Seputar Kaltim

    Harga BBM Meroket, Pengendara di Kukar Curhat Ongkos Pengeluaran Membengkak

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    11 Juni 2026 pukul 20:50 WITA

    Papan harga BBM di SPBU Pesut, Tenggarong (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12 ribu menjadi Rp16 ribu per liter yang mulai diberlakukan pada 10 Juni 2026.

    Kenaikan harga BBM ini tentu membebani pengeluaran masyarakat, khususnya para pengendara yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan mobilitas kerja.

    Salah satu pengguna kendaraan di Tenggarong, Febri Andrean mengaku cukup terkejut dengan lonjakan harga Pertamax yang terjadi belakangan ini karena membuat ongkos pengeluaran untuk kebutuhan BBM semakin besar.

    Selama empat tahun terakhir, Febri merupakan pengguna setia BBM beroktan tinggi karena dinilai memberikan performa yang lebih baik bagi kendaraannya.

    “Sudah sekitar empat tahun saya menggunakan Pertamax karena mesin terasa lebih halus dan performanya lebih nyaman,” ujar Febri, Kamis (11/6/2026).

    Ia menilai kenaikan harga yang terjadi saat ini cukup signifikan dan langsung berdampak terhadap pengeluaran rutinnya. 

    “Saya memahami harga bisa berubah karena berbagai faktor. Namun menurut saya, kenaikan kali ini cukup tinggi dan terasa mendadak,” ungkapnya.

    Meski sudah bertahun-tahun menggunakan Pertamax, Febri mengaku mulai mempertimbangkan untuk beralih menggunakan BBM alternatif lain, salah satunya adalah Pertalite untuk mengurangi beban pengeluaran.

    “Sementara ini saya masih memakai Pertamax karena sudah sesuai dengan kebutuhan kendaraan. Tapi kalau memang kondisi mengharuskan, saya bisa saja beralih ke Pertalite,” tandasnya.

    Ia berharap pemerintah daerah dapat turun tangan untuk mengatasi kenaikan harga BBM agar tidak semakin memberatkan masyarakat.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Harga BBM Meroket, Pengendara di Kukar Curhat Ongkos Pengeluaran Membengkak

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    11 Juni 2026 pukul 20:50 WITA

    Papan harga BBM di SPBU Pesut, Tenggarong (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mengalami kenaikan dari Rp12 ribu menjadi Rp16 ribu per liter yang mulai diberlakukan pada 10 Juni 2026.

    Kenaikan harga BBM ini tentu membebani pengeluaran masyarakat, khususnya para pengendara yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan mobilitas kerja.

    Salah satu pengguna kendaraan di Tenggarong, Febri Andrean mengaku cukup terkejut dengan lonjakan harga Pertamax yang terjadi belakangan ini karena membuat ongkos pengeluaran untuk kebutuhan BBM semakin besar.

    Selama empat tahun terakhir, Febri merupakan pengguna setia BBM beroktan tinggi karena dinilai memberikan performa yang lebih baik bagi kendaraannya.

    “Sudah sekitar empat tahun saya menggunakan Pertamax karena mesin terasa lebih halus dan performanya lebih nyaman,” ujar Febri, Kamis (11/6/2026).

    Ia menilai kenaikan harga yang terjadi saat ini cukup signifikan dan langsung berdampak terhadap pengeluaran rutinnya. 

    “Saya memahami harga bisa berubah karena berbagai faktor. Namun menurut saya, kenaikan kali ini cukup tinggi dan terasa mendadak,” ungkapnya.

    Meski sudah bertahun-tahun menggunakan Pertamax, Febri mengaku mulai mempertimbangkan untuk beralih menggunakan BBM alternatif lain, salah satunya adalah Pertalite untuk mengurangi beban pengeluaran.

    “Sementara ini saya masih memakai Pertamax karena sudah sesuai dengan kebutuhan kendaraan. Tapi kalau memang kondisi mengharuskan, saya bisa saja beralih ke Pertalite,” tandasnya.

    Ia berharap pemerintah daerah dapat turun tangan untuk mengatasi kenaikan harga BBM agar tidak semakin memberatkan masyarakat.

    (Sf/Lo)