Seputar Kaltim

    Hadapi Ancaman Kekeringan, Perumdam Danum Taka Siapkan Pasokan Air Bersih dari Tiga Sumber

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    25 Juli 2026 pukul 18:37 WITA

    Direktur Perumda AMDT, Abdul Rasyid saat memaparkan penanganan dan mitigasi bencana kemarau El Nino Godzila kepada awak media, Sabtu (25/7/2026). (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan pasokan air bersih saat musim kemarau dan ancaman El Nino hanya akan mengandalkan tiga sumber, yakni Intake Sepaku yang memanfaatkan Bendungan Sepaku Semoi, Kecamatan Waru, dan Maridan.

    Direktur Perumda AMDT, Abdul Rasyid mengatakan tiga lokasi tersebut menjadi sumber air yang masih dinilai aman saat musim kemarau. 

    Sementara sejumlah embung di wilayah lain diperkirakan tidak mampu memasok air karena debitnya terus menyusut.

    "Bendungan Lawe-Lawe tidak akan menyediakan, Babulu juga tidak akan menyediakan, termasuk Sotek. Kondisi embungnya dipastikan kering seperti tahun 2019. Sekarang saja debitnya sudah turun hampir 80 persen, pipanya sudah gantung," ujar Rasyid dalam kegiatan Silaturahmi dan Release Program Perumda AMDT Tahun 2026 di Giripurwa, Sabtu (25/7/2026).

    Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Perumda AMDT bersama BPBD dan sejumlah instansi telah menyepakati pembentukan tim penanganan bencana El Nino. 

    Pemkab PPU juga akan menerbitkan surat keputusan (SK) sebagai dasar pelaksanaan penanganan di lapangan.

    Dalam skema tersebut, BPBD bertindak sebagai koordinator penanganan sekaligus penanggung jawab distribusi air bersih, sedangkan Perumda AMDT bertugas menyediakan sumber air.

    Distribusi air bersih akan melibatkan armada milik berbagai instansi, mulai dari Otorita IKN, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri hingga pemangku kepentingan lainnya. Seluruh mobil tangki akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat selama musim kemarau.

    Permohonan bantuan air bersih nantinya diajukan melalui pemerintah kelurahan dan diteruskan kepada BPBD untuk dikoordinasikan di lapangan.

    "PDAM hanya menyediakan sumber air. Untuk penanganan di lapangan dan distribusi dikoordinasikan BPBD. Semua permohonan bantuan air bersih diarahkan ke BPBD," kata Rasyid.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Hadapi Ancaman Kekeringan, Perumdam Danum Taka Siapkan Pasokan Air Bersih dari Tiga Sumber

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    25 Juli 2026 pukul 18:37 WITA

    Direktur Perumda AMDT, Abdul Rasyid saat memaparkan penanganan dan mitigasi bencana kemarau El Nino Godzila kepada awak media, Sabtu (25/7/2026). (Foto: Cindy/seputarfakta.com)

    Penajam - Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan pasokan air bersih saat musim kemarau dan ancaman El Nino hanya akan mengandalkan tiga sumber, yakni Intake Sepaku yang memanfaatkan Bendungan Sepaku Semoi, Kecamatan Waru, dan Maridan.

    Direktur Perumda AMDT, Abdul Rasyid mengatakan tiga lokasi tersebut menjadi sumber air yang masih dinilai aman saat musim kemarau. 

    Sementara sejumlah embung di wilayah lain diperkirakan tidak mampu memasok air karena debitnya terus menyusut.

    "Bendungan Lawe-Lawe tidak akan menyediakan, Babulu juga tidak akan menyediakan, termasuk Sotek. Kondisi embungnya dipastikan kering seperti tahun 2019. Sekarang saja debitnya sudah turun hampir 80 persen, pipanya sudah gantung," ujar Rasyid dalam kegiatan Silaturahmi dan Release Program Perumda AMDT Tahun 2026 di Giripurwa, Sabtu (25/7/2026).

    Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, Perumda AMDT bersama BPBD dan sejumlah instansi telah menyepakati pembentukan tim penanganan bencana El Nino. 

    Pemkab PPU juga akan menerbitkan surat keputusan (SK) sebagai dasar pelaksanaan penanganan di lapangan.

    Dalam skema tersebut, BPBD bertindak sebagai koordinator penanganan sekaligus penanggung jawab distribusi air bersih, sedangkan Perumda AMDT bertugas menyediakan sumber air.

    Distribusi air bersih akan melibatkan armada milik berbagai instansi, mulai dari Otorita IKN, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri hingga pemangku kepentingan lainnya. Seluruh mobil tangki akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat selama musim kemarau.

    Permohonan bantuan air bersih nantinya diajukan melalui pemerintah kelurahan dan diteruskan kepada BPBD untuk dikoordinasikan di lapangan.

    "PDAM hanya menyediakan sumber air. Untuk penanganan di lapangan dan distribusi dikoordinasikan BPBD. Semua permohonan bantuan air bersih diarahkan ke BPBD," kata Rasyid.

    (Sf/Rs)