Seputar Kaltim

    Gubernur Rudy Mas'ud Buka Suara Pasca-Demo di DPRD Kaltim, Pemerintah Siap Tampung Aspirasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    02 September 2025 pukul 14:51 WITA

    Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud saat diwawancarai soal demo ricuh kemarin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud, merespons insiden demonstrasi yang berujung ricuh di Kantor DPRD Kaltim pada Senin, (1/9/2025). 

    Alih-alih mengutuk, Rudy justru mengajak seluruh pihak untuk kembali menjaga kondusifitas dan menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog. 

    Ia menegaskan, pemerintah provinsi selalu siap menjadi jembatan bagi aspirasi masyarakat.

    "Seluruh aspirasi kita tampung, kita dengarkan, termasuk juga yang kemarin demo di kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur dan beberapa DPRD yang ada di Kabupaten/Kota," kata Rudy Mas'ud ditemui di Kantor Gubernur, Samarinda, Selasa (2/9/2025).

    Menurutnya, aksi unjuk rasa adalah hal yang wajar dalam negara demokrasi, asalkan dilakukan dengan tertib dan damai. 

    Namun, Rudy Mas'ud menyayangkan insiden pelemparan batu yang mencederai dua anggota kepolisian saat pembubaran massa.

    "Aspirasi dari adik-adik mahasiswa dan elemen masyarakat, intinya kita siap tampung. Karena pemerintah provinsi merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat," tegasnya. 

    Rudy juga menyebutkan, dirinya telah mendapatkan arahan langsung dari Mendagri untuk memastikan setiap daerah tetap dalam keadaan kondusif.

    Gubernur Rudy Mas'ud menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dengan kelompok mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya. 

    Ia berharap, ke depannya, setiap aspirasi dapat disampaikan melalui jalur-jalur yang sudah disediakan, seperti audiensi dan pertemuan resmi, tanpa harus merusak fasilitas umum atau melukai petugas.

    "Mari kita jaga Kaltim ini bersama-sama. Ini rumah kita, tempat kita mencari nafkah. Jangan sampai ada insiden yang tidak perlu terjadi," tambahnya.

    Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, secara terpisah juga menyatakan hal serupa. Ia menegaskan bahwa sebelumnya pihak kepolisian telah memfasilitasi aspirasi demonstran. Namun, situasi berubah kurang kondusif saat menjelang malam.

    "Alhamdulillah, kondisi (dua polisi yang terluka) tidak terlalu parah, namun kami sangat prihatin. Seharusnya dalam aksi seperti ini tidak perlu terjadi insiden yang menyebabkan korban luka," tutup Hendri. 

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Gubernur Rudy Mas'ud Buka Suara Pasca-Demo di DPRD Kaltim, Pemerintah Siap Tampung Aspirasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    02 September 2025 pukul 14:51 WITA

    Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud saat diwawancarai soal demo ricuh kemarin. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud, merespons insiden demonstrasi yang berujung ricuh di Kantor DPRD Kaltim pada Senin, (1/9/2025). 

    Alih-alih mengutuk, Rudy justru mengajak seluruh pihak untuk kembali menjaga kondusifitas dan menyelesaikan setiap persoalan melalui dialog. 

    Ia menegaskan, pemerintah provinsi selalu siap menjadi jembatan bagi aspirasi masyarakat.

    "Seluruh aspirasi kita tampung, kita dengarkan, termasuk juga yang kemarin demo di kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur dan beberapa DPRD yang ada di Kabupaten/Kota," kata Rudy Mas'ud ditemui di Kantor Gubernur, Samarinda, Selasa (2/9/2025).

    Menurutnya, aksi unjuk rasa adalah hal yang wajar dalam negara demokrasi, asalkan dilakukan dengan tertib dan damai. 

    Namun, Rudy Mas'ud menyayangkan insiden pelemparan batu yang mencederai dua anggota kepolisian saat pembubaran massa.

    "Aspirasi dari adik-adik mahasiswa dan elemen masyarakat, intinya kita siap tampung. Karena pemerintah provinsi merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat," tegasnya. 

    Rudy juga menyebutkan, dirinya telah mendapatkan arahan langsung dari Mendagri untuk memastikan setiap daerah tetap dalam keadaan kondusif.

    Gubernur Rudy Mas'ud menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dengan kelompok mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya. 

    Ia berharap, ke depannya, setiap aspirasi dapat disampaikan melalui jalur-jalur yang sudah disediakan, seperti audiensi dan pertemuan resmi, tanpa harus merusak fasilitas umum atau melukai petugas.

    "Mari kita jaga Kaltim ini bersama-sama. Ini rumah kita, tempat kita mencari nafkah. Jangan sampai ada insiden yang tidak perlu terjadi," tambahnya.

    Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, secara terpisah juga menyatakan hal serupa. Ia menegaskan bahwa sebelumnya pihak kepolisian telah memfasilitasi aspirasi demonstran. Namun, situasi berubah kurang kondusif saat menjelang malam.

    "Alhamdulillah, kondisi (dua polisi yang terluka) tidak terlalu parah, namun kami sangat prihatin. Seharusnya dalam aksi seperti ini tidak perlu terjadi insiden yang menyebabkan korban luka," tutup Hendri. 

    (Sf/Rs)