Cari disini...
Seputar Kaltim
Ilustrasi kekerasan seksual. (Foto:Pinterest)
Tenggarong - Seorang wanita berusia 23 tahun mengalami pelecehan seksual saat melintas di jalan poros Tenggarong-Loa Janan, tepatnya di wilayah Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) Selasa (9/7/2024).
Ia dilecehkan seseorang yang tak dikenalnya saat melintas menggunakan sepeda motor Jembayan. Bagian sensitifnya, yakni payudara diremas oleh seseorang atau dikenal dengan Hantu Kacak.
Korban yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa saat itu dirinya dari Kota Samarinda menuju ke Tenggarong untuk kembali ke rumah yang berada di Jahab.
"Saya baru pulang kuliah dari Samarinda. Waktu itu dia ada di belakang, saya kaget dia langsung maju untuk mepet motor saya dari arah sebelah kanan jalan dan langsung melakukan niat jahatnya itu, bekas tangannya masih menempel di jaket," ucapnya.
Dirinya menduga seseorang tersebut merupakan pekerja dari sebuah perusahaan yang berada di lokasi itu. Sebab, celana dan sepatu yang ia pakai tampak seperti pakaian sekuriti.
"Saya tak melihat bujunya karena dia pakai jaket warna hitam, celana dan sepatu yang dia pakai seperti sekuriti, kalau motornya itu vario. Waktu kejadian saya hampir jatuh dan sontak berteriak tapi tidak ada orang," ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, korban mengalami trauma dan tidak berani untuk keluar rumah.
"Saya coba minta bantu orang tua untuk melaporkan kejadian ini, karena kemarin saya kaget sehingga tak berani keluar untuk melaporkan pelaku," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ilustrasi kekerasan seksual. (Foto:Pinterest)
Tenggarong - Seorang wanita berusia 23 tahun mengalami pelecehan seksual saat melintas di jalan poros Tenggarong-Loa Janan, tepatnya di wilayah Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) Selasa (9/7/2024).
Ia dilecehkan seseorang yang tak dikenalnya saat melintas menggunakan sepeda motor Jembayan. Bagian sensitifnya, yakni payudara diremas oleh seseorang atau dikenal dengan Hantu Kacak.
Korban yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa saat itu dirinya dari Kota Samarinda menuju ke Tenggarong untuk kembali ke rumah yang berada di Jahab.
"Saya baru pulang kuliah dari Samarinda. Waktu itu dia ada di belakang, saya kaget dia langsung maju untuk mepet motor saya dari arah sebelah kanan jalan dan langsung melakukan niat jahatnya itu, bekas tangannya masih menempel di jaket," ucapnya.
Dirinya menduga seseorang tersebut merupakan pekerja dari sebuah perusahaan yang berada di lokasi itu. Sebab, celana dan sepatu yang ia pakai tampak seperti pakaian sekuriti.
"Saya tak melihat bujunya karena dia pakai jaket warna hitam, celana dan sepatu yang dia pakai seperti sekuriti, kalau motornya itu vario. Waktu kejadian saya hampir jatuh dan sontak berteriak tapi tidak ada orang," ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, korban mengalami trauma dan tidak berani untuk keluar rumah.
"Saya coba minta bantu orang tua untuk melaporkan kejadian ini, karena kemarin saya kaget sehingga tak berani keluar untuk melaporkan pelaku," pungkasnya.
(Sf/By)