Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim
Executive Marketing Manager Pegadaian Area Samarinda, Erlin Oktavia Siburian (kanan), saat memaparkan strategi investasi emas yang aman sebagai solusi menghadapi inflasi, dalam sesi literasi keuangan bersama pelaku usaha di Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Di tengah dinamika ekonomi global dan bayang-bayang inflasi yang terus menghantui daya beli, literasi keuangan mengenai instrumen investasi yang aman menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat.
Emas kembali menjadi sorotan utama sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang paling relevan untuk menjaga stabilitas finansial jangka panjang.
Merespons kebutuhan tersebut, PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Balikpapan dan Area Samarinda menggencarkan edukasi investasi bertajuk "Aman No Cemas dengan Emas".
Langkah ini diambil untuk mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar menabung uang tunai menjadi berinvestasi pada aset riil yang tahan terhadap gejolak ekonomi.
Executive Marketing Manager Pegadaian Area Samarinda, Erlin Oktavia Siburian, menegaskan bahwa emas memiliki rekam jejak historis yang kuat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Tren harganya yang terus meningkat menjadikan emas bukan sekadar perhiasan, melainkan benteng pertahanan ekonomi keluarga.
“Investasi emas adalah solusi aman untuk jangka panjang. Dengan emas, masyarakat bisa berinvestasi tanpa rasa cemas karena nilainya relatif stabil dan cenderung naik,” ujar Erlin dalam keterangannya.
Salah satu poin penting dalam gerakan literasi ini adalah mematahkan mitos bahwa investasi emas hanya untuk kalangan berduit. Pegadaian memperkenalkan inklusivitas keuangan melalui layanan Cicil Emas dan Tabungan Emas.
Layanan Cicil Emas memberikan fasilitas pembiayaan kepemilikan emas batangan dengan angsuran tetap, yang bisa diakses secara perorangan maupun kelompok seperti arisan.
Sementara itu, Tabungan Emas menawarkan fleksibilitas luar biasa di mana setiap rupiah yang disetor langsung dikonversi menjadi gramasi emas.
Yang menarik, seluruh emas yang ditransaksikan memiliki kadar 24 karat serta bersertifikat SNI dan LBMA. Emas tersebut dapat dicetak fisik, digadaikan, dijual kembali, atau ditransfer.
Erlin menambahkan bahwa kemudahan akses menjadi kunci utama. Masyarakat kini dapat mulai berinvestasi dengan modal yang sangat minim, yakni mulai dari 0,01 gram atau setara kisaran Rp30.000, dengan angsuran mulai Rp30 ribuan per bulan.
Demi mendukung gaya hidup masyarakat modern, transformasi digital juga dihadirkan melalui aplikasi Tring!. Aplikasi ini memungkinkan proses verifikasi data diri hingga pembukaan rekening tabungan emas dilakukan sepenuhnya secara digital.
“Melalui aplikasi Tring!, kami ingin memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi emas kapan saja dan di mana saja,” tambah Erlin.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Balikpapan, Rinaldi Lubis, menyoroti aspek strategis dari literasi emas ini.
Menurutnya, pemahaman mengenai investasi emas tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga bagi pelaku usaha kecil, koperasi, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Rinaldi menekankan bahwa kolaborasi strategis antar lembaga keuangan dan masyarakat sangat diperlukan untuk memperluas inklusi keuangan.
“Kami melihat forum ini sebagai momentum yang sangat tepat untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang. Emas merupakan instrumen investasi yang relatif stabil, mudah diakses, dan cocok bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil, koperasi, dan BUMDes,” ujar Rinaldi.
Lebih lanjut, Rinaldi menjelaskan bahwa upaya menghadirkan solusi investasi yang sederhana dan terpercaya ini sejalan dengan visi transformasi menuju ekosistem keuangan yang inklusif. Hal ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi di daerah.
“Harapannya, kehadiran Pegadaian dalam kegiatan seperti ini tidak hanya memperluas pemahaman masyarakat terhadap investasi emas, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maulana -
Seputar Kaltim

Executive Marketing Manager Pegadaian Area Samarinda, Erlin Oktavia Siburian (kanan), saat memaparkan strategi investasi emas yang aman sebagai solusi menghadapi inflasi, dalam sesi literasi keuangan bersama pelaku usaha di Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Di tengah dinamika ekonomi global dan bayang-bayang inflasi yang terus menghantui daya beli, literasi keuangan mengenai instrumen investasi yang aman menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat.
Emas kembali menjadi sorotan utama sebagai aset lindung nilai (safe haven) yang paling relevan untuk menjaga stabilitas finansial jangka panjang.
Merespons kebutuhan tersebut, PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Balikpapan dan Area Samarinda menggencarkan edukasi investasi bertajuk "Aman No Cemas dengan Emas".
Langkah ini diambil untuk mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar menabung uang tunai menjadi berinvestasi pada aset riil yang tahan terhadap gejolak ekonomi.
Executive Marketing Manager Pegadaian Area Samarinda, Erlin Oktavia Siburian, menegaskan bahwa emas memiliki rekam jejak historis yang kuat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi.
Tren harganya yang terus meningkat menjadikan emas bukan sekadar perhiasan, melainkan benteng pertahanan ekonomi keluarga.
“Investasi emas adalah solusi aman untuk jangka panjang. Dengan emas, masyarakat bisa berinvestasi tanpa rasa cemas karena nilainya relatif stabil dan cenderung naik,” ujar Erlin dalam keterangannya.
Salah satu poin penting dalam gerakan literasi ini adalah mematahkan mitos bahwa investasi emas hanya untuk kalangan berduit. Pegadaian memperkenalkan inklusivitas keuangan melalui layanan Cicil Emas dan Tabungan Emas.
Layanan Cicil Emas memberikan fasilitas pembiayaan kepemilikan emas batangan dengan angsuran tetap, yang bisa diakses secara perorangan maupun kelompok seperti arisan.
Sementara itu, Tabungan Emas menawarkan fleksibilitas luar biasa di mana setiap rupiah yang disetor langsung dikonversi menjadi gramasi emas.
Yang menarik, seluruh emas yang ditransaksikan memiliki kadar 24 karat serta bersertifikat SNI dan LBMA. Emas tersebut dapat dicetak fisik, digadaikan, dijual kembali, atau ditransfer.
Erlin menambahkan bahwa kemudahan akses menjadi kunci utama. Masyarakat kini dapat mulai berinvestasi dengan modal yang sangat minim, yakni mulai dari 0,01 gram atau setara kisaran Rp30.000, dengan angsuran mulai Rp30 ribuan per bulan.
Demi mendukung gaya hidup masyarakat modern, transformasi digital juga dihadirkan melalui aplikasi Tring!. Aplikasi ini memungkinkan proses verifikasi data diri hingga pembukaan rekening tabungan emas dilakukan sepenuhnya secara digital.
“Melalui aplikasi Tring!, kami ingin memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi emas kapan saja dan di mana saja,” tambah Erlin.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Balikpapan, Rinaldi Lubis, menyoroti aspek strategis dari literasi emas ini.
Menurutnya, pemahaman mengenai investasi emas tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga bagi pelaku usaha kecil, koperasi, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Rinaldi menekankan bahwa kolaborasi strategis antar lembaga keuangan dan masyarakat sangat diperlukan untuk memperluas inklusi keuangan.
“Kami melihat forum ini sebagai momentum yang sangat tepat untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang. Emas merupakan instrumen investasi yang relatif stabil, mudah diakses, dan cocok bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil, koperasi, dan BUMDes,” ujar Rinaldi.
Lebih lanjut, Rinaldi menjelaskan bahwa upaya menghadirkan solusi investasi yang sederhana dan terpercaya ini sejalan dengan visi transformasi menuju ekosistem keuangan yang inklusif. Hal ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi di daerah.
“Harapannya, kehadiran Pegadaian dalam kegiatan seperti ini tidak hanya memperluas pemahaman masyarakat terhadap investasi emas, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
(Sf/Rs)