Seputar Kaltim

    Hadapi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun, DPRD Balikpapan Tekankan Kesiapsiagaan Bencana Jelang Nataru

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    21 Desember 2025 pukul 19:52 WITA

    Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman. (Foto: Dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), DPRD Kota Balikpapan menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana melalui penguatan koordinasi lintas instansi.

    Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman, menilai langkah mitigasi harus dilakukan sejak dini guna memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat. Menurutnya, patroli rutin menjadi salah satu upaya penting untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman dan siap menghadapi kemungkinan bencana.

    “Patroli secara berkala diperlukan agar setiap potensi risiko dapat terdeteksi lebih awal,” ucap Yono sapaan akrabnya kepada media, Minggu (21/12/2025).

    Ia menjelaskan, DPRD bersama instansi terkait telah melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan banjir dan kawasan berpotensi longsor. Kegiatan ini melibatkan Satpol PP dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan.

    Dalam pelaksanaannya, Satpol PP difokuskan pada pengawasan dan patroli di area publik, sementara BPBD memantau potensi bencana alam sekaligus memastikan kesiapan logistik darurat.

    “Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat koordinasi ketika terjadi situasi darurat,” jelasnya.

    Yono menambahkan, data hasil pemetaan wilayah rawan bencana menjadi dasar penting dalam menyusun strategi penanganan, mulai dari penentuan jalur evakuasi hingga penyediaan fasilitas darurat.

    “Semua ini bagian dari upaya kesiapsiagaan agar masyarakat merasa aman, terutama di momen akhir tahun yang aktivitasnya meningkat,” terangnya.

    Selain peran pemerintah, Yono juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berpartisipasi aktif dengan memperhatikan tanda-tanda potensi bencana di lingkungan sekitar.

    “Dengan sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, respon terhadap bencana dapat dilakukan lebih cepat dan efektif,” tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Hadapi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun, DPRD Balikpapan Tekankan Kesiapsiagaan Bencana Jelang Nataru

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    21 Desember 2025 pukul 19:52 WITA

    Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman. (Foto: Dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), DPRD Kota Balikpapan menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana melalui penguatan koordinasi lintas instansi.

    Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman, menilai langkah mitigasi harus dilakukan sejak dini guna memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat. Menurutnya, patroli rutin menjadi salah satu upaya penting untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman dan siap menghadapi kemungkinan bencana.

    “Patroli secara berkala diperlukan agar setiap potensi risiko dapat terdeteksi lebih awal,” ucap Yono sapaan akrabnya kepada media, Minggu (21/12/2025).

    Ia menjelaskan, DPRD bersama instansi terkait telah melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan banjir dan kawasan berpotensi longsor. Kegiatan ini melibatkan Satpol PP dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan.

    Dalam pelaksanaannya, Satpol PP difokuskan pada pengawasan dan patroli di area publik, sementara BPBD memantau potensi bencana alam sekaligus memastikan kesiapan logistik darurat.

    “Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat koordinasi ketika terjadi situasi darurat,” jelasnya.

    Yono menambahkan, data hasil pemetaan wilayah rawan bencana menjadi dasar penting dalam menyusun strategi penanganan, mulai dari penentuan jalur evakuasi hingga penyediaan fasilitas darurat.

    “Semua ini bagian dari upaya kesiapsiagaan agar masyarakat merasa aman, terutama di momen akhir tahun yang aktivitasnya meningkat,” terangnya.

    Selain peran pemerintah, Yono juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berpartisipasi aktif dengan memperhatikan tanda-tanda potensi bencana di lingkungan sekitar.

    “Dengan sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, respon terhadap bencana dapat dilakukan lebih cepat dan efektif,” tutupnya.

    (Sf/Rs)