Seputar Kaltim

    Gempa Palu M6,7 Picu 106 Susulan, Sejumlah Bangunan Mulai Rusak

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    17 Juni 2026 pukul 07:53 WITA

    Ilustrasi gempa bumi. (Dok. Freepik)

    Penajam - Aktivitas gempa susulan pascagempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, terus bertambah. Hingga Selasa (16/6/2026) pukul 15.30 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 106 kali gempa susulan dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 5,2.

    Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui pembaruan yang dipublikasikan di kanal Instagram resmi InfoBMKG. Meski aktivitas gempa masih berlangsung, BMKG menegaskan gempa tidak berpotensi tsunami.

    Gempa utama tercatat berkekuatan magnitudo 6,7 dengan kedalaman 16 kilometer. Episenter berada pada koordinat 1,03 LS dan 120,24 BT atau sekitar 42 kilometer tenggara Palu, Sulawesi Tengah.

    BMKG menjelaskan gempa merupakan jenis gempa tektonik yang dipicu aktivitas Sesar Sausu. Berdasarkan pemetaan tingkat guncangan, intensitas tertinggi mencapai skala VI–VII MMI yang dirasakan di wilayah Torue, Parigi Moutong, Parigi Selatan serta Palolo, Sigi.

    Guncangan dengan intensitas V–VI MMI tercatat di Kota Sigi Biromaru dan Kota Palu, sedangkan wilayah Poso, Donggala dan Pasangkayu mengalami guncangan pada skala IV–V MMI.

    Sejumlah dampak awal juga mulai dilaporkan dari wilayah terdampak. Di Kota Palu, masyarakat sempat dilanda keresahan di kawasan Jembatan III Palu dan beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.

    Di Kabupaten Sigi, Kantor Bupati Sigi serta sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Longsor juga dilaporkan terjadi di kawasan Gunung Kamarora.

    Sementara di Kabupaten Parigi Moutong dan Poso, sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Akses jalan di wilayah Napu turut dilaporkan terdampak akibat guncangan.

    BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa hingga kondisi dinyatakan aman.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Gempa Palu M6,7 Picu 106 Susulan, Sejumlah Bangunan Mulai Rusak

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    17 Juni 2026 pukul 07:53 WITA

    Ilustrasi gempa bumi. (Dok. Freepik)

    Penajam - Aktivitas gempa susulan pascagempa magnitudo 6,7 yang mengguncang Palu, Sulawesi Tengah, terus bertambah. Hingga Selasa (16/6/2026) pukul 15.30 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 106 kali gempa susulan dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 5,2.

    Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui pembaruan yang dipublikasikan di kanal Instagram resmi InfoBMKG. Meski aktivitas gempa masih berlangsung, BMKG menegaskan gempa tidak berpotensi tsunami.

    Gempa utama tercatat berkekuatan magnitudo 6,7 dengan kedalaman 16 kilometer. Episenter berada pada koordinat 1,03 LS dan 120,24 BT atau sekitar 42 kilometer tenggara Palu, Sulawesi Tengah.

    BMKG menjelaskan gempa merupakan jenis gempa tektonik yang dipicu aktivitas Sesar Sausu. Berdasarkan pemetaan tingkat guncangan, intensitas tertinggi mencapai skala VI–VII MMI yang dirasakan di wilayah Torue, Parigi Moutong, Parigi Selatan serta Palolo, Sigi.

    Guncangan dengan intensitas V–VI MMI tercatat di Kota Sigi Biromaru dan Kota Palu, sedangkan wilayah Poso, Donggala dan Pasangkayu mengalami guncangan pada skala IV–V MMI.

    Sejumlah dampak awal juga mulai dilaporkan dari wilayah terdampak. Di Kota Palu, masyarakat sempat dilanda keresahan di kawasan Jembatan III Palu dan beberapa bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.

    Di Kabupaten Sigi, Kantor Bupati Sigi serta sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Longsor juga dilaporkan terjadi di kawasan Gunung Kamarora.

    Sementara di Kabupaten Parigi Moutong dan Poso, sejumlah bangunan mengalami kerusakan. Akses jalan di wilayah Napu turut dilaporkan terdampak akibat guncangan.

    BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa hingga kondisi dinyatakan aman.

    (Sf/Rs)