Cari disini...
Seputar Kaltim
Lapak penjual ayam di pasar Rawa Indah. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Harga ayam di pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) kian mahal menjelang tahun baru 2025. Kenaikan harga tersebut terjadi H-1 hari raya Natal atau sejak 24 Desember 2024 lalu.
Najamuddin, penjual ayam di pasar Tamrin mengatakan harga ayam pada Senin (23/12/2024) lalu masih sekitar Rp48 ribu per ekor, tapi kini sudah berada di harga Rp55 ribu per ekor.
“Dari pengepul harganya naik terus setiap hari, jadi kita juga mau tidak mau kasih naik harga,” ungkapnya Sabtu (28/12/2024).
Pada Senin lalu, harga beli ayam dari pemasok Rp24 ribu per Kilogram (Kg), tapi keesokannya harinya mulai naik Rp1.000 per Kg. “Sekarang sudah Rp29 ribu per Kg,” ucapnya.
Ia mengatakan kenaikan harga tersebut menyebabkan penjualan ayam semakin sedikit. Pada harga normal, dalam sehari bisa menjual 200 ekor ayam di pagi hari dan 50 ekor sore hari.
“Tapi kemarin Jumat (27/12/2024) hanya 170 ekor saja, itu tidak habis sampai sore. Ramainya itu sampai H-1 natal saja, setelah itu sepi,” bebernya.
Kondisi tersebut membuatnya khawatir harga dari pemasok kian naik. Sebab, jika harga semakin mahal, maka penjualan ayam akan semakin sedikit. “Kalau kita tidak naikan harga, keuntungan kita semakin tipis. Kita juga tidak tahu sampai kapan harganya naik,” keluhnya.
Hal yang sama dirasakan Andi, penjual ayam lainnya yang mengeluh karna harga dari pemasok ayam kian mahal.
Ini menyebabkan penjualannya menjadi sepi dan akhirnya banyak ayam yang belum terjual. “Biasanya jam segini sudah tinggal sedikit tapi, ini masih ada puluhan padahal stoknya udah dikurangin,” keluh Andi.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Lapak penjual ayam di pasar Rawa Indah. (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Harga ayam di pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) kian mahal menjelang tahun baru 2025. Kenaikan harga tersebut terjadi H-1 hari raya Natal atau sejak 24 Desember 2024 lalu.
Najamuddin, penjual ayam di pasar Tamrin mengatakan harga ayam pada Senin (23/12/2024) lalu masih sekitar Rp48 ribu per ekor, tapi kini sudah berada di harga Rp55 ribu per ekor.
“Dari pengepul harganya naik terus setiap hari, jadi kita juga mau tidak mau kasih naik harga,” ungkapnya Sabtu (28/12/2024).
Pada Senin lalu, harga beli ayam dari pemasok Rp24 ribu per Kilogram (Kg), tapi keesokannya harinya mulai naik Rp1.000 per Kg. “Sekarang sudah Rp29 ribu per Kg,” ucapnya.
Ia mengatakan kenaikan harga tersebut menyebabkan penjualan ayam semakin sedikit. Pada harga normal, dalam sehari bisa menjual 200 ekor ayam di pagi hari dan 50 ekor sore hari.
“Tapi kemarin Jumat (27/12/2024) hanya 170 ekor saja, itu tidak habis sampai sore. Ramainya itu sampai H-1 natal saja, setelah itu sepi,” bebernya.
Kondisi tersebut membuatnya khawatir harga dari pemasok kian naik. Sebab, jika harga semakin mahal, maka penjualan ayam akan semakin sedikit. “Kalau kita tidak naikan harga, keuntungan kita semakin tipis. Kita juga tidak tahu sampai kapan harganya naik,” keluhnya.
Hal yang sama dirasakan Andi, penjual ayam lainnya yang mengeluh karna harga dari pemasok ayam kian mahal.
Ini menyebabkan penjualannya menjadi sepi dan akhirnya banyak ayam yang belum terjual. “Biasanya jam segini sudah tinggal sedikit tapi, ini masih ada puluhan padahal stoknya udah dikurangin,” keluh Andi.
(Sf/By)