Cari disini...
Seputar Kaltim
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud mengoptimalkan potensi zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) di Benua Etam.
Dengan target ambisius Rp4 miliar per bulan, Rudy ingin zakat tak sekadar menjadi kewajiban, tetapi juga instrumen pengentasan kemiskinan yang efektif.
"Kita punya potensi besar di Kaltim. Jika seluruh ASN bisa berkontribusi, Rp4 miliar per bulan bukan angka yang mustahil," ujar Rudy saat membuka acara pembagian infak dan sedekah dari Baznas dan Keluarga Mas'ud di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (2/4/2025).
Langkah ini bukan tanpa dasar. Data Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltim menunjukkan, potensi zakat di Kaltim mencapai Rp3-4 miliar per bulan.
Namun, selama ini, potensi tersebut belum tergarap maksimal. Rudy ingin mengubah paradigma ini.
"Zakat bukan sekadar angka, tetapi amanah. Kita harus pastikan dikelola secara transparan dan akuntabel, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.
Rudy tak hanya menargetkan ASN di lingkungan Pemprov Kaltim, tetapi juga seluruh kabupaten/kota. Ia bahkan mengajak instansi vertikal seperti kepolisian dan TNI untuk turut serta.
"Saya harap Ibu Kapolda, Ibu Pangdam, Ibu Danrem, serta seluruh anggota ASN, bisa ikut berkontribusi," tambahnya.
Saat ini, pengelolaan zakat yang terstruktur telah berjalan di beberapa daerah, salah satunya Kutai Timur, dengan perolehan Rp1,2 miliar hingga Rp1,3 miliar per bulan. Angka ini menjadi bukti bahwa potensi zakat di Kaltim sangat besar.
"Kita bisa lebih dari ini. Dengan sinergi dan komitmen bersama, zakat bisa menjadi kekuatan besar untuk mengatasi masalah sosial di Kaltim," pungkas Rudy.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud mengoptimalkan potensi zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) di Benua Etam.
Dengan target ambisius Rp4 miliar per bulan, Rudy ingin zakat tak sekadar menjadi kewajiban, tetapi juga instrumen pengentasan kemiskinan yang efektif.
"Kita punya potensi besar di Kaltim. Jika seluruh ASN bisa berkontribusi, Rp4 miliar per bulan bukan angka yang mustahil," ujar Rudy saat membuka acara pembagian infak dan sedekah dari Baznas dan Keluarga Mas'ud di halaman Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (2/4/2025).
Langkah ini bukan tanpa dasar. Data Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltim menunjukkan, potensi zakat di Kaltim mencapai Rp3-4 miliar per bulan.
Namun, selama ini, potensi tersebut belum tergarap maksimal. Rudy ingin mengubah paradigma ini.
"Zakat bukan sekadar angka, tetapi amanah. Kita harus pastikan dikelola secara transparan dan akuntabel, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tegasnya.
Rudy tak hanya menargetkan ASN di lingkungan Pemprov Kaltim, tetapi juga seluruh kabupaten/kota. Ia bahkan mengajak instansi vertikal seperti kepolisian dan TNI untuk turut serta.
"Saya harap Ibu Kapolda, Ibu Pangdam, Ibu Danrem, serta seluruh anggota ASN, bisa ikut berkontribusi," tambahnya.
Saat ini, pengelolaan zakat yang terstruktur telah berjalan di beberapa daerah, salah satunya Kutai Timur, dengan perolehan Rp1,2 miliar hingga Rp1,3 miliar per bulan. Angka ini menjadi bukti bahwa potensi zakat di Kaltim sangat besar.
"Kita bisa lebih dari ini. Dengan sinergi dan komitmen bersama, zakat bisa menjadi kekuatan besar untuk mengatasi masalah sosial di Kaltim," pungkas Rudy.
(Sf/Rs)