Cari disini...
Seputar Kaltim
Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM Kota Bontang, Lukman saat menyampaikan sambutan. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Kesehatan mental guru mulai ditempatkan sebagai bagian penting dalam praktik pendidikan di Kota Bontang. Hal ini terlihat dari pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Character Building berbasis mental health yang diikuti 170 guru SMP.
Di tengah perubahan pola belajar dan tuntutan peran yang semakin beragam, guru tidak hanya berhadapan dengan materi ajar, tetapi juga dinamika emosional di ruang kelas. Kondisi ini membuat aspek keseimbangan mental menjadi relevan dalam mendukung proses pembelajaran.
Staf Ahli PKSDM Kota Bontang, Lukman menyebut peran guru kini berkaitan erat dengan pembentukan karakter siswa. Karena itu, kesiapan emosional dinilai berpengaruh terhadap cara guru berinteraksi dan membangun suasana belajar.
“Kesehatan mental menjadi bagian dari fondasi dalam pembelajaran. Guru berperan sebagai pendamping sekaligus panutan bagi siswa,” ujarnya.
Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini turut mengenalkan konsep “DNA Pendidikan” — Direction, Nurture dan Adaptability. Konsep tersebut mengarah pada keseimbangan antara kemampuan akademik dan ketahanan diri, baik bagi guru maupun peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Abdu Safa Muha menjelaskan pemahaman tentang kesehatan mental membantu guru dalam mengelola situasi di kelas, termasuk dalam merespons tekanan dan menjaga interaksi tetap positif.
“Guru perlu memiliki kemampuan mengelola emosi agar proses belajar tetap berjalan dengan baik,” katanya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM Kota Bontang, Lukman saat menyampaikan sambutan. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Kesehatan mental guru mulai ditempatkan sebagai bagian penting dalam praktik pendidikan di Kota Bontang. Hal ini terlihat dari pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Character Building berbasis mental health yang diikuti 170 guru SMP.
Di tengah perubahan pola belajar dan tuntutan peran yang semakin beragam, guru tidak hanya berhadapan dengan materi ajar, tetapi juga dinamika emosional di ruang kelas. Kondisi ini membuat aspek keseimbangan mental menjadi relevan dalam mendukung proses pembelajaran.
Staf Ahli PKSDM Kota Bontang, Lukman menyebut peran guru kini berkaitan erat dengan pembentukan karakter siswa. Karena itu, kesiapan emosional dinilai berpengaruh terhadap cara guru berinteraksi dan membangun suasana belajar.
“Kesehatan mental menjadi bagian dari fondasi dalam pembelajaran. Guru berperan sebagai pendamping sekaligus panutan bagi siswa,” ujarnya.
Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini turut mengenalkan konsep “DNA Pendidikan” — Direction, Nurture dan Adaptability. Konsep tersebut mengarah pada keseimbangan antara kemampuan akademik dan ketahanan diri, baik bagi guru maupun peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Abdu Safa Muha menjelaskan pemahaman tentang kesehatan mental membantu guru dalam mengelola situasi di kelas, termasuk dalam merespons tekanan dan menjaga interaksi tetap positif.
“Guru perlu memiliki kemampuan mengelola emosi agar proses belajar tetap berjalan dengan baik,” katanya.
(Sf/Lo)