Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan masyarakat dapat menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan tenang tanpa perlu khawatir lonjakan harga.
Komitmen ini diperkuat dengan mensubsidi penuh biaya transportasi untuk mendistribusikan kebutuhan pokok ke wilayah-wilayah terpencil.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, mengungkapkan langkah strategis ini setelah Kaltim dinobatkan sebagai Provinsi Terbaik TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Regional Kalimantan.
"Baru meraih provinsi terbaik TPID ya, itu menunjukkan bahwa pengendalian inflasi di Kalimantan Timur berjalan dengan sangat baik. Upaya-upaya untuk stabilisasi stok dan pengendalian harga berjalan sesuai harapan," tegas Heni Purwaningsih saat diwawancarai di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (1/12/2025).
Heni mengakui, tantangan utama Kaltim adalah mengatasi disparitas harga yang tinggi di beberapa kota/kabupaten, terutama yang memiliki aksesibilitas sulit seperti Mahakam Ulu (Mahulu) dan Kutai Barat (Kubar).
Disparitas ini disebabkan oleh tingginya biaya logistik. Namun, Heni memastikan masalah ini kini diatasi dengan kebijakan yang pro-rakyat.
“Khusus untuk dua lokasi itu (Kubar dan Mahulu), kami dari DPPKUKM melakukan operasi pasar yang dalam bentuk reduksi biaya transport,” ungkapnya.
Artinya, biaya pengiriman atau distribusi barang kebutuhan pokok ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah provinsi.
“Sehingga, kami pastikan harga barang kebutuhan pokok di sini (Samarinda atau Balikpapan) dengan di Kubar atau di Mahulu itu sama,” tegasnya.
Untuk menjaga stabilitas harga secara menyeluruh menjelang hari raya, Heni menambahkan bahwa mulai 2 Desember ini, Pemprov Kaltim konsisten menggelar Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh TPTPH.
"Pemerintah kabupaten/kota sendiri juga sudah secara masif untuk melakukan upaya-upaya pengendalian harga dan stabilisasi harga," tambahnya.
Dalam pelaksanaan subsidi transportasi dan stabilisasi harga ini, DPPKUKM Kaltim juga melibatkan perusahaan daerah, yakni PT Melati Bhakti Satya (MBS), untuk memastikan distribusi barang kebutuhan pokok dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan masyarakat dapat menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan tenang tanpa perlu khawatir lonjakan harga.
Komitmen ini diperkuat dengan mensubsidi penuh biaya transportasi untuk mendistribusikan kebutuhan pokok ke wilayah-wilayah terpencil.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, mengungkapkan langkah strategis ini setelah Kaltim dinobatkan sebagai Provinsi Terbaik TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Regional Kalimantan.
"Baru meraih provinsi terbaik TPID ya, itu menunjukkan bahwa pengendalian inflasi di Kalimantan Timur berjalan dengan sangat baik. Upaya-upaya untuk stabilisasi stok dan pengendalian harga berjalan sesuai harapan," tegas Heni Purwaningsih saat diwawancarai di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Senin (1/12/2025).
Heni mengakui, tantangan utama Kaltim adalah mengatasi disparitas harga yang tinggi di beberapa kota/kabupaten, terutama yang memiliki aksesibilitas sulit seperti Mahakam Ulu (Mahulu) dan Kutai Barat (Kubar).
Disparitas ini disebabkan oleh tingginya biaya logistik. Namun, Heni memastikan masalah ini kini diatasi dengan kebijakan yang pro-rakyat.
“Khusus untuk dua lokasi itu (Kubar dan Mahulu), kami dari DPPKUKM melakukan operasi pasar yang dalam bentuk reduksi biaya transport,” ungkapnya.
Artinya, biaya pengiriman atau distribusi barang kebutuhan pokok ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah provinsi.
“Sehingga, kami pastikan harga barang kebutuhan pokok di sini (Samarinda atau Balikpapan) dengan di Kubar atau di Mahulu itu sama,” tegasnya.
Untuk menjaga stabilitas harga secara menyeluruh menjelang hari raya, Heni menambahkan bahwa mulai 2 Desember ini, Pemprov Kaltim konsisten menggelar Operasi Pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh TPTPH.
"Pemerintah kabupaten/kota sendiri juga sudah secara masif untuk melakukan upaya-upaya pengendalian harga dan stabilisasi harga," tambahnya.
Dalam pelaksanaan subsidi transportasi dan stabilisasi harga ini, DPPKUKM Kaltim juga melibatkan perusahaan daerah, yakni PT Melati Bhakti Satya (MBS), untuk memastikan distribusi barang kebutuhan pokok dapat berjalan secara optimal dan tepat sasaran.
(Sf/Rs)