Cari disini...
Seputar Kaltim
Tiga rumah di kawasan RT 9 Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota hancur terhantam ombak besar. (Foto: Relawan/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Gelombang pasang yang menerjang kawasan pesisir Balikpapan kembali menjadi pengingat tingginya kerentanan permukiman yang berada di bibir pantai.
Pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 04.44 WITA, tiga rumah warga di Jalan Jenderal Sudirman Gang PDI RT 09, Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, rusak berat hingga hancur setelah diterjang ombak.
Meski bangunan mengalami kerusakan parah, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal dan harus menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali menerangkan, tim langsung diterjunkan ke lokasi begitu menerima laporan dari masyarakat. Petugas melakukan asesmen, memastikan kondisi warga, sekaligus mendata tingkat kerusakan yang ditimbulkan.
“Begitu menerima informasi, tim kami langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal, memastikan kondisi warga, sekaligus mendata kerusakan yang terjadi. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ucap Usman saat dikonfirmasi.
Data sementara BPBD mencatat tiga rumah yang terdampak merupakan milik Misnan dan Zainah di nomor 34, Syamsudin dan Suriyani Ningsih Atun di nomor 35, serta Hendra dan Mustika Sari di nomor 32. Ketiga rumah tersebut dihuni beberapa anggota keluarga, termasuk anak-anak dan balita.
Menurut Usman, gelombang pasang terjadi saat dini hari ketika sebagian besar warga masih beristirahat.“Kuatnya hantaman ombak membuat bangunan yang berdiri sangat dekat dengan garis pantai tidak mampu bertahan hingga akhirnya roboh,” imbuhnya.
Ia menjelaskan rumah-rumah di kawasan pesisir memang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, terutama ketika gelombang pasang dipicu cuaca buruk dan angin kencang.
“Rumah-rumah yang berada sangat dekat dengan garis pantai memang memiliki tingkat kerawanan tinggi ketika terjadi gelombang pasang, terlebih jika dipengaruhi kondisi cuaca dan angin yang cukup kuat. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.
Pasca-kejadian, BPBD berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan, kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta instansi terkait untuk membantu penanganan warga terdampak. Pendataan kerusakan dan kebutuhan korban juga terus dilakukan sebagai dasar penyaluran bantuan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan perangkat wilayah untuk memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak dapat segera dipenuhi. Pendataan juga masih berlangsung untuk mengetahui besaran kerugian yang ditimbulkan,” terangnya.
Selain penanganan darurat, BPBD mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir agar lebih memperhatikan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang. Warga diminta segera melapor apabila melihat potensi ancaman yang dapat membahayakan keselamatan.
“Hingga Jumat pagi, petugas gabungan masih berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi barang-barang milik warga, mengamankan area terdampak, serta melanjutkan pendataan sebagai dasar penyaluran bantuan bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal,” tambahnya.
Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya risiko permukiman yang berdiri di sepanjang garis pantai Balikpapan. Selain penanganan darurat bagi korban, upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana di kawasan pesisir dinilai menjadi langkah penting, untuk meminimalkan dampak kejadian serupa di masa mendatang.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Tiga rumah di kawasan RT 9 Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota hancur terhantam ombak besar. (Foto: Relawan/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Gelombang pasang yang menerjang kawasan pesisir Balikpapan kembali menjadi pengingat tingginya kerentanan permukiman yang berada di bibir pantai.
Pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 04.44 WITA, tiga rumah warga di Jalan Jenderal Sudirman Gang PDI RT 09, Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, rusak berat hingga hancur setelah diterjang ombak.
Meski bangunan mengalami kerusakan parah, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal dan harus menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali menerangkan, tim langsung diterjunkan ke lokasi begitu menerima laporan dari masyarakat. Petugas melakukan asesmen, memastikan kondisi warga, sekaligus mendata tingkat kerusakan yang ditimbulkan.
“Begitu menerima informasi, tim kami langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal, memastikan kondisi warga, sekaligus mendata kerusakan yang terjadi. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ucap Usman saat dikonfirmasi.
Data sementara BPBD mencatat tiga rumah yang terdampak merupakan milik Misnan dan Zainah di nomor 34, Syamsudin dan Suriyani Ningsih Atun di nomor 35, serta Hendra dan Mustika Sari di nomor 32. Ketiga rumah tersebut dihuni beberapa anggota keluarga, termasuk anak-anak dan balita.
Menurut Usman, gelombang pasang terjadi saat dini hari ketika sebagian besar warga masih beristirahat.“Kuatnya hantaman ombak membuat bangunan yang berdiri sangat dekat dengan garis pantai tidak mampu bertahan hingga akhirnya roboh,” imbuhnya.
Ia menjelaskan rumah-rumah di kawasan pesisir memang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana hidrometeorologi, terutama ketika gelombang pasang dipicu cuaca buruk dan angin kencang.
“Rumah-rumah yang berada sangat dekat dengan garis pantai memang memiliki tingkat kerawanan tinggi ketika terjadi gelombang pasang, terlebih jika dipengaruhi kondisi cuaca dan angin yang cukup kuat. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.
Pasca-kejadian, BPBD berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan, kecamatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta instansi terkait untuk membantu penanganan warga terdampak. Pendataan kerusakan dan kebutuhan korban juga terus dilakukan sebagai dasar penyaluran bantuan.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan dan perangkat wilayah untuk memastikan kebutuhan dasar warga yang terdampak dapat segera dipenuhi. Pendataan juga masih berlangsung untuk mengetahui besaran kerugian yang ditimbulkan,” terangnya.
Selain penanganan darurat, BPBD mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir agar lebih memperhatikan informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dari instansi berwenang. Warga diminta segera melapor apabila melihat potensi ancaman yang dapat membahayakan keselamatan.
“Hingga Jumat pagi, petugas gabungan masih berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi barang-barang milik warga, mengamankan area terdampak, serta melanjutkan pendataan sebagai dasar penyaluran bantuan bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal,” tambahnya.
Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya risiko permukiman yang berdiri di sepanjang garis pantai Balikpapan. Selain penanganan darurat bagi korban, upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana di kawasan pesisir dinilai menjadi langkah penting, untuk meminimalkan dampak kejadian serupa di masa mendatang.
(Sf/Lo)