Seputar Kaltim

    Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Perairan Bantul

    Redaktur:Rusdianto
    25 Januari 2026 pukul 20:31 WITA

    Tangkapan layar, pergeraan lempeng oleh BMKG (Istimewa).

    Samarinda – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (25/1/26) sore. Berdasarkan informasi awal dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, lindu ini memiliki kekuatan magnitudo 4,7.

    Guncangan tercatat terjadi pada pukul 15.51 WIB. Titik pusat gempa berada di koordinat 8.83 Lintang Selatan dan 110.19 Bujur Timur. Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 104 kilometer arah Barat Daya Bantul dengan kedalaman 21 kilometer.

    Dalam rilis awalnya, BMKG memberikan catatan disclaimer bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

    Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan maupun dirasakan di wilayah daratan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memantau informasi resmi dari kanal BMKG.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Perairan Bantul

    Redaktur:Rusdianto
    25 Januari 2026 pukul 20:31 WITA

    Tangkapan layar, pergeraan lempeng oleh BMKG (Istimewa).

    Samarinda – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (25/1/26) sore. Berdasarkan informasi awal dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, lindu ini memiliki kekuatan magnitudo 4,7.

    Guncangan tercatat terjadi pada pukul 15.51 WIB. Titik pusat gempa berada di koordinat 8.83 Lintang Selatan dan 110.19 Bujur Timur. Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 104 kilometer arah Barat Daya Bantul dengan kedalaman 21 kilometer.

    Dalam rilis awalnya, BMKG memberikan catatan disclaimer bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.

    Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan maupun dirasakan di wilayah daratan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan memantau informasi resmi dari kanal BMKG.

    (Sf/Rs)