Seputar Kaltim

    GATI Hadir di Kutim, Dorong Ayah Jadi Teladan dan Pengasuh Utama

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kegiatan Seminar Parenting Club Ayah yang mengusungtema "Gerakan Ayah Teladan untuk Indonesia." Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai instansi dan organisasi di Kutim. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus mendorong penguatan peran ayah dalam keluarga melalui Seminar Parenting Club Ayah yang digelar Kamis (14/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang diinisiasi Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemendukbangga) RI.

    Seminar berlangsung di ruang rapat Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, dan melibatkan 50 peserta dari berbagai instansi serta organisasi. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara DPPKB Kutim dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kalimantan Timur (Kaltim).

    Mengusung tema Gerakan Ayah Teladan untuk Indonesia, kegiatan ini bertujuan mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan anak.

    Kepala DP3A Kaltim, Noryani Sorayalita, menyampaikan pentingnya peran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik dan teladan utama dalam keluarga.

    “Kami ingin menciptakan ketahanan keluarga yang kuat, di mana ayah berperan sebagai pemimpin, teladan, dan pemberi arahan. Kehadiran ayah yang aktif sangat penting dalam tumbuh kembang anak,” kata Noryani.

    Ia menambahkan, pengasuhan tidak semata soal membagi tugas, melainkan berbagi peran yang setara antara ayah dan ibu.
    Kepala DPPKB Kutim, Junaidi, turut mengapresiasi penyelenggaraan seminar ini. Ia mengajak para ayah memulai dari langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
    “Misalnya dengan mengantar anak ke sekolah di hari pertama. Itu tindakan sederhana, tapi bermakna bagi anak dan keluarga,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang PPKB DP3A Kaltim, Syahrul, berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman para ayah akan pentingnya keterlibatan mereka dalam membangun keluarga yang harmonis dan tahan terhadap tantangan zaman.

    “Semoga para ayah di Kutim dapat menjadi teladan, bukan hanya untuk anak-anaknya, tapi juga untuk masyarakat luas,” pungkas Syahrul.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    GATI Hadir di Kutim, Dorong Ayah Jadi Teladan dan Pengasuh Utama

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kegiatan Seminar Parenting Club Ayah yang mengusungtema "Gerakan Ayah Teladan untuk Indonesia." Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai instansi dan organisasi di Kutim. (foto:lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus mendorong penguatan peran ayah dalam keluarga melalui Seminar Parenting Club Ayah yang digelar Kamis (14/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang diinisiasi Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemendukbangga) RI.

    Seminar berlangsung di ruang rapat Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, dan melibatkan 50 peserta dari berbagai instansi serta organisasi. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara DPPKB Kutim dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kalimantan Timur (Kaltim).

    Mengusung tema Gerakan Ayah Teladan untuk Indonesia, kegiatan ini bertujuan mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan anak.

    Kepala DP3A Kaltim, Noryani Sorayalita, menyampaikan pentingnya peran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik dan teladan utama dalam keluarga.

    “Kami ingin menciptakan ketahanan keluarga yang kuat, di mana ayah berperan sebagai pemimpin, teladan, dan pemberi arahan. Kehadiran ayah yang aktif sangat penting dalam tumbuh kembang anak,” kata Noryani.

    Ia menambahkan, pengasuhan tidak semata soal membagi tugas, melainkan berbagi peran yang setara antara ayah dan ibu.
    Kepala DPPKB Kutim, Junaidi, turut mengapresiasi penyelenggaraan seminar ini. Ia mengajak para ayah memulai dari langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
    “Misalnya dengan mengantar anak ke sekolah di hari pertama. Itu tindakan sederhana, tapi bermakna bagi anak dan keluarga,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang PPKB DP3A Kaltim, Syahrul, berharap kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman para ayah akan pentingnya keterlibatan mereka dalam membangun keluarga yang harmonis dan tahan terhadap tantangan zaman.

    “Semoga para ayah di Kutim dapat menjadi teladan, bukan hanya untuk anak-anaknya, tapi juga untuk masyarakat luas,” pungkas Syahrul.

    (Sf/Rs)