Seputar Kaltim

    Geger 15 Tahanan Polsekta Samarinda Kabur Jebol Kloset, 6 Ditangkap Lagi, Polisi 'Tutup' Pintu Keluar Kota

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    19 Oktober 2025 pukul 20:43 WITA

    Para tersangka yang masih dalam pencarian. (kolase oleh seputarfakta.com)

    Samarinda - Suasana di Markas Polsekta Samarinda mendadak heboh pada Minggu (19/10/2025) siang.

    Sebanyak 15 tahanan dilaporkan berhasil kabur dari sel sekitar pukul 14.00 WITA.

    Informasi yang dihimpun, para tahanan ini nekat melarikan diri dengan cara menjebol kloset yang ada di dalam ruang tahanan.

    Aparat kepolisian yang mengetahui insiden ini langsung bergerak cepat melakukan pengejaran.

    Hasilnya, enam dari 15 tahanan tersebut berhasil diringkus kembali di beberapa lokasi berbeda. Sementara sembilan tahanan lainnya kini masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, membenarkan kejadian tersebut dan meminta bantuan masyarakat untuk melaporkan jika melihat para pelaku.

    "Enam prapelaku ini bisa kembali kita amankan. Jadi, kini minta, saya mohon agar warga masyarakat membantu," ujar Kombes Pol Hendri Umar kepada awak media.

    Hendri menegaskan bahwa foto dan identitas kesembilan DPO tersebut telah disebar luas.

    "Foto-fotonya pun sudah kita sampaikan kepada teman-teman media dan termasuk para babin dan rekan-rekan yang di lapangan. Kita infokan kepada RT, RW yang setempat," jelasnya.

    "Kalau ada yang melihat atau menemukan keberadaan si prapelaku yang kabur ini, tolong segera menginfokan ke kita dari jajaran Polresta Samarinda Kota," imbuhnya.

    Saat ditanya mengenai lokasi penangkapan keenam tahanan, Kapolresta belum bisa membeberkan secara rinci demi kepentingan pengembangan kasus.

    "Ada di beberapa tempat, mungkin jangan saya sebut dulu sekarang, karena kan masih dalam proses pengembangan," kata Hendri.

    "Karena mereka posisinya ada di dekat-dekat sini, sekarang masih terus anggota orang ada di sana untuk mengembangkan," tambahnya.

    Untuk mencegah sembilan tahanan lainnya kabur lebih jauh meninggalkan Samarinda, Polresta Samarinda telah melakukan penyekatan di seluruh pintu keluar kota.

    "Itu sudah kita lakukan, kita sudah menempatkan seluruh personil di terminal bus yang di Sungai Kujang, kemudian juga terminal bus yang di wilayah Samarinda Seberang," tegas Kapolresta.

    Penjagaan juga dilakukan di Terminal Lempake, pelabuhan, hingga bandara.

    "Di Pelabuhan untuk mengantisipasi mereka keluar melalui jalur laut juga sudah kita tempatkan anggota, termasuk di Bandara. Kami kira kalau lewat Bandara kan lebih mudah terdeteksi," paparnya.

    Upaya penyekatan ini, lanjut Hendri, telah membuahkan hasil.

    "Termasuk satu orang tadi pun itu juga berusaha kabur ke Bontang melalui travel, itu juga kita dapatkan berkat kesigapan dari unit reskrim salah satu polsek," ungkapnya.

    Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polres di daerah tetangga.

    "Artinya semua pintu masuk dan pintu keluar sudah kita jaga, kita juga sudah komunikasi dengan Polres Kukar, Polres Bontang, dan termasuk dengan Polresta Balikpapan untuk mengantisipasi kalau mereka berusaha kabur," pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Geger 15 Tahanan Polsekta Samarinda Kabur Jebol Kloset, 6 Ditangkap Lagi, Polisi 'Tutup' Pintu Keluar Kota

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    19 Oktober 2025 pukul 20:43 WITA

    Para tersangka yang masih dalam pencarian. (kolase oleh seputarfakta.com)

    Samarinda - Suasana di Markas Polsekta Samarinda mendadak heboh pada Minggu (19/10/2025) siang.

    Sebanyak 15 tahanan dilaporkan berhasil kabur dari sel sekitar pukul 14.00 WITA.

    Informasi yang dihimpun, para tahanan ini nekat melarikan diri dengan cara menjebol kloset yang ada di dalam ruang tahanan.

    Aparat kepolisian yang mengetahui insiden ini langsung bergerak cepat melakukan pengejaran.

    Hasilnya, enam dari 15 tahanan tersebut berhasil diringkus kembali di beberapa lokasi berbeda. Sementara sembilan tahanan lainnya kini masih buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

    Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, membenarkan kejadian tersebut dan meminta bantuan masyarakat untuk melaporkan jika melihat para pelaku.

    "Enam prapelaku ini bisa kembali kita amankan. Jadi, kini minta, saya mohon agar warga masyarakat membantu," ujar Kombes Pol Hendri Umar kepada awak media.

    Hendri menegaskan bahwa foto dan identitas kesembilan DPO tersebut telah disebar luas.

    "Foto-fotonya pun sudah kita sampaikan kepada teman-teman media dan termasuk para babin dan rekan-rekan yang di lapangan. Kita infokan kepada RT, RW yang setempat," jelasnya.

    "Kalau ada yang melihat atau menemukan keberadaan si prapelaku yang kabur ini, tolong segera menginfokan ke kita dari jajaran Polresta Samarinda Kota," imbuhnya.

    Saat ditanya mengenai lokasi penangkapan keenam tahanan, Kapolresta belum bisa membeberkan secara rinci demi kepentingan pengembangan kasus.

    "Ada di beberapa tempat, mungkin jangan saya sebut dulu sekarang, karena kan masih dalam proses pengembangan," kata Hendri.

    "Karena mereka posisinya ada di dekat-dekat sini, sekarang masih terus anggota orang ada di sana untuk mengembangkan," tambahnya.

    Untuk mencegah sembilan tahanan lainnya kabur lebih jauh meninggalkan Samarinda, Polresta Samarinda telah melakukan penyekatan di seluruh pintu keluar kota.

    "Itu sudah kita lakukan, kita sudah menempatkan seluruh personil di terminal bus yang di Sungai Kujang, kemudian juga terminal bus yang di wilayah Samarinda Seberang," tegas Kapolresta.

    Penjagaan juga dilakukan di Terminal Lempake, pelabuhan, hingga bandara.

    "Di Pelabuhan untuk mengantisipasi mereka keluar melalui jalur laut juga sudah kita tempatkan anggota, termasuk di Bandara. Kami kira kalau lewat Bandara kan lebih mudah terdeteksi," paparnya.

    Upaya penyekatan ini, lanjut Hendri, telah membuahkan hasil.

    "Termasuk satu orang tadi pun itu juga berusaha kabur ke Bontang melalui travel, itu juga kita dapatkan berkat kesigapan dari unit reskrim salah satu polsek," ungkapnya.

    Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Polres di daerah tetangga.

    "Artinya semua pintu masuk dan pintu keluar sudah kita jaga, kita juga sudah komunikasi dengan Polres Kukar, Polres Bontang, dan termasuk dengan Polresta Balikpapan untuk mengantisipasi kalau mereka berusaha kabur," pungkasnya.

    (Sf/Rs)