Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Bupati Berau, Gamalis bersama dinas terkait saat melakukan peninjauan ke Gedung SD 001 Gurimbang. (Foto: Prokopim Berau)
Tanjung Redeb - Wakil Bupati Berau bersama dinas terkait telah melakukan peninjauan ke gedung Sekolah Dasar (SD) 001 Gurimbang, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, pada hari Sabtu, (5/4/2025).
Peninjauan dilakukan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupateb (Pemkab) Berau terhadap gedung SD 001 yang mengalami kerusakan parah akibat tertimpa tanah longsor yang terjadi beberapa hari lalu. Diperkirakan longsor terjadi pada hari Sabtu, tanggal (29/3/2025), sebelum lebaran idul fitri dan baru diketahui Kamis (3/4/2025) oleh penjaga sekolah.
Kepala sekolah dasar 001 Gurimbang, Tri Eni Nurhayati mengatakan, saat kejadian longsor ini, proses belajar mengajar sedang libur, dan akan kembali masuk pada tanggal 9 April 2025.
"Sekolah SD 001 Gurimbang, memiliki tujuh ruang belajar dan 90 siswa siswi," ujar Tri.
Akibat musibah ini, gedung sekolah kelas VI mengalami kerusakan. Fasilitas lainnya seperti meja, kursi dan buku sekolah juga ikut tertimpa, namun telah diselamatkan oleh penjaga sekolah.
"Solusi sementara kita akan manfaatkan gudang sekolah. Karena kelas VI ini muridnya 23 dan kelas II hanya tujuh, jadi kita tukar nanti ruangannya," tungkasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, peninjauan yang dilakukannya untuk melihat seberapa besar kerusakan yang terjadi akibat longsor.
"Kondisi yang kita liat, kerusaknnya cukup parah," kata Gamalis.
Ia mengatakan longsor tersebut mengakibatkan satu Ruang Kelas Belajar (RKB) mengalami kerusakan parah dari enam ruang RKB yang ada. Sehingga hal tersebut mengacam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.
"Ini kan sarana prasarana, artinya sekolah. Bentar lagi anak-anak masuk sekolah, jadi harus ada langkah cepat untuk mengatasi masalah ini," tuturnya.
Ia pun menjelaskan, untuk saat ini yang dapat dilakukan pemerintah yakni dengan mengeruk tanah karena kondisi saat ini masih cukup labil dan perlu penanganan cepat.
"Kita akan segera mediasi dengan warga pemilik lahan, karena statusnya itu masih lahan masyarakat. Jika sudah sepakat maka kita kerjakan," ujarnya.
Gamalis pun mengatakan untuk pembangunan kembali gedung sekolah yang rusak parah, pihaknya akan mengusulkan melalui anggaran perubahan tahun 2025.
"Sementara RKB lainnya yang juga terdampak akan kita perbaiki melalui anggaran murni tahun 2026," tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Bupati Berau, Gamalis bersama dinas terkait saat melakukan peninjauan ke Gedung SD 001 Gurimbang. (Foto: Prokopim Berau)
Tanjung Redeb - Wakil Bupati Berau bersama dinas terkait telah melakukan peninjauan ke gedung Sekolah Dasar (SD) 001 Gurimbang, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, pada hari Sabtu, (5/4/2025).
Peninjauan dilakukan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kabupateb (Pemkab) Berau terhadap gedung SD 001 yang mengalami kerusakan parah akibat tertimpa tanah longsor yang terjadi beberapa hari lalu. Diperkirakan longsor terjadi pada hari Sabtu, tanggal (29/3/2025), sebelum lebaran idul fitri dan baru diketahui Kamis (3/4/2025) oleh penjaga sekolah.
Kepala sekolah dasar 001 Gurimbang, Tri Eni Nurhayati mengatakan, saat kejadian longsor ini, proses belajar mengajar sedang libur, dan akan kembali masuk pada tanggal 9 April 2025.
"Sekolah SD 001 Gurimbang, memiliki tujuh ruang belajar dan 90 siswa siswi," ujar Tri.
Akibat musibah ini, gedung sekolah kelas VI mengalami kerusakan. Fasilitas lainnya seperti meja, kursi dan buku sekolah juga ikut tertimpa, namun telah diselamatkan oleh penjaga sekolah.
"Solusi sementara kita akan manfaatkan gudang sekolah. Karena kelas VI ini muridnya 23 dan kelas II hanya tujuh, jadi kita tukar nanti ruangannya," tungkasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Berau Gamalis mengatakan, peninjauan yang dilakukannya untuk melihat seberapa besar kerusakan yang terjadi akibat longsor.
"Kondisi yang kita liat, kerusaknnya cukup parah," kata Gamalis.
Ia mengatakan longsor tersebut mengakibatkan satu Ruang Kelas Belajar (RKB) mengalami kerusakan parah dari enam ruang RKB yang ada. Sehingga hal tersebut mengacam proses kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.
"Ini kan sarana prasarana, artinya sekolah. Bentar lagi anak-anak masuk sekolah, jadi harus ada langkah cepat untuk mengatasi masalah ini," tuturnya.
Ia pun menjelaskan, untuk saat ini yang dapat dilakukan pemerintah yakni dengan mengeruk tanah karena kondisi saat ini masih cukup labil dan perlu penanganan cepat.
"Kita akan segera mediasi dengan warga pemilik lahan, karena statusnya itu masih lahan masyarakat. Jika sudah sepakat maka kita kerjakan," ujarnya.
Gamalis pun mengatakan untuk pembangunan kembali gedung sekolah yang rusak parah, pihaknya akan mengusulkan melalui anggaran perubahan tahun 2025.
"Sementara RKB lainnya yang juga terdampak akan kita perbaiki melalui anggaran murni tahun 2026," tandasnya.
(Sf/Rs)