Seputar Kaltim

    Gelombang Darat di Tama Pole Bisa Diatasi, Wabup Kukar Tinjau Langsung Kondisi Jalan

    Redaktur:Buniyamin
    26 Juli 2024 pukul 13:25 WITA

    Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin memantau langsung kondisi jalan yang sudah selesai diperbaiki. (Foto: Istimewa)

    Tenggarong - Pelan tapi pasti, "Gelombang darat" yang kerap dilalui masyarakat Kelurahan Tama Pole, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bisa diatasi.

    Gelombang Darat yang dimaksud adalah rusaknya jalan utama baik masuk dan keluar dari kawasan Kelurahan Tama Pole. Kini, jalanan tersebut sudah bisa dilalui masyarakat dengan lancar.

    Ini menjadi salah satu bukti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya fokus membangun di kawasan perkotaan saja, tapi juga hingga kawasan terdalam.

    Lurah Tama Pole, Fatmawati mengaku jalan yang diperbaiki Pemkab Kukar merupakan akses utama masyarakat.

    Pemerintah kelurahan dan masyarakat pun sangat bersyukur atas perbaikan jalan tersebut. "Selain jalan perusahaan, ini satu-satunya jalan, akses utama," tegasnya.

    Ia pun menceritakan sulitnya melintasi jalan tersebut sebelum adanya perbaikan. Kendati sukar dilintasi, tapi masyarakat terpaksa melewati jalan tersebut untuk bisa sampai ke tujuan.

    "Sebelum perbaikan, jalan ini sangat susah digunakan. Istilah kami aspal meleleh hingga gelombang darat," ucap Fatmawati.

    Di saat-saat tertentu, jalanan menjadi sangat sulit dilewati. Kondisi itu juga berimbas terhadap aktivitas siswa sekolah, tidak jarang siswa terpaksa izin karena jalanan sulit untuk dilewati.

    "Siswa sering izin karena tidak bisa lewat, kalau dipaksakan bisa terjatuh," ungkapnya.

    Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin memantau langsung kondisi jalan yang sudah selesai diperbaiki. Sejauh ini terdapat sekitar 641 meter yang sudah diperbaiki, tersisa sekitar 500 meter yang masih harus diperbaiki.

    "Harapan kami mudah-mudahan di anggaran perubahan bisa kembali dikerjakan sekitar 150-200 meter, kemudian sisanya di anggaran selanjutnya," harap Fatmawati.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Gelombang Darat di Tama Pole Bisa Diatasi, Wabup Kukar Tinjau Langsung Kondisi Jalan

    Redaktur:Buniyamin
    26 Juli 2024 pukul 13:25 WITA

    Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin memantau langsung kondisi jalan yang sudah selesai diperbaiki. (Foto: Istimewa)

    Tenggarong - Pelan tapi pasti, "Gelombang darat" yang kerap dilalui masyarakat Kelurahan Tama Pole, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bisa diatasi.

    Gelombang Darat yang dimaksud adalah rusaknya jalan utama baik masuk dan keluar dari kawasan Kelurahan Tama Pole. Kini, jalanan tersebut sudah bisa dilalui masyarakat dengan lancar.

    Ini menjadi salah satu bukti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya fokus membangun di kawasan perkotaan saja, tapi juga hingga kawasan terdalam.

    Lurah Tama Pole, Fatmawati mengaku jalan yang diperbaiki Pemkab Kukar merupakan akses utama masyarakat.

    Pemerintah kelurahan dan masyarakat pun sangat bersyukur atas perbaikan jalan tersebut. "Selain jalan perusahaan, ini satu-satunya jalan, akses utama," tegasnya.

    Ia pun menceritakan sulitnya melintasi jalan tersebut sebelum adanya perbaikan. Kendati sukar dilintasi, tapi masyarakat terpaksa melewati jalan tersebut untuk bisa sampai ke tujuan.

    "Sebelum perbaikan, jalan ini sangat susah digunakan. Istilah kami aspal meleleh hingga gelombang darat," ucap Fatmawati.

    Di saat-saat tertentu, jalanan menjadi sangat sulit dilewati. Kondisi itu juga berimbas terhadap aktivitas siswa sekolah, tidak jarang siswa terpaksa izin karena jalanan sulit untuk dilewati.

    "Siswa sering izin karena tidak bisa lewat, kalau dipaksakan bisa terjatuh," ungkapnya.

    Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin memantau langsung kondisi jalan yang sudah selesai diperbaiki. Sejauh ini terdapat sekitar 641 meter yang sudah diperbaiki, tersisa sekitar 500 meter yang masih harus diperbaiki.

    "Harapan kami mudah-mudahan di anggaran perubahan bisa kembali dikerjakan sekitar 150-200 meter, kemudian sisanya di anggaran selanjutnya," harap Fatmawati.

    (Sf/By)