Seputar Kaltim

    Gerakan Penanaman Mangrove di Kutim Targetkan Seluruh Kawasan Pesisir

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya a
    05 Agustus 2026 pukul 19:15 WITA

    Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menanam bibit mangrove di kawasan Pantai Teluk Lingga, Sangatta Utara, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Gerakan Penanaman Mangrove di Pantai Teluk Lingga, Kutai Timur (Kutim), menjadi langkah awal upaya penanaman mangrove yang ditargetkan menjangkau seluruh kawasan pesisir. 

    Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah abrasi, menjaga keseimbangan lingkungan, sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.

    Ketua Panitia Gerakan Penanaman Mangrove, Arham, mengatakan kegiatan tersebut digagas untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga ekosistem mangrove.

    "Tujuan kegiatan ini untuk melindungi wilayah pesisir, menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung ekonomi masyarakat," ujar Arham saat kegiatan Gerakan Penanaman Mangrove di Pantai Teluk Lingga, Rabu (5/8/2026). 

    Ia menjelaskan, hutan mangrove memiliki sedikitnya tiga fungsi utama, yakni menahan abrasi pantai, menjadi habitat berbagai biota laut, serta menyerap karbon dioksida (CO₂), sehingga berkontribusi terhadap pengendalian perubahan iklim dan membantu menyaring berbagai polutan di lingkungan. 

    Gerakan Penanaman Mangrove melibatkan para pemuda di Kutim. Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan hingga mencakup seluruh kawasan pesisir di Kabupaten Kutim.

    Arham menambahkan, tak hanya penanaman mangrove, rangkaian kegiatan pelestarian lingkungan juga akan berlanjut melalui transplantasi terumbu karang di kawasan Pulau Miang yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Agustus mendatang.

    Gerakan Penanaman Mangrove tersebut turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Kaltim Prima Coal (KPC), yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian ekosistem pesisir. 

    Sementara itu, Acting General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) KPC, Nanang Supriyadi, menilai keberadaan hutan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir Kutim.

    Menurutnya, mangrove tidak hanya berfungsi menahan abrasi, tetapi juga menjadi habitat berbagai jenis ikan dan biota laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

    "Kalau mangrovenya habis, ikannya juga akan berkurang karena mangrove menjadi tempat hidup dan berkembang biaknya berbagai biota laut," ujarnya.

    Nanang menambahkan, di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, hutan mangrove juga berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida dan penghasil oksigen sehingga keberadaannya perlu terus dijaga.

    Karena itu, ia mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam Gerakan Penanaman Mangrove. Menurutnya, partisipasi anak muda menjadi modal penting untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir secara berkelanjutan.

    "Kalau anak-anak muda terus aktif dalam kegiatan seperti ini, kami berharap lingkungan di Kutim tetap terjaga," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Gerakan Penanaman Mangrove di Kutim Targetkan Seluruh Kawasan Pesisir

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya a
    05 Agustus 2026 pukul 19:15 WITA

    Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menanam bibit mangrove di kawasan Pantai Teluk Lingga, Sangatta Utara, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Gerakan Penanaman Mangrove di Pantai Teluk Lingga, Kutai Timur (Kutim), menjadi langkah awal upaya penanaman mangrove yang ditargetkan menjangkau seluruh kawasan pesisir. 

    Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah abrasi, menjaga keseimbangan lingkungan, sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.

    Ketua Panitia Gerakan Penanaman Mangrove, Arham, mengatakan kegiatan tersebut digagas untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya menjaga ekosistem mangrove.

    "Tujuan kegiatan ini untuk melindungi wilayah pesisir, menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung ekonomi masyarakat," ujar Arham saat kegiatan Gerakan Penanaman Mangrove di Pantai Teluk Lingga, Rabu (5/8/2026). 

    Ia menjelaskan, hutan mangrove memiliki sedikitnya tiga fungsi utama, yakni menahan abrasi pantai, menjadi habitat berbagai biota laut, serta menyerap karbon dioksida (CO₂), sehingga berkontribusi terhadap pengendalian perubahan iklim dan membantu menyaring berbagai polutan di lingkungan. 

    Gerakan Penanaman Mangrove melibatkan para pemuda di Kutim. Kegiatan serupa akan terus dilaksanakan hingga mencakup seluruh kawasan pesisir di Kabupaten Kutim.

    Arham menambahkan, tak hanya penanaman mangrove, rangkaian kegiatan pelestarian lingkungan juga akan berlanjut melalui transplantasi terumbu karang di kawasan Pulau Miang yang dijadwalkan berlangsung pada 7 Agustus mendatang.

    Gerakan Penanaman Mangrove tersebut turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk PT Kaltim Prima Coal (KPC), yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian ekosistem pesisir. 

    Sementara itu, Acting General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) KPC, Nanang Supriyadi, menilai keberadaan hutan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir Kutim.

    Menurutnya, mangrove tidak hanya berfungsi menahan abrasi, tetapi juga menjadi habitat berbagai jenis ikan dan biota laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.

    "Kalau mangrovenya habis, ikannya juga akan berkurang karena mangrove menjadi tempat hidup dan berkembang biaknya berbagai biota laut," ujarnya.

    Nanang menambahkan, di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, hutan mangrove juga berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida dan penghasil oksigen sehingga keberadaannya perlu terus dijaga.

    Karena itu, ia mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam Gerakan Penanaman Mangrove. Menurutnya, partisipasi anak muda menjadi modal penting untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir secara berkelanjutan.

    "Kalau anak-anak muda terus aktif dalam kegiatan seperti ini, kami berharap lingkungan di Kutim tetap terjaga," tutupnya.

    (Sf/Lo)