Cari disini...
Seputar Kaltim
Rektor UMKT, Muhammad Musiyam. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Realisasi Program Pendidikan Gratis (Gratispol) yang menjadi andalan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud-Seno Aji rupanya tak berjalan mulus sepenuhnya.
Keterlambatan pencairan dana sempat terjadi beberapa bulan lalu dengan dalih masa transisi pemerintahan, memicu keluhan di kalangan mahasiswa.
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) selaku salah satu mitra perguruan tinggi dengan kuota penerima terbesar memberikan catatan penting bagi pemerintah provinsi (pemprov).
Rektor UMKT, Muhammad Musiyam tidak menampik adanya kendala teknis di lapangan. Meskipun pihak kampus telah bersikap kooperatif sejak awal dalam hal tata kelola, keterlambatan pencairan tetap berdampak pada mahasiswa.
"Memang sempat ada beberapa keluhan dari mahasiswa terkait keterlambatan pencairan," ujar Musiyam, Rabu (14/01/2026).
Walaupun kasus ini relatif kecil dan dapat dimaklumi mengingat Gratispol adalah program baru, Musiyam menekankan hal ini tidak boleh dianggap enteng. Ia mendesak agar kendala ini menjadi pelajaran serius bagi pemerintah agar tidak terulang.
"Justru hal tersebut menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya bagi pemerintah provinsi," tegasnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa dukungan kampus harus dibarengi dengan perbaikan sistem birokrasi dari pemprov.
Musiyam berharap ke depan program ini tidak sekadar berjalan, tetapi harus semakin sempurna dalam pelaksanaannya. Apalagi UMKT menanggung beban tanggung jawab besar dengan jatah kuota 2.205 mahasiswa baru pada 2025.
Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah seiring rencana perluasan cakupan program untuk seluruh semester pada 2026 dengan anggaran yang lebih jumbo.
"Kuotanya cukup besar dan mungkin karena kelonggaran anggaran, kemungkinan bisa ditambah lagi," imbuhnya.
Di akhir keterangannya, Musiyam mengingatkan esensi dari dukungan civitas akademika UMKT adalah dampak jangka panjang program terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kaltim. Perbaikan tata kelola menjadi harga mati agar tujuan mulia program tidak tercederai oleh masalah teknis pencairan.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Rektor UMKT, Muhammad Musiyam. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)
Samarinda - Realisasi Program Pendidikan Gratis (Gratispol) yang menjadi andalan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud-Seno Aji rupanya tak berjalan mulus sepenuhnya.
Keterlambatan pencairan dana sempat terjadi beberapa bulan lalu dengan dalih masa transisi pemerintahan, memicu keluhan di kalangan mahasiswa.
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) selaku salah satu mitra perguruan tinggi dengan kuota penerima terbesar memberikan catatan penting bagi pemerintah provinsi (pemprov).
Rektor UMKT, Muhammad Musiyam tidak menampik adanya kendala teknis di lapangan. Meskipun pihak kampus telah bersikap kooperatif sejak awal dalam hal tata kelola, keterlambatan pencairan tetap berdampak pada mahasiswa.
"Memang sempat ada beberapa keluhan dari mahasiswa terkait keterlambatan pencairan," ujar Musiyam, Rabu (14/01/2026).
Walaupun kasus ini relatif kecil dan dapat dimaklumi mengingat Gratispol adalah program baru, Musiyam menekankan hal ini tidak boleh dianggap enteng. Ia mendesak agar kendala ini menjadi pelajaran serius bagi pemerintah agar tidak terulang.
"Justru hal tersebut menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya bagi pemerintah provinsi," tegasnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa dukungan kampus harus dibarengi dengan perbaikan sistem birokrasi dari pemprov.
Musiyam berharap ke depan program ini tidak sekadar berjalan, tetapi harus semakin sempurna dalam pelaksanaannya. Apalagi UMKT menanggung beban tanggung jawab besar dengan jatah kuota 2.205 mahasiswa baru pada 2025.
Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah seiring rencana perluasan cakupan program untuk seluruh semester pada 2026 dengan anggaran yang lebih jumbo.
"Kuotanya cukup besar dan mungkin karena kelonggaran anggaran, kemungkinan bisa ditambah lagi," imbuhnya.
Di akhir keterangannya, Musiyam mengingatkan esensi dari dukungan civitas akademika UMKT adalah dampak jangka panjang program terhadap kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kaltim. Perbaikan tata kelola menjadi harga mati agar tujuan mulia program tidak tercederai oleh masalah teknis pencairan.
(Sf/Lo)