Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, (Foto: Seputarfakta.com)
Sangatta – Ketersediaan air untuk lahan pertanian menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi di tengah kondisi El Nino saat ini. Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi menyebut pompanisasi lahan sebagai salah satu rencana jangka panjang untuk membantu pengairan.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, untuk kondisi saat ini pemerintah akan memaksimalkan sumber air yang tersedia. Menurutnya, jika kondisi El Nino membuat ketersediaan air terbatas, kebutuhan pengairan tidak bisa dipaksakan.
"Kita maksimalkan yang ada. Kalau memang ElNino kayak enggak bisa dipaksakan, mau bagaimana? Ngambil air dari mana kalau kita mau paksakan?" ujar Mahyunadi.
Rencana tersebut, kata Mahyunadi, masih memerlukan pengkajian, terutama untuk pompanisasi bertenaga surya.
"Perlu pengkajian pompanisasi bertenaga surya. Perlu pengkajian bagus apa enggak, untung apa rugi, berapa banyak biaya yang dikeluarkan, berapa banyak manfaatnya. Kalau lebih banyak biaya, manfaatnya sedikit, tentu enggak jadi," katanya.
Mahyunadi menegaskan, penggunaan APBD untuk program tersebut harus dilakukan secara efisien.
"Karena bagi saya, sekarang harus menggunakan APBD itu kita gunakan secara lebih efisien lagi. Enggak boleh boros, enggak boleh berfoya-foya," tegasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, (Foto: Seputarfakta.com)
Sangatta – Ketersediaan air untuk lahan pertanian menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi di tengah kondisi El Nino saat ini. Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi menyebut pompanisasi lahan sebagai salah satu rencana jangka panjang untuk membantu pengairan.
Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, untuk kondisi saat ini pemerintah akan memaksimalkan sumber air yang tersedia. Menurutnya, jika kondisi El Nino membuat ketersediaan air terbatas, kebutuhan pengairan tidak bisa dipaksakan.
"Kita maksimalkan yang ada. Kalau memang ElNino kayak enggak bisa dipaksakan, mau bagaimana? Ngambil air dari mana kalau kita mau paksakan?" ujar Mahyunadi.
Rencana tersebut, kata Mahyunadi, masih memerlukan pengkajian, terutama untuk pompanisasi bertenaga surya.
"Perlu pengkajian pompanisasi bertenaga surya. Perlu pengkajian bagus apa enggak, untung apa rugi, berapa banyak biaya yang dikeluarkan, berapa banyak manfaatnya. Kalau lebih banyak biaya, manfaatnya sedikit, tentu enggak jadi," katanya.
Mahyunadi menegaskan, penggunaan APBD untuk program tersebut harus dilakukan secara efisien.
"Karena bagi saya, sekarang harus menggunakan APBD itu kita gunakan secara lebih efisien lagi. Enggak boleh boros, enggak boleh berfoya-foya," tegasnya.
(Sf/Rs)