Geger, Tiga Hari Tak Terlihat, Penjaga Kebun SDN 008 Samarinda Ditemukan Meninggal Membusuk di Toilet

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    09 Februari 2026 12:58 WIB

    Lokasi jasad seorang paruh baya ditemukan di sekitar SDN 008 Samarinda Seberang. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Suasana kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 008, Samarinda, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Senin (9/2/2026) siang. 

    Seorang penjaga kebun sekolah yang akrab disapa Tante Esther (sekitar 60 tahun), ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di dalam rumah dinas yang terletak di area sekolah.

    Penemuan jasad ini bermula dari kecurigaan rekan kerja korban. 

    Saksi mata menuturkan bahwa korban yang biasanya rajin menyapu halaman setiap pagi dan sore, serta pergi ke gereja pada hari Minggu, tidak terlihat batang hidungnya sejak akhir pekan lalu.

    "Biasanya beliau kalau hari Minggu itu nyapu, pagi ke gereja, sore nyapu lagi. Tapi kemarin Minggu tidak terlihat sama sekali," ujar salah satu saksi di lokasi kejadian.

    Kecurigaan memuncak pada hari Senin. Pihak sekolah meminta saksi untuk mengecek langsung ke rumah dinas korban karena Esther sempat mengeluh sakit perut pada hari Jumat sebelumnya.

    Saat diperiksa, pintu depan rumah dalam keadaan terkunci rapat. 

    Namun, saksi menemukan pintu dapur dalam keadaan tidak terkunci, hanya tertutup rapat.

    "Waktu saya masuk lewat dapur, kami temukan korban posisinya terduduk di dalam toilet," ungkapnya.

    Pamapta II Polresta Samarinda, Ipda Yudiansyah, membenarkan penemuan mayat tersebut. Berdasarkan olah TKP awal, polisi memperkirakan korban sudah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

    "Saat ditemukan, almarhum dalam posisi duduk di kamar mandi. Jasadnya sudah mulai membengkak dan menghitam, ada tanda-tanda pembusukan," jelas Ipda Yudiansyah.

    Ipda Yudiansyah juga menegaskan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban maupun di sekitar lokasi kejadian. 

    Dugaan kuat korban meninggal karena sakit, mengingat riwayat keluhan sakit perut yang sempat disampaikan korban kepada rekan-rekannya pada hari Jumat.

    Esther diketahui tinggal seorang diri di rumah dinas tersebut dan telah bekerja sebagai tukang kebun di SDN 008 selama kurang lebih dua tahun.

    Jasad korban langsung dievakuasi oleh tim Inafis dan PMI ke RSUD A.W. Syahranie untuk keperluan visum dan pemulasaraan jenazah, mengingat kondisi tubuh yang sudah tidak memungkinkan untuk ditangani oleh keluarga secara mandiri.

    Akibat peristiwa ini, pihak sekolah mengambil kebijakan untuk memulangkan siswa lebih awal. 

    "Siswa kami pulangkan jam 1 siang, yang biasanya baru pulang jam 4 sore," tutup salah satu guru di lokasi.

    (Sf/Rs)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Geger, Tiga Hari Tak Terlihat, Penjaga Kebun SDN 008 Samarinda Ditemukan Meninggal Membusuk di Toilet

    Seputarfakta.com - Maulana -

    Seputar Kaltim

    09 Februari 2026 12:58 WIB

    Lokasi jasad seorang paruh baya ditemukan di sekitar SDN 008 Samarinda Seberang. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Suasana kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 008, Samarinda, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Senin (9/2/2026) siang. 

    Seorang penjaga kebun sekolah yang akrab disapa Tante Esther (sekitar 60 tahun), ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di dalam rumah dinas yang terletak di area sekolah.

    Penemuan jasad ini bermula dari kecurigaan rekan kerja korban. 

    Saksi mata menuturkan bahwa korban yang biasanya rajin menyapu halaman setiap pagi dan sore, serta pergi ke gereja pada hari Minggu, tidak terlihat batang hidungnya sejak akhir pekan lalu.

    "Biasanya beliau kalau hari Minggu itu nyapu, pagi ke gereja, sore nyapu lagi. Tapi kemarin Minggu tidak terlihat sama sekali," ujar salah satu saksi di lokasi kejadian.

    Kecurigaan memuncak pada hari Senin. Pihak sekolah meminta saksi untuk mengecek langsung ke rumah dinas korban karena Esther sempat mengeluh sakit perut pada hari Jumat sebelumnya.

    Saat diperiksa, pintu depan rumah dalam keadaan terkunci rapat. 

    Namun, saksi menemukan pintu dapur dalam keadaan tidak terkunci, hanya tertutup rapat.

    "Waktu saya masuk lewat dapur, kami temukan korban posisinya terduduk di dalam toilet," ungkapnya.

    Pamapta II Polresta Samarinda, Ipda Yudiansyah, membenarkan penemuan mayat tersebut. Berdasarkan olah TKP awal, polisi memperkirakan korban sudah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

    "Saat ditemukan, almarhum dalam posisi duduk di kamar mandi. Jasadnya sudah mulai membengkak dan menghitam, ada tanda-tanda pembusukan," jelas Ipda Yudiansyah.

    Ipda Yudiansyah juga menegaskan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban maupun di sekitar lokasi kejadian. 

    Dugaan kuat korban meninggal karena sakit, mengingat riwayat keluhan sakit perut yang sempat disampaikan korban kepada rekan-rekannya pada hari Jumat.

    Esther diketahui tinggal seorang diri di rumah dinas tersebut dan telah bekerja sebagai tukang kebun di SDN 008 selama kurang lebih dua tahun.

    Jasad korban langsung dievakuasi oleh tim Inafis dan PMI ke RSUD A.W. Syahranie untuk keperluan visum dan pemulasaraan jenazah, mengingat kondisi tubuh yang sudah tidak memungkinkan untuk ditangani oleh keluarga secara mandiri.

    Akibat peristiwa ini, pihak sekolah mengambil kebijakan untuk memulangkan siswa lebih awal. 

    "Siswa kami pulangkan jam 1 siang, yang biasanya baru pulang jam 4 sore," tutup salah satu guru di lokasi.

    (Sf/Rs)