Seputar Kaltim

    Harga Beras Mahal, Pj Gubernur Kaltim: Pedagang jangan terlalu banyak menguntung

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    26 Februari 2024 pukul 13:44 WITA

    Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik saat meninjau stok beras yang ada di Gudang Bulog Balikpapan, Senin (26/2/2024). (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Mendapat keluhan dari masyarakat mengenai tingginya harga beras, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik melakukan kunjungan ke Gedung Bulog Balikpapan.

    Hal ini dilakukan untuk memastikan kesediaan pangan berupa beras masih cukup aman hingga akhir lebaran.

    "Untuk Harga Eceran Tinggi (HET) yang dijual ke pedagang Rp10.500, sehingga pedagang bisa menjual Rp11.500, saya pikir pedagang jangan terlalu banyak menguntung," ucap Akmal saat ditemui awak media di Gudang Bulog Balikpapan, Senin (26/2/2024).

    Dijelaskan, kebutuhan beras di Kaltim selama satu tahun kurang lebih sekitar 350 ribu ton. Hasil panen dari petani lokal, baru bisa memenuhi 140 ribu ton atau sekitar 30 hingga 45 persen saja.

    "Maka itu tidak ada pilihan bagi kita menggenjot produksi padi, sehingga kami sangat tergantung sekali, sistem pertanian kita masih tergantung sama alam dan cuaca," beber Akmal. 

    Menurutnya, inilah yang menjadi atensi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Disamping itu juga, pihaknya akan mendorong diversifikasi pangan, tidak hanya tergantung pada beras saja.

    "Saya berterima kasih sama Bulog karena sudah melaksanakan stabilisasi harga dengan baik," imbuhnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Harga Beras Mahal, Pj Gubernur Kaltim: Pedagang jangan terlalu banyak menguntung

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    26 Februari 2024 pukul 13:44 WITA

    Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik saat meninjau stok beras yang ada di Gudang Bulog Balikpapan, Senin (26/2/2024). (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Mendapat keluhan dari masyarakat mengenai tingginya harga beras, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik melakukan kunjungan ke Gedung Bulog Balikpapan.

    Hal ini dilakukan untuk memastikan kesediaan pangan berupa beras masih cukup aman hingga akhir lebaran.

    "Untuk Harga Eceran Tinggi (HET) yang dijual ke pedagang Rp10.500, sehingga pedagang bisa menjual Rp11.500, saya pikir pedagang jangan terlalu banyak menguntung," ucap Akmal saat ditemui awak media di Gudang Bulog Balikpapan, Senin (26/2/2024).

    Dijelaskan, kebutuhan beras di Kaltim selama satu tahun kurang lebih sekitar 350 ribu ton. Hasil panen dari petani lokal, baru bisa memenuhi 140 ribu ton atau sekitar 30 hingga 45 persen saja.

    "Maka itu tidak ada pilihan bagi kita menggenjot produksi padi, sehingga kami sangat tergantung sekali, sistem pertanian kita masih tergantung sama alam dan cuaca," beber Akmal. 

    Menurutnya, inilah yang menjadi atensi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Disamping itu juga, pihaknya akan mendorong diversifikasi pangan, tidak hanya tergantung pada beras saja.

    "Saya berterima kasih sama Bulog karena sudah melaksanakan stabilisasi harga dengan baik," imbuhnya.

    (Sf/Rs)