Cari disini...
Seputar Kaltim
Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor bersama para OPD meresmikan Rumah Sakit Mata Provinsi Kalimantan Timur. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Rumah Sakit (RS) Mata Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) disebut-sebut menjadi rumah sakit terbesar di Indonesia bagian timur resmi dibuka Gubernur Kaltim, Isran Noor, Selasa (6/6/2023) pagi tadi.
RS Mata yang terletak di Jalan Muhammad Yamin, Kota Samarinda disebut terlengkap karena fasilitas pelayanan yang dimiliki lengkap, seperti adanya layanan operasi LASIK.
"Kita patut berbangga bahwa peresmian RS Mata ini sebagai yang terlengkap di Indonesia bagian timur, di mana dilengkapi dengan layanan operasi LASIK," ujar Isran Noor.
Ia berharap keberadaan RS mata ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Kaltim. "Mudah-mudahan RS mata ini bermanfaat bagi masyarakat Kaltim, apalagi dengan fasilitas lengkap dan lokasinya terjangkau di tengah kota," tuturnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin menambahkan RS mata ini memiliki sejarah panjang. Dimulai pada 1994 yang diinisiasi Reinhard Arie Umboh mendirikan Pra Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM).
"Berkat inilah pada 2001 sesuai dengan keputusan gubernur Nomor 25 Tahun 2001 dibentuknya BKMM, yang dikenal seluruh masyarakat Kaltim dengan program operasi katarak gratis," jelasnya.
RS mata ini dibangun atas dasar SK Gubernur nomor 74 tahun 2019 tentang pembentukan RS Mata Kaltim yang ditindaklanjuti pada 24 September 2021 dan dibangun di atas lahan seluas 6.000 meter persegi.
Layanan kesehatan ini dipersiapkan sebagai pusat rujukan kesehatan mata di wilayah timur Indonesia dan tentunya dekat wilayah IKN.
Bangunan RS ini terdiri dari dibangun lima lantai dengan masing-masing lantai terdiri dari UGD, Layanan Rawat Jalan, Layanan Rawat Inap, Ruang operasi serta ruang perkantoran dengan fasilitas sesuai standar.
Namun, Jaya mengatakan untuk sementara waktu pelayanan masih bertahap. Sebab masih baru dan harus menyesuaikan SDM yang dipersiapkan.
"Pertama memindahkan UGD terlebih dahulu lebih mudah alatnya dibawa, sampai akhir tahun ini kami full beroperasi," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor bersama para OPD meresmikan Rumah Sakit Mata Provinsi Kalimantan Timur. (Foto: Istimewa)
Samarinda - Rumah Sakit (RS) Mata Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) disebut-sebut menjadi rumah sakit terbesar di Indonesia bagian timur resmi dibuka Gubernur Kaltim, Isran Noor, Selasa (6/6/2023) pagi tadi.
RS Mata yang terletak di Jalan Muhammad Yamin, Kota Samarinda disebut terlengkap karena fasilitas pelayanan yang dimiliki lengkap, seperti adanya layanan operasi LASIK.
"Kita patut berbangga bahwa peresmian RS Mata ini sebagai yang terlengkap di Indonesia bagian timur, di mana dilengkapi dengan layanan operasi LASIK," ujar Isran Noor.
Ia berharap keberadaan RS mata ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Kaltim. "Mudah-mudahan RS mata ini bermanfaat bagi masyarakat Kaltim, apalagi dengan fasilitas lengkap dan lokasinya terjangkau di tengah kota," tuturnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin menambahkan RS mata ini memiliki sejarah panjang. Dimulai pada 1994 yang diinisiasi Reinhard Arie Umboh mendirikan Pra Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM).
"Berkat inilah pada 2001 sesuai dengan keputusan gubernur Nomor 25 Tahun 2001 dibentuknya BKMM, yang dikenal seluruh masyarakat Kaltim dengan program operasi katarak gratis," jelasnya.
RS mata ini dibangun atas dasar SK Gubernur nomor 74 tahun 2019 tentang pembentukan RS Mata Kaltim yang ditindaklanjuti pada 24 September 2021 dan dibangun di atas lahan seluas 6.000 meter persegi.
Layanan kesehatan ini dipersiapkan sebagai pusat rujukan kesehatan mata di wilayah timur Indonesia dan tentunya dekat wilayah IKN.
Bangunan RS ini terdiri dari dibangun lima lantai dengan masing-masing lantai terdiri dari UGD, Layanan Rawat Jalan, Layanan Rawat Inap, Ruang operasi serta ruang perkantoran dengan fasilitas sesuai standar.
Namun, Jaya mengatakan untuk sementara waktu pelayanan masih bertahap. Sebab masih baru dan harus menyesuaikan SDM yang dipersiapkan.
"Pertama memindahkan UGD terlebih dahulu lebih mudah alatnya dibawa, sampai akhir tahun ini kami full beroperasi," pungkasnya.
(Sf/By)