimal pembelian lima sak per orang. Selain itu, tersedia pula minyak goreng produk lokal Saro yang turut dipasarkan kepada masyarakat.

    Debora juga mengajak masyarakat untuk mendukung produk lokal yang diproduksi di daerah.

    “Kami juga menyediakan minyak goreng lokal Saro. Kami mengajak masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk lokal,” katanya.

    Dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah kali ini, Perum Bulog Cabang Samarinda turut mendukung dengan menyediakan 800 sak beras SPHP serta 400 sak beras premium Punokawan. Selain itu, distribusi komoditas pangan dengan total sekitar enam ton juga difasilitasi melalui dukungan pembiayaan dari APBD Kota Bontang.

    Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris dan turut dihadiri Kepala DKP3 Bontang Ahmad Aznem serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bontang.

    Agus Haris berharap kegiatan ini dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

    “Saya berharap kegiatan ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, membantu memenuhi kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di Kota Bontang menjelang Idulfitri 1447 Hijriah,” ujarnya.

    Gerakan Pangan Murah ini juga melibatkan sejumlah distributor dan pelaku usaha, di antaranya PT Segar Harum Kalimantan, PT Indofood Tbk, PT Ramayana Lestari Sentosa, PT Graha Bumi Hijau, CV Mazaya Jaya Gemilang, petani sayuran, peternak telur, UMKM pangan lokal binaan DKP3, serta Dharma Wanita Persatuan DKP3.

    (Sf/Rs)