Seputar Kaltim

    Gubernur Rudy Mas'ud Buka MIF 2026 di Lamin Etam, Tawarkan Potensi Kaltim ke Dubes dan Investor Asing

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Rusdianto
    21 Oktober 2026 pukul 15:36 WITA

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, bersama para Dubes negara sahabat pada Welcoming Dinner MIF 2026. (Foto: Arman/seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) resmi membuka Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 di Pendopo Lamin Etam, Samarinda, Selasa (20/10/2026) malam.

    Forum investasi internasional yang dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat, investor internasional, dan pelaku usaha itu dipimpin langsung Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud.

    Gubernur Rudy dalam sambutannya menyambut hangat para delegasi dan berharap MIF 2026 menjadi ajang pengenalan potensi Kaltim secara lebih dekat.

    "Merupakan suatu kehormatan bagi kami menyambut Bapak, Ibu dan hadirin sekalian di Bumi Etam Tercinta. Kami berharap forum ini menjadi kesempatan mengenal potensi Kaltim sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional," ujar Rudy.

    Rudy menegaskan, Pemprov Kaltim membuka diri untuk investasi yang berorientasi pada nilai tambah, penciptaan lapangan kerja, peningkatan SDM, dan kelestarian lingkungan.

    "Kekayaan Kaltim kami ingin bagi bersama melalui investasi untuk kesejahteraan masyarakat Kaltim," tegasnya.

    Di hadapan para dubes, Gubernur memaparkan posisi teritorial Kaltim yang sangat strategis karena berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Dari Kaltim, akses perdagangan dapat langsung menembus Selat Sulu, Filipina, Laut China Selatan hingga Thailand, Hongkong, Korea, dan Jepang, bahkan hingga Belarus, Ukraina, dan Rusia.

    Rudy juga menyinggung potensi kerja sama dengan Belarus, khususnya di sektor pupuk dan alat berat pertambangan.

    "Kita memiliki luas kebun sawit tidak kurang dari 3 juta hektare dengan produksi 4,8 sampai 5,2 juta ton per tahun. Angka yang sangat besar dan perlu mitra untuk meningkatkan produktivitas," jelasnya.

    Di sektor energi, Kaltim masih menjadi lumbung nasional. Produksi batu bara 2026 diperkirakan mencapai 360 juta ton, menurun dari sebelumnya 400 juta ton namun tetap menarik. Sementara 30 persen produksi minyak dan gas nasional berasal dari Kaltim.

    "Insyaallah 2028-2029 kita akan mendapatkan pasokan gas sekitar 1,8 juta kubik kaki per hari dari sumur yang dikelola perusahaan Italia, ENI," ungkapnya.

    Rudy memastikan Pemprov Kaltim akan menjawab kepercayaan investor dengan pelayanan profesional, proses transparan, dan tindak lanjut konkret.

    "Kepercayaan Bapak Ibu harus kami jawab dengan pelayanan profesional, proses transparan, dan tindak lanjut yang jelas. Setiap pertemuan hendaknya melahirkan langkah konkret menuju kerja sama," katanya.

    Ia juga menjamin kemudahan perizinan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

    "Apabila dibutuhkan perizinan ataupun birokrasi, insyaallah kami akan membantu secepat mungkin," ujarnya.

    Menutup sambutan, Rudy mengajak para delegasi menikmati jamuan dan keramahan Kaltim dengan harapan membawa pulang rencana investasi.

    "Dari meja jamuan ini semoga tumbuh persahabatan yang erat dan kemitraan yang panjang. Kami pastikan Kaltim adalah tempat berinvestasi yang sangat tepat untuk win-win solution," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Gubernur Rudy Mas'ud Buka MIF 2026 di Lamin Etam, Tawarkan Potensi Kaltim ke Dubes dan Investor Asing

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Rusdianto
    21 Oktober 2026 pukul 15:36 WITA

    Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, bersama para Dubes negara sahabat pada Welcoming Dinner MIF 2026. (Foto: Arman/seputarfakta.com)

    Samarinda - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) resmi membuka Mahakam Investment Forum (MIF) 2026 di Pendopo Lamin Etam, Samarinda, Selasa (20/10/2026) malam.

    Forum investasi internasional yang dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat, investor internasional, dan pelaku usaha itu dipimpin langsung Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud.

    Gubernur Rudy dalam sambutannya menyambut hangat para delegasi dan berharap MIF 2026 menjadi ajang pengenalan potensi Kaltim secara lebih dekat.

    "Merupakan suatu kehormatan bagi kami menyambut Bapak, Ibu dan hadirin sekalian di Bumi Etam Tercinta. Kami berharap forum ini menjadi kesempatan mengenal potensi Kaltim sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra internasional," ujar Rudy.

    Rudy menegaskan, Pemprov Kaltim membuka diri untuk investasi yang berorientasi pada nilai tambah, penciptaan lapangan kerja, peningkatan SDM, dan kelestarian lingkungan.

    "Kekayaan Kaltim kami ingin bagi bersama melalui investasi untuk kesejahteraan masyarakat Kaltim," tegasnya.

    Di hadapan para dubes, Gubernur memaparkan posisi teritorial Kaltim yang sangat strategis karena berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Dari Kaltim, akses perdagangan dapat langsung menembus Selat Sulu, Filipina, Laut China Selatan hingga Thailand, Hongkong, Korea, dan Jepang, bahkan hingga Belarus, Ukraina, dan Rusia.

    Rudy juga menyinggung potensi kerja sama dengan Belarus, khususnya di sektor pupuk dan alat berat pertambangan.

    "Kita memiliki luas kebun sawit tidak kurang dari 3 juta hektare dengan produksi 4,8 sampai 5,2 juta ton per tahun. Angka yang sangat besar dan perlu mitra untuk meningkatkan produktivitas," jelasnya.

    Di sektor energi, Kaltim masih menjadi lumbung nasional. Produksi batu bara 2026 diperkirakan mencapai 360 juta ton, menurun dari sebelumnya 400 juta ton namun tetap menarik. Sementara 30 persen produksi minyak dan gas nasional berasal dari Kaltim.

    "Insyaallah 2028-2029 kita akan mendapatkan pasokan gas sekitar 1,8 juta kubik kaki per hari dari sumur yang dikelola perusahaan Italia, ENI," ungkapnya.

    Rudy memastikan Pemprov Kaltim akan menjawab kepercayaan investor dengan pelayanan profesional, proses transparan, dan tindak lanjut konkret.

    "Kepercayaan Bapak Ibu harus kami jawab dengan pelayanan profesional, proses transparan, dan tindak lanjut yang jelas. Setiap pertemuan hendaknya melahirkan langkah konkret menuju kerja sama," katanya.

    Ia juga menjamin kemudahan perizinan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

    "Apabila dibutuhkan perizinan ataupun birokrasi, insyaallah kami akan membantu secepat mungkin," ujarnya.

    Menutup sambutan, Rudy mengajak para delegasi menikmati jamuan dan keramahan Kaltim dengan harapan membawa pulang rencana investasi.

    "Dari meja jamuan ini semoga tumbuh persahabatan yang erat dan kemitraan yang panjang. Kami pastikan Kaltim adalah tempat berinvestasi yang sangat tepat untuk win-win solution," pungkasnya.

    (Sf/Rs)