Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kukar, Yonathan Palinggi. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang luas menjadi tantangan besar bagi para guru untuk mengakses informasi, terutama bagi yang tinggal di wilayah pedalaman.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kukar, Yonathan Palinggi mengatakan wilayah Kukar mencapai 25 ribu Kilometer (Km) persegi atau sembilan kali lebih luas dari Provinsi DKI Jakarta.
“Informasi sulit didapat, mereka ingin meningkatkan kemampuan dan kualitas pendidikan tapi karena ada di wilayah pelosok, para guru ini harus berjuang lebih keras untuk mencari informasi, akses jaringan juga sulit,” kata Yonathan Selasa (29/10/2024).
Ia menilai keterlambatan informasi ini juga berdampak pada siswa yang tinggal di daerah-daerah terpencil. “Dengan pembangunan infrastruktur dan teknologi yang terus dilakukan oleh pemerintah, kami ingin akses informasi bisa menjangkau daerah pelosok Kukar,” ujarnya.
Jonathan optimis masa depan pendidikan di Kukar akan lebih baik jika semua pihak bersinergi untuk mengatasi masalah ini.
“Keberadaan teknologi yang lebih baik diharapkan dapat jadi solusi juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kukar,” tutupnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kukar, Yonathan Palinggi. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang luas menjadi tantangan besar bagi para guru untuk mengakses informasi, terutama bagi yang tinggal di wilayah pedalaman.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kukar, Yonathan Palinggi mengatakan wilayah Kukar mencapai 25 ribu Kilometer (Km) persegi atau sembilan kali lebih luas dari Provinsi DKI Jakarta.
“Informasi sulit didapat, mereka ingin meningkatkan kemampuan dan kualitas pendidikan tapi karena ada di wilayah pelosok, para guru ini harus berjuang lebih keras untuk mencari informasi, akses jaringan juga sulit,” kata Yonathan Selasa (29/10/2024).
Ia menilai keterlambatan informasi ini juga berdampak pada siswa yang tinggal di daerah-daerah terpencil. “Dengan pembangunan infrastruktur dan teknologi yang terus dilakukan oleh pemerintah, kami ingin akses informasi bisa menjangkau daerah pelosok Kukar,” ujarnya.
Jonathan optimis masa depan pendidikan di Kukar akan lebih baik jika semua pihak bersinergi untuk mengatasi masalah ini.
“Keberadaan teknologi yang lebih baik diharapkan dapat jadi solusi juga untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kukar,” tutupnya.
(Sf/By)