Cari disini...
Seputar Kaltim
Ketua IGTKI Kabupaten Paser, Tanty Puji Wardiyanti menyampaikan sambutan di Workshop Pendekatan dan Penanganan Anak Spesial. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) Kabupaten Paser menggelar workshop peningkatan kompetensi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) guna memperkuat layanan pendidikan inklusif di wilayah Kabupaten Paser.
Kegiatan yang diselenggarakan secara swadana oleh para guru itu berfokus pada penanganan dan pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) atau anak spesial di lingkungan sekolah.
Ketua IGTKI Kabupaten Paser, Tanty Puji Wardiyanti menegaskan, penyelenggaraan kegiatan tersebut menyasar pembentukan lingkungan sekolah yang ramah anak, penuh kasih sayang, serta tidak membeda-bedakan latar belakang maupun kondisi fisik dan mental anak didik.
"Kegiatan ini juga bertepatan dengan perayaan HUT ke-81 RI,” harapannya di momentum tersebut
Isu penanganan anak berkebutuhan khusus menjadi sorotan utama dalam workshop itu. Peserta diajak untuk mengupas tuntas berbagai permasalahan nyata yang dihadapi di sekolah masing-masing.
Tanty juga menyoroti tentang kurangnya tenaga pendidik bersertifikasi di Paser yang menangani ABK di sekolah saat ini.
"Setiap tahun angka anak spesial kita di sekolah itu semakin bertambah. Sedangkan tenaga khusus untuk menangani anak spesial kami belum ada yang bersertifikat resmi," ucapnya.
Berkaitan emgan itu ia berharap hadirnya pemerintah daerah agar dapat memberikan pelatihan terhadap tenaga pendidik agar dapat mengikuti sertifikasi.
Melalui pemahaman yang diperoleh dari kegiatan workshop itu, para pendidik diharapkan mampu mentransfer pengetahuan kepada orang tua agar pola pendampingan anak di sekolah dan di rumah berjalan selaras, sabar, serta penuh penerimaan.
Memasuki sesi kedua, para pendidik diajak berdiskusi secara interaktif mengenai studi kasus penanganan anak berkebutuhan khusus bersama narasumber spesialis, Ibu Farah, yang telah dijadwalkan hadir sejak awal tahun.
Acara itu juga mendapatkan atensi dari jajaran pejabat daerah, antara lain anggota Komisi II DPRD Paser, Agus Santosa, perwakilan Kabid PAUD/PNF Disdikbud Paser, perwakilan Camat Tanah Grogot, Ketua PGRI Paser, hingga Penasihat IGTKI, Ibu Sulastri.
Kehadiran para pemangku kepentingan itu menjadi bentuk dukungan moral terhadap perjuangan para pendidik PAUD dalam menggalakkan pendidikan inklusif di daerah.
"Kami juga berterimakasih kepada seluruh mitra termasuk Penerbit Erlangga yang telah memberi dukungan atas terselenggaranya kegiatan ini," tambahnya.
Uniknya, kegiatan skala kabupaten itu murni terwujud atas inisiatif dan swadana mandiri dari para pendidik yang tergabung dalam IGTKI, IGRA dan HIMPAUD melalui sistem iuran anggota.
Di hadapan para pejabat yang hadir, pihak penyelenggara menyampaikan harapannya agar kegiatan pengembangan kompetensi guru di masa mendatang dapat difasilitasi penuh oleh pemerintah daerah sehingga para pendidik tidak perlu lagi membiayai pelatihan secara mandiri.
Pelaksanaan workshop ini turut mendapat sokongan dari mitra strategis seperti Penerbit Erlangga yang membagikan paket edukasi dan buku bagi para peserta per kecamatan, serta Bunda PAUD Kecamatan Tanah Grogot yang turut memberikan dorongan semangat dan apresiasi bagi para peserta workshop.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ketua IGTKI Kabupaten Paser, Tanty Puji Wardiyanti menyampaikan sambutan di Workshop Pendekatan dan Penanganan Anak Spesial. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)
Tana Paser - Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) Kabupaten Paser menggelar workshop peningkatan kompetensi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) guna memperkuat layanan pendidikan inklusif di wilayah Kabupaten Paser.
Kegiatan yang diselenggarakan secara swadana oleh para guru itu berfokus pada penanganan dan pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) atau anak spesial di lingkungan sekolah.
Ketua IGTKI Kabupaten Paser, Tanty Puji Wardiyanti menegaskan, penyelenggaraan kegiatan tersebut menyasar pembentukan lingkungan sekolah yang ramah anak, penuh kasih sayang, serta tidak membeda-bedakan latar belakang maupun kondisi fisik dan mental anak didik.
"Kegiatan ini juga bertepatan dengan perayaan HUT ke-81 RI,” harapannya di momentum tersebut
Isu penanganan anak berkebutuhan khusus menjadi sorotan utama dalam workshop itu. Peserta diajak untuk mengupas tuntas berbagai permasalahan nyata yang dihadapi di sekolah masing-masing.
Tanty juga menyoroti tentang kurangnya tenaga pendidik bersertifikasi di Paser yang menangani ABK di sekolah saat ini.
"Setiap tahun angka anak spesial kita di sekolah itu semakin bertambah. Sedangkan tenaga khusus untuk menangani anak spesial kami belum ada yang bersertifikat resmi," ucapnya.
Berkaitan emgan itu ia berharap hadirnya pemerintah daerah agar dapat memberikan pelatihan terhadap tenaga pendidik agar dapat mengikuti sertifikasi.
Melalui pemahaman yang diperoleh dari kegiatan workshop itu, para pendidik diharapkan mampu mentransfer pengetahuan kepada orang tua agar pola pendampingan anak di sekolah dan di rumah berjalan selaras, sabar, serta penuh penerimaan.
Memasuki sesi kedua, para pendidik diajak berdiskusi secara interaktif mengenai studi kasus penanganan anak berkebutuhan khusus bersama narasumber spesialis, Ibu Farah, yang telah dijadwalkan hadir sejak awal tahun.
Acara itu juga mendapatkan atensi dari jajaran pejabat daerah, antara lain anggota Komisi II DPRD Paser, Agus Santosa, perwakilan Kabid PAUD/PNF Disdikbud Paser, perwakilan Camat Tanah Grogot, Ketua PGRI Paser, hingga Penasihat IGTKI, Ibu Sulastri.
Kehadiran para pemangku kepentingan itu menjadi bentuk dukungan moral terhadap perjuangan para pendidik PAUD dalam menggalakkan pendidikan inklusif di daerah.
"Kami juga berterimakasih kepada seluruh mitra termasuk Penerbit Erlangga yang telah memberi dukungan atas terselenggaranya kegiatan ini," tambahnya.
Uniknya, kegiatan skala kabupaten itu murni terwujud atas inisiatif dan swadana mandiri dari para pendidik yang tergabung dalam IGTKI, IGRA dan HIMPAUD melalui sistem iuran anggota.
Di hadapan para pejabat yang hadir, pihak penyelenggara menyampaikan harapannya agar kegiatan pengembangan kompetensi guru di masa mendatang dapat difasilitasi penuh oleh pemerintah daerah sehingga para pendidik tidak perlu lagi membiayai pelatihan secara mandiri.
Pelaksanaan workshop ini turut mendapat sokongan dari mitra strategis seperti Penerbit Erlangga yang membagikan paket edukasi dan buku bagi para peserta per kecamatan, serta Bunda PAUD Kecamatan Tanah Grogot yang turut memberikan dorongan semangat dan apresiasi bagi para peserta workshop.
(Sf/Lo)