Seputar Kaltim
Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus DPD APKASINDO Kutim Periode 2026–2031. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman meminta petani sawit mandiri bergabung dalam koperasi agar memiliki posisi tawar lebih kuat saat menjual hasil panen. Menurutnya, petani yang hanya mengandalkan tengkulak berisiko kesulitan menolak harga yang ditawarkan.
Ardiansyah mencontohkan, tengkulak bisa menawarkan harga Rp2.000 per kilogram kepada petani. Jika tidak memiliki alternatif pembeli, petani berada dalam posisi sulit untuk menolak tawaran tersebut.
“Jangan sampai kita begitu punya kebun, ada tengkulak datang, saya beli sawit kamu cuma Rp2.000. Kalau mau, silakan, kalau enggak juga enggak usah,” ujar Ardiansyah saat Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus DPD APKASINDO Kutai Timur Periode 2026–2031.
Menurutnya, koperasi dapat menjadi wadah bagi petani sawit mandiri untuk menjalin kemitraan dengan perusahaan perkebunan. Melalui pola tersebut, petani memiliki jalur pemasaran bersama sehingga tidak hanya bergantung pada tengkulak.
“Kalau kita bergabung di dalam koperasi mandiri, enggak ada tengkulak yang berani memainkan seperti itu,” katanya.
Selain jalur pemasaran, kepastian harga tandan buah segar (TBS) juga menjadi perhatian. Ardiansyah menyebut Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur menetapkan harga TBS setiap dua pekan. Ketetapan tersebut perlu ditindaklanjuti perusahaan perkebunan agar menjadi acuan dalam pembelian hasil panen petani.
Ardiansyah berharap Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menjadi wadah bagi petani untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi kepada pemerintah maupun perusahaan.
Ia juga meminta APKASINDO memperluas jangkauan organisasi hingga seluruh kecamatan di Kutim. Menurutnya, perkebunan kelapa sawit telah tersebar di seluruh kecamatan, meskipun tidak semuanya memiliki perusahaan perkebunan.
“Kibarkan bendera APKASINDO di seluruh kecamatan, karena semua kecamatan kita di Kutim ini ada kebun kelapa sawit,” tuturnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus DPD APKASINDO Kutim Periode 2026–2031. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman meminta petani sawit mandiri bergabung dalam koperasi agar memiliki posisi tawar lebih kuat saat menjual hasil panen. Menurutnya, petani yang hanya mengandalkan tengkulak berisiko kesulitan menolak harga yang ditawarkan.
Ardiansyah mencontohkan, tengkulak bisa menawarkan harga Rp2.000 per kilogram kepada petani. Jika tidak memiliki alternatif pembeli, petani berada dalam posisi sulit untuk menolak tawaran tersebut.
“Jangan sampai kita begitu punya kebun, ada tengkulak datang, saya beli sawit kamu cuma Rp2.000. Kalau mau, silakan, kalau enggak juga enggak usah,” ujar Ardiansyah saat Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus DPD APKASINDO Kutai Timur Periode 2026–2031.
Menurutnya, koperasi dapat menjadi wadah bagi petani sawit mandiri untuk menjalin kemitraan dengan perusahaan perkebunan. Melalui pola tersebut, petani memiliki jalur pemasaran bersama sehingga tidak hanya bergantung pada tengkulak.
“Kalau kita bergabung di dalam koperasi mandiri, enggak ada tengkulak yang berani memainkan seperti itu,” katanya.
Selain jalur pemasaran, kepastian harga tandan buah segar (TBS) juga menjadi perhatian. Ardiansyah menyebut Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur menetapkan harga TBS setiap dua pekan. Ketetapan tersebut perlu ditindaklanjuti perusahaan perkebunan agar menjadi acuan dalam pembelian hasil panen petani.
Ardiansyah berharap Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menjadi wadah bagi petani untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi kepada pemerintah maupun perusahaan.
Ia juga meminta APKASINDO memperluas jangkauan organisasi hingga seluruh kecamatan di Kutim. Menurutnya, perkebunan kelapa sawit telah tersebar di seluruh kecamatan, meskipun tidak semuanya memiliki perusahaan perkebunan.
“Kibarkan bendera APKASINDO di seluruh kecamatan, karena semua kecamatan kita di Kutim ini ada kebun kelapa sawit,” tuturnya.
(Sf/Lo)