Seputar Kaltim

    Hadapi Gelombang PHK Kaltim, Dispora Alihkan Fokus Pemuda ke Digital Marketing dan Kecerdasan Buatan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rudianto
    30 Juni 2026 pukul 13:05 WITA

    Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang tengah membayangi Kalimantan Timur, khususnya akibat lesunya sektor pertambangan batu bara, memaksa ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian. 

    Merespons krisis pengangguran ini di tengah keterbatasan anggaran daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim kini menargetkan peralihan fokus generasi muda ke ranah digital marketing dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

    ​Data Kementerian Ketenagakerjaan pada akhir Juni 2026 mencatat sebanyak 1.831 pekerja di Kaltim terkena PHK, menempatkan provinsi ini di urutan kelima tertinggi secara nasional. 

    Di saat yang sama, keuangan daerah juga tengah mengalami penyesuaian yang berimbas langsung pada durasi dan skala program kepemudaan.

    ​Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, menilai situasi krisis ini justru harus menjadi pelecut bagi pemuda untuk bangkit. Menurutnya, inovasi kerap lahir ketika seseorang terdesak untuk memenuhi kebutuhan dasar.

    ​"Dengan kondisi seperti ini, mau tidak mau, suka tidak suka, mereka pasti akan mencari cara dan berinovasi sebagai bentuk pertahanan untuk bertahan hidup," tegas Rasman saat ditemui dalam agenda Kemandirian Ekonomi Pemuda di Samarinda, Selasa (30/6/2026).

    ​Dalam kegiatan yang berfokus pada pelatihan pemasaran digital dan pengolahan makanan lokal tersebut, Rasman blak-blakan mengakui bahwa intervensi pemerintah saat ini terbatas oleh efisiensi anggaran.

    Menggelar pelatihan lanjutan secara intensif dinilai belum memungkinkan.

    ​Oleh karena itu, ia menuntut para pemuda lebih proaktif menggali ilmu di ruang digital agar tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah.

    ​"Harapannya, anak-anak muda ini bisa menyerap intisari (pelatihan) dan melanjutkannya secara mandiri melalui YouTube, sesuai dengan passion usahanya masing-masing," bebernya.

    ​Menyikapi keterbatasan finansial yang kerap dialami pemuda maupun pekerja yang baru saja di-PHK, Rasman menunjuk sektor pemasaran digital sebagai jalan keluar yang paling logis.

    ​"Bisnis itu kuncinya di passion. Misalnya di digital marketing, kadang kita tidak punya uang untuk modal, tapi kita tetap bisa menjualkan barang milik orang lain," tambahnya.

    ​Sebagai langkah jangka panjang untuk memastikan pemuda Kaltim mampu bersaing di era Ibu Kota Nusantara (IKN), Dispora Kaltim berencana menyiapkan pembekalan khusus terkait pemanfaatan AI. 

    Kendati demikian, Rasman memberi peringatan keras agar teknologi tersebut digunakan untuk hal-hal produktif.

    ​"Jangan sampai anak-anak kita justru terpuruk karena tidak bijak memanfaatkannya. Pemuda tidak boleh lagi terbuai gaya hidup pamer di medsos yang semakin tidak jelas arahnya," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Hadapi Gelombang PHK Kaltim, Dispora Alihkan Fokus Pemuda ke Digital Marketing dan Kecerdasan Buatan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rudianto
    30 Juni 2026 pukul 13:05 WITA

    Plt Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)

    Samarinda - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang tengah membayangi Kalimantan Timur, khususnya akibat lesunya sektor pertambangan batu bara, memaksa ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian. 

    Merespons krisis pengangguran ini di tengah keterbatasan anggaran daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim kini menargetkan peralihan fokus generasi muda ke ranah digital marketing dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

    ​Data Kementerian Ketenagakerjaan pada akhir Juni 2026 mencatat sebanyak 1.831 pekerja di Kaltim terkena PHK, menempatkan provinsi ini di urutan kelima tertinggi secara nasional. 

    Di saat yang sama, keuangan daerah juga tengah mengalami penyesuaian yang berimbas langsung pada durasi dan skala program kepemudaan.

    ​Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, menilai situasi krisis ini justru harus menjadi pelecut bagi pemuda untuk bangkit. Menurutnya, inovasi kerap lahir ketika seseorang terdesak untuk memenuhi kebutuhan dasar.

    ​"Dengan kondisi seperti ini, mau tidak mau, suka tidak suka, mereka pasti akan mencari cara dan berinovasi sebagai bentuk pertahanan untuk bertahan hidup," tegas Rasman saat ditemui dalam agenda Kemandirian Ekonomi Pemuda di Samarinda, Selasa (30/6/2026).

    ​Dalam kegiatan yang berfokus pada pelatihan pemasaran digital dan pengolahan makanan lokal tersebut, Rasman blak-blakan mengakui bahwa intervensi pemerintah saat ini terbatas oleh efisiensi anggaran.

    Menggelar pelatihan lanjutan secara intensif dinilai belum memungkinkan.

    ​Oleh karena itu, ia menuntut para pemuda lebih proaktif menggali ilmu di ruang digital agar tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah.

    ​"Harapannya, anak-anak muda ini bisa menyerap intisari (pelatihan) dan melanjutkannya secara mandiri melalui YouTube, sesuai dengan passion usahanya masing-masing," bebernya.

    ​Menyikapi keterbatasan finansial yang kerap dialami pemuda maupun pekerja yang baru saja di-PHK, Rasman menunjuk sektor pemasaran digital sebagai jalan keluar yang paling logis.

    ​"Bisnis itu kuncinya di passion. Misalnya di digital marketing, kadang kita tidak punya uang untuk modal, tapi kita tetap bisa menjualkan barang milik orang lain," tambahnya.

    ​Sebagai langkah jangka panjang untuk memastikan pemuda Kaltim mampu bersaing di era Ibu Kota Nusantara (IKN), Dispora Kaltim berencana menyiapkan pembekalan khusus terkait pemanfaatan AI. 

    Kendati demikian, Rasman memberi peringatan keras agar teknologi tersebut digunakan untuk hal-hal produktif.

    ​"Jangan sampai anak-anak kita justru terpuruk karena tidak bijak memanfaatkannya. Pemuda tidak boleh lagi terbuai gaya hidup pamer di medsos yang semakin tidak jelas arahnya," pungkasnya.

    (Sf/Rs)