Seputar Kaltim

    HAN 2026, Pemkot Balikpapan Perkuat Sinergi Lindungi Anak

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    23 Juli 2026 pukul 14:24 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo memberikan berbagai solusi mengenai langkah-langkah pencegahan dan pendampingan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menggelar Rapat Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) 2026, yang dirangkai dengan kegiatan advokasi pencegahan perundungan terhadap anak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Kamis (23/7/2026).

    Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerhati anak sebagai upaya memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kota Balikpapan.

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, Balikpapan pada tahun ini berhasil meraih predikat Utama dalam penilaian KLA. Pemkot menargetkan peningkatan status menjadi predikat Paripurna pada tahun mendatang atau setidaknya mampu mempertahankan capaian yang telah diraih.

    “Untuk tahun ini Balikpapan mendapat predikat Utama sebagai KLA. Mudah-mudahan tahun depan bisa meningkat menjadi paripurna, tetapi minimal bisa mempertahankan capaian tersebut,” ucap Bagus saat ditemui awak media usai kegiatan.

    Menurut Bagus, rapat gugus tugas ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman serta ramah bagi anak.

    Selain rapat koordinasi, kegiatan juga diisi dengan advokasi mengenai perlindungan anak melalui pemaparan dari dua narasumber, yakni dokter spesialis kebidanan Triseno Aji dan psikolog Patricia Rahmawati.

    Dalam sesi tersebut dibahas berbagai persoalan yang saat ini banyak dihadapi anak-anak dan remaja, khususnya pada rentang usia 11 hingga 18 tahun.

    “Kelompok usia tersebut dinilai rentan menghadapi berbagai persoalan, seperti kekerasan terhadap anak, perundungan (bullying), hingga pergaulan yang berisiko,” imbuhnya.

    Bagus menjelaskan, para narasumber juga memberikan berbagai solusi mengenai langkah-langkah pencegahan dan pendampingan yang dapat dilakukan oleh orang tua, guru, maupun masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi anak di era digital.

    “Yang paling penting adalah bagaimana kami sebagai orang tua bersama pemerhati anak terus memberikan pendidikan keluarga, pendidikan agama, serta membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak,” katanya.

    Ia menilai komunikasi dalam keluarga menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah anak terjerumus pada berbagai perilaku berisiko. Sebab dalam kesehariannya anak menghabiskan waktu cukup lama di luar pengawasan orang tua.

    “Hampir 10 hingga 12 jam anak-anak berada di luar jangkauan orang tua. Karena itu kami berharap selain keluarga, guru juga menjadi pendamping yang dapat mengawasi sekaligus memberikan motivasi, agar anak-anak terhindar dari kekerasan maupun perundungan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

    Dirinya juga mengajak anak-anak untuk menjadi pribadi yang baik, taat kepada orang tua, rajin belajar, serta mengikuti arahan guru di sekolah. Ia berpesan agar setiap persoalan yang dihadapi tidak dipendam sendiri, melainkan dikomunikasikan kepada orang tua maupun guru agar dapat dicarikan solusi bersama.

    Di sisi lain, dia mengingatkan para orang tua agar lebih terbuka dalam mendengarkan keluh kesah anak.“Karena komunikasi yang terjalin dengan baik akan membantu orang tua memahami persoalan yang dihadapi anak sejak dini, sehingga dapat memberikan pendampingan dan solusi yang tepat,” terangnya.

    Peringatan HAN 2026 di Balikpapan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    HAN 2026, Pemkot Balikpapan Perkuat Sinergi Lindungi Anak

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    23 Juli 2026 pukul 14:24 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo memberikan berbagai solusi mengenai langkah-langkah pencegahan dan pendampingan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menggelar Rapat Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) 2026, yang dirangkai dengan kegiatan advokasi pencegahan perundungan terhadap anak dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Kamis (23/7/2026).

    Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerhati anak sebagai upaya memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak di Kota Balikpapan.

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, Balikpapan pada tahun ini berhasil meraih predikat Utama dalam penilaian KLA. Pemkot menargetkan peningkatan status menjadi predikat Paripurna pada tahun mendatang atau setidaknya mampu mempertahankan capaian yang telah diraih.

    “Untuk tahun ini Balikpapan mendapat predikat Utama sebagai KLA. Mudah-mudahan tahun depan bisa meningkat menjadi paripurna, tetapi minimal bisa mempertahankan capaian tersebut,” ucap Bagus saat ditemui awak media usai kegiatan.

    Menurut Bagus, rapat gugus tugas ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman serta ramah bagi anak.

    Selain rapat koordinasi, kegiatan juga diisi dengan advokasi mengenai perlindungan anak melalui pemaparan dari dua narasumber, yakni dokter spesialis kebidanan Triseno Aji dan psikolog Patricia Rahmawati.

    Dalam sesi tersebut dibahas berbagai persoalan yang saat ini banyak dihadapi anak-anak dan remaja, khususnya pada rentang usia 11 hingga 18 tahun.

    “Kelompok usia tersebut dinilai rentan menghadapi berbagai persoalan, seperti kekerasan terhadap anak, perundungan (bullying), hingga pergaulan yang berisiko,” imbuhnya.

    Bagus menjelaskan, para narasumber juga memberikan berbagai solusi mengenai langkah-langkah pencegahan dan pendampingan yang dapat dilakukan oleh orang tua, guru, maupun masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi anak di era digital.

    “Yang paling penting adalah bagaimana kami sebagai orang tua bersama pemerhati anak terus memberikan pendidikan keluarga, pendidikan agama, serta membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak,” katanya.

    Ia menilai komunikasi dalam keluarga menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah anak terjerumus pada berbagai perilaku berisiko. Sebab dalam kesehariannya anak menghabiskan waktu cukup lama di luar pengawasan orang tua.

    “Hampir 10 hingga 12 jam anak-anak berada di luar jangkauan orang tua. Karena itu kami berharap selain keluarga, guru juga menjadi pendamping yang dapat mengawasi sekaligus memberikan motivasi, agar anak-anak terhindar dari kekerasan maupun perundungan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

    Dirinya juga mengajak anak-anak untuk menjadi pribadi yang baik, taat kepada orang tua, rajin belajar, serta mengikuti arahan guru di sekolah. Ia berpesan agar setiap persoalan yang dihadapi tidak dipendam sendiri, melainkan dikomunikasikan kepada orang tua maupun guru agar dapat dicarikan solusi bersama.

    Di sisi lain, dia mengingatkan para orang tua agar lebih terbuka dalam mendengarkan keluh kesah anak.“Karena komunikasi yang terjalin dengan baik akan membantu orang tua memahami persoalan yang dihadapi anak sejak dini, sehingga dapat memberikan pendampingan dan solusi yang tepat,” terangnya.

    Peringatan HAN 2026 di Balikpapan diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

    (Sf/Lo)