Seputar Kaltim

    Gedung Baru PWNU Kaltim Senilai Rp16,5 Miliar Resmi Berdiri, Siap Kawal Pembangunan IKN

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    19 Mei 2026 pukul 21:39 WITA

    Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) melakukan penandatanganan prasasti sebagai tanda diresmikannya gedung baru PWNU Kalimantan Timur di Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.coom)

    Samarinda - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kini resmi menempati gedung baru. 

    Peresmian gedung yang menelan anggaran fisik sebesar Rp16,5 miliar ini dirangkai dengan agenda Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) ke-2 PWNU Kaltim, dan dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

    Acara peresmian ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Wakil Wali Kota Samarinda, jajaran Rektor dari Unmul, UNU, dan UINSI, serta perwakilan dari Dinas PUPR PERA Kaltim.

    Ketua PWNU Kaltim, M. Fauzi Ahmad Bachtar, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemprov Kaltim atas hibah dan dukungan yang diberikan. Pembangunan gedung tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun.

    "Gedung ini bukan sekadar bangunan fisik. Gedung ini adalah simbol khidmah, persatuan, dan pengabdian Nahdlatul Ulama kepada umat, bangsa, dan negara. Kami berharap ini menjadi pusat pelayanan umat, pusat kaderisasi, dan pengembangan pemikiran Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah," ujar Fauzi.

    Terkait pelaksanaan Muskerwil ke-2, Fauzi menambahkan bahwa forum tersebut telah menghasilkan sejumlah rumusan rekomendasi strategis yang nantinya akan dibawa ke tingkat Konbes dan Munas NU.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa gedung tersebut adalah bentuk dedikasi pemerintah daerah terhadap kontribusi NU yang selama ini konsisten menjaga kerukunan umat beragama di Kaltim.

    Terlebih lagi, posisi Kaltim kini telah menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN). Wagub Seno Aji pun mengingatkan jajaran PWNU agar mulai mempersiapkan lahan untuk PBNU Pusat di kawasan IKN.

    "Kaltim sangat kondusif untuk investasi dan kehidupan masyarakat yang harmonis. Ini tak lepas dari peran NU. Ke depan, sebagai superhub IKN, NU harus terus melakukan modernisasi dan mandiri. Impian kita selanjutnya adalah membangun Rumah Sakit NU di Kaltim," tegas Seno Aji.

    Ia juga menyoroti peningkatan signifikan jumlah mahasiswa di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim yang terbantu oleh program pendidikan gratis (Beasiswa Kaltim Tuntas) dari pemerintah provinsi.

    Mewakili Kepala Dinas PUPR PERA Provinsi Kaltim, Kepala Bidang Cipta Karya, Rahmad Hidayat, memaparkan laporan teknis terkait pembangunan gedung yang bersumber dari dana Hibah Provinsi tersebut.

    Pembangunan fisik gedung memakan biaya sebesar Rp16.569.955.000, ditambah biaya konsultan supervisi sebesar Rp873.957.112. Berdiri di atas lahan seluas 600,33 meter persegi, gedung ini berhasil dimaksimalkan menjadi bangunan tiga lantai (termasuk basement) dengan total luas bangunan mencapai 1.622 meter persegi.

    Mengenai spesifikasi fasilitas gedung baru PWNU Kaltim, bangunan ini dirancang menggunakan struktur beton bertulang dengan sistem pondasi bore pile berdiameter 60 cm untuk menjaga keamanan lingkungan sekitar yang padat. 

    Pada bagian dalam gedung, Lantai 1 difungsikan khusus untuk area perkantoran yang mencakup ruang Ketua PWNU, ruang kesekretariatan, dan ruang rapat. Sementara itu, Lantai 2 difungsikan sebagai aula serbaguna yang luas untuk menampung berbagai agenda besar jamaah dan jam'iyyah. 

    Gedung ini juga dilengkapi fasilitas pendukung berupa lahan parkir yang mampu menampung 25 unit kendaraan roda dua dan 9 unit kendaraan roda empat, serta diperindah dengan ornamen kubah berbahan GRC.

    "Pihak kontraktor pelaksana masih memiliki kewajiban masa pemeliharaan. Jadi, kami mohon pengurus PWNU tidak sungkan berkoordinasi apabila ada hal-hal teknis yang perlu disempurnakan seiring penggunaan gedung ini," pungkas Rahmad Hidayat menutup laporannya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Gedung Baru PWNU Kaltim Senilai Rp16,5 Miliar Resmi Berdiri, Siap Kawal Pembangunan IKN

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    19 Mei 2026 pukul 21:39 WITA

    Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) melakukan penandatanganan prasasti sebagai tanda diresmikannya gedung baru PWNU Kalimantan Timur di Samarinda. (Foto: Maulana/Seputarfakta.coom)

    Samarinda - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kini resmi menempati gedung baru. 

    Peresmian gedung yang menelan anggaran fisik sebesar Rp16,5 miliar ini dirangkai dengan agenda Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) ke-2 PWNU Kaltim, dan dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

    Acara peresmian ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Wakil Wali Kota Samarinda, jajaran Rektor dari Unmul, UNU, dan UINSI, serta perwakilan dari Dinas PUPR PERA Kaltim.

    Ketua PWNU Kaltim, M. Fauzi Ahmad Bachtar, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemprov Kaltim atas hibah dan dukungan yang diberikan. Pembangunan gedung tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun.

    "Gedung ini bukan sekadar bangunan fisik. Gedung ini adalah simbol khidmah, persatuan, dan pengabdian Nahdlatul Ulama kepada umat, bangsa, dan negara. Kami berharap ini menjadi pusat pelayanan umat, pusat kaderisasi, dan pengembangan pemikiran Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah," ujar Fauzi.

    Terkait pelaksanaan Muskerwil ke-2, Fauzi menambahkan bahwa forum tersebut telah menghasilkan sejumlah rumusan rekomendasi strategis yang nantinya akan dibawa ke tingkat Konbes dan Munas NU.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menegaskan bahwa gedung tersebut adalah bentuk dedikasi pemerintah daerah terhadap kontribusi NU yang selama ini konsisten menjaga kerukunan umat beragama di Kaltim.

    Terlebih lagi, posisi Kaltim kini telah menjadi Ibu Kota Nusantara (IKN). Wagub Seno Aji pun mengingatkan jajaran PWNU agar mulai mempersiapkan lahan untuk PBNU Pusat di kawasan IKN.

    "Kaltim sangat kondusif untuk investasi dan kehidupan masyarakat yang harmonis. Ini tak lepas dari peran NU. Ke depan, sebagai superhub IKN, NU harus terus melakukan modernisasi dan mandiri. Impian kita selanjutnya adalah membangun Rumah Sakit NU di Kaltim," tegas Seno Aji.

    Ia juga menyoroti peningkatan signifikan jumlah mahasiswa di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim yang terbantu oleh program pendidikan gratis (Beasiswa Kaltim Tuntas) dari pemerintah provinsi.

    Mewakili Kepala Dinas PUPR PERA Provinsi Kaltim, Kepala Bidang Cipta Karya, Rahmad Hidayat, memaparkan laporan teknis terkait pembangunan gedung yang bersumber dari dana Hibah Provinsi tersebut.

    Pembangunan fisik gedung memakan biaya sebesar Rp16.569.955.000, ditambah biaya konsultan supervisi sebesar Rp873.957.112. Berdiri di atas lahan seluas 600,33 meter persegi, gedung ini berhasil dimaksimalkan menjadi bangunan tiga lantai (termasuk basement) dengan total luas bangunan mencapai 1.622 meter persegi.

    Mengenai spesifikasi fasilitas gedung baru PWNU Kaltim, bangunan ini dirancang menggunakan struktur beton bertulang dengan sistem pondasi bore pile berdiameter 60 cm untuk menjaga keamanan lingkungan sekitar yang padat. 

    Pada bagian dalam gedung, Lantai 1 difungsikan khusus untuk area perkantoran yang mencakup ruang Ketua PWNU, ruang kesekretariatan, dan ruang rapat. Sementara itu, Lantai 2 difungsikan sebagai aula serbaguna yang luas untuk menampung berbagai agenda besar jamaah dan jam'iyyah. 

    Gedung ini juga dilengkapi fasilitas pendukung berupa lahan parkir yang mampu menampung 25 unit kendaraan roda dua dan 9 unit kendaraan roda empat, serta diperindah dengan ornamen kubah berbahan GRC.

    "Pihak kontraktor pelaksana masih memiliki kewajiban masa pemeliharaan. Jadi, kami mohon pengurus PWNU tidak sungkan berkoordinasi apabila ada hal-hal teknis yang perlu disempurnakan seiring penggunaan gedung ini," pungkas Rahmad Hidayat menutup laporannya.

    (Sf/Rs)