Cari disini...
Seputar Kaltim
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud hadiri Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 di Balikpapan (Foto: Biro Adpim Kaltim)
Samarinda - Gubernur Kaltim, H Rudy Mas'ud (Harum) kembali memperjuangkan kondisi jalan mantap untuk jalur Kutai Barat (Kubar).
Keluhan disampaikan Gubernur Harum langsung kepada Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum,Roy Rizali Anwar pada Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 di Ballroom Swiss-Belhotel Balikpapan, Selasa (6/10/2026).
“Dari Kutai Kartanegara ke Kutai Barat, seluruhnya jalan nasional. Sekarang rusaknya parah sekali," keluh Gubernur Harum menyuarakan banyaknya keluhan masyarakat pengguna jalur tersebut.
Orang nomor satu Kaltim ini sangat memahami dinamika politik global dan perang Timur Tengah berdampak terhadap perekonomian nasional dan alokasi APBN. Namun Gubernur Harum berharap agar pusat tetap memberi perhatian besar untuk pembangunan jalan nasional di daerah.
“Tidak apa-apa kita tidak dibuatkan jalan baru, asal jalan eksisting dirawat, dipelihara dan segera diperbaiki kalau ada yang rusak. Jangan sampai terjadi seperti di Kutai Barat. Sudah tidak dibangun jalan baru, yang lama juga tidak diperbaiki," sindir Gubernur lagi.
“Makanya saya minta kepada Pak Dirjen. Tidak apa-apa kami tidak dibuatkan jalan baru, tapi jalan yang ada tolong dipelihara dan diperbaiki," tambah Gubernur.
Plt Kepala Dinas PUPR Pera Kaltim, Irhamsyah menambahkan total jalan nasional ke Kutai Barat sepanjang 301,97 Km dengan kondisi jalan mantap 65,45 persen dan tidak mantap 34,55 persen. Data tercatat hingga semester 2 tahun 2025.
Bukan hanya jalur ke Kutai Barat, Gubernur Harum juga menyampaikan kondisi jalan nasional Bontang - Kutai Timur. Demikian pula sebagian jalan dari Kutai Timur menuju Berau dalam kondisi rusak.
“Bontang-Kutai Timur jalannya sudah bukan retak buaya lagi, tapi sudah berlubang-lubang. Ini berpotensi besar menyebabkan kecelakaan," ucap Gubernur.
Kaltim lanjut Gubernur Harum, siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk keroyokan dalam pembiayaan jalan-jalan nonstatus. Seperti jalur Sotek (PPU)-Bongan (Kubar). Jalur ini akan memperpendek jalur dari Kubar menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga ratusan Km. Jalur Sotek-Bongan sendiri sekitar 88 Km.
Sistem keroyokan ini sudah dilakukan untuk jalur Kubar-Mahakam Ulu (Mahulu). Sebagian pembiayaan menggunakan APBD Kaltim dan sebagian lain melalui APBN.
“Kalau jalannya baik, yang jauh-jauh akan terasa dekat. Tapi kalau jalannya rusak, jangankan yang jauh, yang dekat pun tak sampai-sampai," canda Gubernur.
Merespons aspirasi yang disampaikan Gubernur Harum, Dirjen Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar mengaku akan meminta jajaran Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) segera melakukan kolaborasi untuk percepatan.
“Kita akan coba cari strategi untuk mempercepat pelaksanaannya. Kita akan tugaskan BBPJN untuk melakukan kolaborasi percepatan pembangunan dengan direktorat terkait dan pemerintah daerah guna menyiapkan alokasi anggaran untuk percepatan pembangunannya," kata Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar.
Sementara soal kapan percepatan pembangunan bisa dilakukan, Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar menjawab segera.
“Nanti kita lihat secepat mungkin, sebisa kita lakukan percepatan," tutup Roy.
Konferensi Regional Teknik Jalan diselenggarakan oleh Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) yang tahun ini genap berusia 51 tahun.
Konferensi juga dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Nazib Faizal; Ketua Umum DPP HPJI, Hedy Rahadian; Ketua DPD HPJI Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda; para pejabat IKN dan anggota HPJI dari seluruh Indonesia.
Cari disini...
Seputar Kaltim

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud hadiri Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 di Balikpapan (Foto: Biro Adpim Kaltim)
Samarinda - Gubernur Kaltim, H Rudy Mas'ud (Harum) kembali memperjuangkan kondisi jalan mantap untuk jalur Kutai Barat (Kubar).
Keluhan disampaikan Gubernur Harum langsung kepada Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum,Roy Rizali Anwar pada Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 di Ballroom Swiss-Belhotel Balikpapan, Selasa (6/10/2026).
“Dari Kutai Kartanegara ke Kutai Barat, seluruhnya jalan nasional. Sekarang rusaknya parah sekali," keluh Gubernur Harum menyuarakan banyaknya keluhan masyarakat pengguna jalur tersebut.
Orang nomor satu Kaltim ini sangat memahami dinamika politik global dan perang Timur Tengah berdampak terhadap perekonomian nasional dan alokasi APBN. Namun Gubernur Harum berharap agar pusat tetap memberi perhatian besar untuk pembangunan jalan nasional di daerah.
“Tidak apa-apa kita tidak dibuatkan jalan baru, asal jalan eksisting dirawat, dipelihara dan segera diperbaiki kalau ada yang rusak. Jangan sampai terjadi seperti di Kutai Barat. Sudah tidak dibangun jalan baru, yang lama juga tidak diperbaiki," sindir Gubernur lagi.
“Makanya saya minta kepada Pak Dirjen. Tidak apa-apa kami tidak dibuatkan jalan baru, tapi jalan yang ada tolong dipelihara dan diperbaiki," tambah Gubernur.
Plt Kepala Dinas PUPR Pera Kaltim, Irhamsyah menambahkan total jalan nasional ke Kutai Barat sepanjang 301,97 Km dengan kondisi jalan mantap 65,45 persen dan tidak mantap 34,55 persen. Data tercatat hingga semester 2 tahun 2025.
Bukan hanya jalur ke Kutai Barat, Gubernur Harum juga menyampaikan kondisi jalan nasional Bontang - Kutai Timur. Demikian pula sebagian jalan dari Kutai Timur menuju Berau dalam kondisi rusak.
“Bontang-Kutai Timur jalannya sudah bukan retak buaya lagi, tapi sudah berlubang-lubang. Ini berpotensi besar menyebabkan kecelakaan," ucap Gubernur.
Kaltim lanjut Gubernur Harum, siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat untuk keroyokan dalam pembiayaan jalan-jalan nonstatus. Seperti jalur Sotek (PPU)-Bongan (Kubar). Jalur ini akan memperpendek jalur dari Kubar menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga ratusan Km. Jalur Sotek-Bongan sendiri sekitar 88 Km.
Sistem keroyokan ini sudah dilakukan untuk jalur Kubar-Mahakam Ulu (Mahulu). Sebagian pembiayaan menggunakan APBD Kaltim dan sebagian lain melalui APBN.
“Kalau jalannya baik, yang jauh-jauh akan terasa dekat. Tapi kalau jalannya rusak, jangankan yang jauh, yang dekat pun tak sampai-sampai," canda Gubernur.
Merespons aspirasi yang disampaikan Gubernur Harum, Dirjen Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar mengaku akan meminta jajaran Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional (BBPJN) segera melakukan kolaborasi untuk percepatan.
“Kita akan coba cari strategi untuk mempercepat pelaksanaannya. Kita akan tugaskan BBPJN untuk melakukan kolaborasi percepatan pembangunan dengan direktorat terkait dan pemerintah daerah guna menyiapkan alokasi anggaran untuk percepatan pembangunannya," kata Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar.
Sementara soal kapan percepatan pembangunan bisa dilakukan, Dirjen Bina Marga Roy Rizali Anwar menjawab segera.
“Nanti kita lihat secepat mungkin, sebisa kita lakukan percepatan," tutup Roy.
Konferensi Regional Teknik Jalan diselenggarakan oleh Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI) yang tahun ini genap berusia 51 tahun.
Konferensi juga dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Nazib Faizal; Ketua Umum DPP HPJI, Hedy Rahadian; Ketua DPD HPJI Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda; para pejabat IKN dan anggota HPJI dari seluruh Indonesia.