Seputar Kaltim

    Gratispol Pendidikan Dibuka untuk Semua Semester 2026, Gubernur Siapkan Afirmasi Khusus Dokter Spesialis

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    15 Desember 2025 pukul 17:35 WITA

    Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim, Dasmiah saat diwawancarai.(Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan komitmen terhadap program strategis Gubernur, Gratispol dan Jaspol, khususnya Gaspol Pendidikan. 

    Hal ini disampaikan Kepala Biro Kesra, Dasmiah, usai menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) di Samarinda, Senin (15/12/2025).

    Menurut Dasmiah, FKP ini bertujuan menjaring masukan dan saran langsung dari masyarakat agar layanan Kesra, termasuk program Gratispol dan Jaspol, benar-benar menjadi layanan prima yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kalangan atas.

    "Kami ingin program ini benar-benar masuk di hatinya masyarakat. Masyarakat harus paham bagaimana cara mendapatkan dan memanfaatkan fasilitas yang ada," ujar Dasmiah.

    Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Gratispol Pendidikan yang menawarkan beasiswa kuliah gratis. Kabar baiknya, pendaftaran beasiswa untuk tahun anggaran 2026 sudah dibuka bagi mahasiswa di dalam daerah, dimulai dari 2 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

    Dasmiah menegaskan program ini merupakan satu-satunya program strategis di Indonesia yang patut dimanfaatkan. Syaratnya pun tidak rumit KTP Kaltim minimal 3 tahun dan usia maksimal 25 tahun untuk mahasiswa umum.

    "Momen ini dimanfaatkan untuk segera melaksanakan kuliah. UKT-nya ditanggung, tidak ada syarat yang ribet," kata Dasmiah.

    Untuk tahun 2026, cakupan beasiswa ini sangat luas, mencakup seluruh semester, baik untuk jenjang S1 (semester 2, 4, 6, dan 8), S2, maupun S3.

    "Jangan sampai tidak mendaftar. Kami sudah beri waktu sebulan setengah. Pendaftaran ini juga penting untuk melengkapi database yang diminta BPK/BPKP," tambahnya.

    Tak hanya untuk mahasiswa umum, Kesra juga memberikan dispensasi usia bagi ASN Pemprov Kaltim, Guru, Dosen, dan Widyaiswara untuk melanjutkan pendidikan S2 dan S3. Saat ini, enam ASN Eselon II Pemprov Kaltim telah memanfaatkan kuota beasiswa ini.

    Yang paling menarik, Dasmiah mengungkapkan adanya program afirmasi khusus bagi dokter spesialis. Mengingat Kaltim masih kekurangan sekitar 1.000 dokter, beasiswa ini menanggung penuh biaya pendidikan spesialis.

    "Para dokter spesialis bisa ditanggung keseluruhan. Syaratnya adalah perjanjian kerja sama bahwa dia akan balik mengabdi untuk Kalimantan Timur. Kita ingin Kaltim tidak lagi kekurangan dokter, terutama di daerah-daerah pedalaman," tegas Dasmiah.

    Selain pendidikan, Dasmiah juga menyampaikan capaian positif program lainnya. Program Insentif Marbot dan Insentif Guru telah direalisasikan 100 persen. Layanan Kesra lainnya mencakup Gratispol untuk perjalanan ibadah umrah marbot dan penjaga rumah ibadah, serta layanan hibah umum.

    Masyarakat diharapkan proaktif menyampaikan keluhan, saran, dan bahkan pujian melalui aplikasi dan kontak WhatsApp yang disediakan Kesra.

    "Harapan kami, jika semua masyarakat Kaltim memanfaatkan peluang ini, SDM kita meningkat, Kaltim lebih maju, dan sukses menuju Generasi Emas bisa dicapai bersama," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Gratispol Pendidikan Dibuka untuk Semua Semester 2026, Gubernur Siapkan Afirmasi Khusus Dokter Spesialis

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    15 Desember 2025 pukul 17:35 WITA

    Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim, Dasmiah saat diwawancarai.(Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan komitmen terhadap program strategis Gubernur, Gratispol dan Jaspol, khususnya Gaspol Pendidikan. 

    Hal ini disampaikan Kepala Biro Kesra, Dasmiah, usai menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) di Samarinda, Senin (15/12/2025).

    Menurut Dasmiah, FKP ini bertujuan menjaring masukan dan saran langsung dari masyarakat agar layanan Kesra, termasuk program Gratispol dan Jaspol, benar-benar menjadi layanan prima yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kalangan atas.

    "Kami ingin program ini benar-benar masuk di hatinya masyarakat. Masyarakat harus paham bagaimana cara mendapatkan dan memanfaatkan fasilitas yang ada," ujar Dasmiah.

    Salah satu program yang menjadi sorotan adalah Gratispol Pendidikan yang menawarkan beasiswa kuliah gratis. Kabar baiknya, pendaftaran beasiswa untuk tahun anggaran 2026 sudah dibuka bagi mahasiswa di dalam daerah, dimulai dari 2 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

    Dasmiah menegaskan program ini merupakan satu-satunya program strategis di Indonesia yang patut dimanfaatkan. Syaratnya pun tidak rumit KTP Kaltim minimal 3 tahun dan usia maksimal 25 tahun untuk mahasiswa umum.

    "Momen ini dimanfaatkan untuk segera melaksanakan kuliah. UKT-nya ditanggung, tidak ada syarat yang ribet," kata Dasmiah.

    Untuk tahun 2026, cakupan beasiswa ini sangat luas, mencakup seluruh semester, baik untuk jenjang S1 (semester 2, 4, 6, dan 8), S2, maupun S3.

    "Jangan sampai tidak mendaftar. Kami sudah beri waktu sebulan setengah. Pendaftaran ini juga penting untuk melengkapi database yang diminta BPK/BPKP," tambahnya.

    Tak hanya untuk mahasiswa umum, Kesra juga memberikan dispensasi usia bagi ASN Pemprov Kaltim, Guru, Dosen, dan Widyaiswara untuk melanjutkan pendidikan S2 dan S3. Saat ini, enam ASN Eselon II Pemprov Kaltim telah memanfaatkan kuota beasiswa ini.

    Yang paling menarik, Dasmiah mengungkapkan adanya program afirmasi khusus bagi dokter spesialis. Mengingat Kaltim masih kekurangan sekitar 1.000 dokter, beasiswa ini menanggung penuh biaya pendidikan spesialis.

    "Para dokter spesialis bisa ditanggung keseluruhan. Syaratnya adalah perjanjian kerja sama bahwa dia akan balik mengabdi untuk Kalimantan Timur. Kita ingin Kaltim tidak lagi kekurangan dokter, terutama di daerah-daerah pedalaman," tegas Dasmiah.

    Selain pendidikan, Dasmiah juga menyampaikan capaian positif program lainnya. Program Insentif Marbot dan Insentif Guru telah direalisasikan 100 persen. Layanan Kesra lainnya mencakup Gratispol untuk perjalanan ibadah umrah marbot dan penjaga rumah ibadah, serta layanan hibah umum.

    Masyarakat diharapkan proaktif menyampaikan keluhan, saran, dan bahkan pujian melalui aplikasi dan kontak WhatsApp yang disediakan Kesra.

    "Harapan kami, jika semua masyarakat Kaltim memanfaatkan peluang ini, SDM kita meningkat, Kaltim lebih maju, dan sukses menuju Generasi Emas bisa dicapai bersama," tutupnya.

    (Sf/Rs)