Cari disini...
Seputar Kaltim
Penyerahan tumpeng kepada prajurit termuda pada Peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Makodim 0902/Berau, Jalan Pulau Semama, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Menghadapi perubahan lingkungan strategis dan tantangan global yang semakin dinamis, prajurit TNI dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan serta profesionalisme dalam menjalankan tugas. Hal tersebut menjadi salah satu penekanan dalam peringatan HUT ke-81 TNI di Kabupaten Berau.
Komando Distrik Militer (Kodim) 0902/BRU menggelar upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Makodim 0902/Berau, Jalan Pulau Semama, Tanjung Redeb, Senin (5/10/2026). Upacara dipimpin langsung Dandim 0902/Berau, Letkol Inf. Muhammad Faisal Idris, selaku Inspektur Upacara.
Peringatan tahun ini mengusung tema "TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan unsur TNI se-Kabupaten Berau.
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang dibacakan Dandim 0902/Bru, Letkol Inf. Muhammad Faisal Idris, disampaikan bahwa dinamika perubahan lingkungan strategis, ketidakpastian global hingga ancaman kognitif di ruang informasi menjadi tantangan yang harus dihadapi TNI.
"Penguatan TNI melalui peningkatan kebugaran prajurit dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) juga harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi, kesiapan, serta profesionalisme personel," kata Letkol Inf. Faisal.
Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, prajurit dan ASN TNI diminta memegang teguh lima nilai pengabdian yang terangkum dalam PRIMA. Kelima nilai itu meliputi Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.
"Profesional berarti prajurit harus menguasai tugas dan tanggung jawab, meningkatkan kompetensi, serta menjunjung hukum dan integritas. Responsif diwujudkan dengan kepekaan terhadap perubahan dan kemampuan mengambil tindakan secara cepat, tepat, serta terukur," ujarnya.
Sementara itu, ia mengatakan bahwa Integratif menekankan pentingnya membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa. Nilai Modern diarahkan pada penguasaan alutsista dan teknologi pertahanan, sedangkan Adaptif berarti mampu belajar dari pengalaman, berinovasi, serta menyesuaikan diri dengan perkembangan ancaman.
Dirinya mengatakan penerapan nilai tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas TNI di daerah, termasuk dalam menjaga keamanan dan kondusivitas Kabupaten Berau.
"Intinya kita akan selalu membantu pemerintah daerah terkait masalah kondusivitas di wilayah. Contohnya yang sudah kita laksanakan terkait penanganan karhutla," katanya.
Menurutnya, penanganan kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu contoh penerapan sinergi lintas instansi. Dalam pelaksanaannya, TNI berkoordinasi dengan Polri, pemerintah daerah, hingga pihak swasta dan perusahaan.
Letkol Inf. Faisal pun menyebut, kondisi keamanan di Berau selama kurang lebih enam bulan masa jabatannya tergolong aman dan kondusif. Kondisi tersebut dinilai perlu terus dijaga melalui koordinasi dan kerja sama seluruh unsur.
Ia memastikan Kodim 0902/Berau akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Polri, serta masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul.
"Fokus dan nilai dasar pengabdian TNI tetap konsisten, yakni berorientasi pada kemanunggalan TNI dengan masyarakat. Intinya moto kita adalah TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penyerahan tumpeng kepada prajurit termuda pada Peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Makodim 0902/Berau, Jalan Pulau Semama, Tanjung Redeb. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Menghadapi perubahan lingkungan strategis dan tantangan global yang semakin dinamis, prajurit TNI dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan serta profesionalisme dalam menjalankan tugas. Hal tersebut menjadi salah satu penekanan dalam peringatan HUT ke-81 TNI di Kabupaten Berau.
Komando Distrik Militer (Kodim) 0902/BRU menggelar upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Lapangan Makodim 0902/Berau, Jalan Pulau Semama, Tanjung Redeb, Senin (5/10/2026). Upacara dipimpin langsung Dandim 0902/Berau, Letkol Inf. Muhammad Faisal Idris, selaku Inspektur Upacara.
Peringatan tahun ini mengusung tema "TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan unsur TNI se-Kabupaten Berau.
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang dibacakan Dandim 0902/Bru, Letkol Inf. Muhammad Faisal Idris, disampaikan bahwa dinamika perubahan lingkungan strategis, ketidakpastian global hingga ancaman kognitif di ruang informasi menjadi tantangan yang harus dihadapi TNI.
"Penguatan TNI melalui peningkatan kebugaran prajurit dan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) juga harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi, kesiapan, serta profesionalisme personel," kata Letkol Inf. Faisal.
Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, prajurit dan ASN TNI diminta memegang teguh lima nilai pengabdian yang terangkum dalam PRIMA. Kelima nilai itu meliputi Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.
"Profesional berarti prajurit harus menguasai tugas dan tanggung jawab, meningkatkan kompetensi, serta menjunjung hukum dan integritas. Responsif diwujudkan dengan kepekaan terhadap perubahan dan kemampuan mengambil tindakan secara cepat, tepat, serta terukur," ujarnya.
Sementara itu, ia mengatakan bahwa Integratif menekankan pentingnya membangun sinergi dengan seluruh komponen bangsa. Nilai Modern diarahkan pada penguasaan alutsista dan teknologi pertahanan, sedangkan Adaptif berarti mampu belajar dari pengalaman, berinovasi, serta menyesuaikan diri dengan perkembangan ancaman.
Dirinya mengatakan penerapan nilai tersebut menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas TNI di daerah, termasuk dalam menjaga keamanan dan kondusivitas Kabupaten Berau.
"Intinya kita akan selalu membantu pemerintah daerah terkait masalah kondusivitas di wilayah. Contohnya yang sudah kita laksanakan terkait penanganan karhutla," katanya.
Menurutnya, penanganan kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu contoh penerapan sinergi lintas instansi. Dalam pelaksanaannya, TNI berkoordinasi dengan Polri, pemerintah daerah, hingga pihak swasta dan perusahaan.
Letkol Inf. Faisal pun menyebut, kondisi keamanan di Berau selama kurang lebih enam bulan masa jabatannya tergolong aman dan kondusif. Kondisi tersebut dinilai perlu terus dijaga melalui koordinasi dan kerja sama seluruh unsur.
Ia memastikan Kodim 0902/Berau akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Polri, serta masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul.
"Fokus dan nilai dasar pengabdian TNI tetap konsisten, yakni berorientasi pada kemanunggalan TNI dengan masyarakat. Intinya moto kita adalah TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur," pungkasnya.
(Sf/Rs)