Seputar Kaltim

    Gebyar Museum Sadurengas 2026, 31 Sekolah SLTP di Paser Ikuti Lomba Cerdas Cermat

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    18 Juni 2026 pukul 14:54 WITA

    Gebyar Museum Sadurengas 2026. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Sebanyak 31 tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Kabupaten Paser meriahkan Gebyar Museum Sadurengas 2026.

    Kegiatan yang diselenggarakan di Arena Seni Museum Sadurengas, Kecamatan Paser Belengkong, Paser itu menjadi ajang yang mengasah pengetahuan dan kerja sama tim di setiap sekolah yang berpartisipasi.

    Animo dari murid di sekolah yang berpartisipasi juga terlihat dari kehadiran mereka secara langsung guna memberikan dukungan moril kepada rekan-rekan mereka yang mengadu pengetahuan.

    Guru Pembimbing MTS Bina Islam, Frisky Tri Waluyo menyebut, kegiatan Gebyar Museum Sadurengas 2026 dengan konsep cerdas cermat museum itu merupakan hal yang sangat diperlukan bagi murid di generasi sekarang.

    "Kegiatan ini sangat baik karena anak-anak di zaman sekarang kurang dalam hal pengetahuan tentang sejarah dan kebudayaan," kata Frisky, Kamis (18/6/2026).

    Melalui pelaksanaan kegiatan tersebut anak muda khususnya tingkat SLTP di Paser ditempa untuk mempelajari sejarah dan kebudayaan sebelum mengikuti cerdas cermat museum.

    Hal itu dinilai efektif dengan kondisi sekarang karena perkembangan era teknologi dan digital yang semakin hari kian berkembang dan membuat generasi muda banyak yang gagal dalam memanfaatkan perkembangan tersebut.

    "Ini kali kedua MTS Bina Islam mengikuti perlombaan cerdas cermat terkait sejarah dan kebudayaan," tambahnya.

    Untuk menunjang proses kegiatan tersebut, pihak panitia juga telah memberikan materi sejarah dan kebudayaan kepada seluruh sekolah yang berpartisipasi guna bersiap mengadu pengetahuan di Arena Seni Museum Sadurengas.

    Frisky berharap, kegiatan seperti itu dapat terus dilaksanakan agar generasi muda tetap memiliki motivasi untuk belajar dan mengetahui tentang sejarah dan kebudayaan daerah.

    "Persiapan bagi anak murid sudah kami lakukan sebelum pelaksanaan lomba. Materi dan kisi-kisi juga sudah diberikan oleh panitia sebelum hari H pelaksanaan kegiatan," tutupnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Gebyar Museum Sadurengas 2026, 31 Sekolah SLTP di Paser Ikuti Lomba Cerdas Cermat

    Penulis:Padliannor|Redaktur:Lodya A
    18 Juni 2026 pukul 14:54 WITA

    Gebyar Museum Sadurengas 2026. (Foto: Padliannor/seputarfakta.com)

    Tana Paser - Sebanyak 31 tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Kabupaten Paser meriahkan Gebyar Museum Sadurengas 2026.

    Kegiatan yang diselenggarakan di Arena Seni Museum Sadurengas, Kecamatan Paser Belengkong, Paser itu menjadi ajang yang mengasah pengetahuan dan kerja sama tim di setiap sekolah yang berpartisipasi.

    Animo dari murid di sekolah yang berpartisipasi juga terlihat dari kehadiran mereka secara langsung guna memberikan dukungan moril kepada rekan-rekan mereka yang mengadu pengetahuan.

    Guru Pembimbing MTS Bina Islam, Frisky Tri Waluyo menyebut, kegiatan Gebyar Museum Sadurengas 2026 dengan konsep cerdas cermat museum itu merupakan hal yang sangat diperlukan bagi murid di generasi sekarang.

    "Kegiatan ini sangat baik karena anak-anak di zaman sekarang kurang dalam hal pengetahuan tentang sejarah dan kebudayaan," kata Frisky, Kamis (18/6/2026).

    Melalui pelaksanaan kegiatan tersebut anak muda khususnya tingkat SLTP di Paser ditempa untuk mempelajari sejarah dan kebudayaan sebelum mengikuti cerdas cermat museum.

    Hal itu dinilai efektif dengan kondisi sekarang karena perkembangan era teknologi dan digital yang semakin hari kian berkembang dan membuat generasi muda banyak yang gagal dalam memanfaatkan perkembangan tersebut.

    "Ini kali kedua MTS Bina Islam mengikuti perlombaan cerdas cermat terkait sejarah dan kebudayaan," tambahnya.

    Untuk menunjang proses kegiatan tersebut, pihak panitia juga telah memberikan materi sejarah dan kebudayaan kepada seluruh sekolah yang berpartisipasi guna bersiap mengadu pengetahuan di Arena Seni Museum Sadurengas.

    Frisky berharap, kegiatan seperti itu dapat terus dilaksanakan agar generasi muda tetap memiliki motivasi untuk belajar dan mengetahui tentang sejarah dan kebudayaan daerah.

    "Persiapan bagi anak murid sudah kami lakukan sebelum pelaksanaan lomba. Materi dan kisi-kisi juga sudah diberikan oleh panitia sebelum hari H pelaksanaan kegiatan," tutupnya.

    (Sf/Lo)